Cara Tuhan Menolong Elia 1 Raja-Raja 19:1-8

 


Ketika kita membaca kisah Elia ini, maka kita sering salah memahami perikop tersebut. Elia tidak jelas darimana dia datang tapi ketika Israel memiliki seorang raja bernama Ahab dan raja itu melakukan sesuatu yang menyakiti HATI TUHAN, dia muncul tiba-tiba dan menyampaikan sebuah kalimat “Tidak akan ada hujan turun sampai aku mengatakannya.”


Semula orang menganggap itu kalimat biasa tapi ketika waktu berjalan dan hujan benar-benar tidak turun dalam satu kurun waktu, orang mulai berpikir, siapa dia sampai perkataannya begitu luar biasa. Tiga setengah tahun lamanya hujan tidak turun. Kisah tentang Elia kemudian ditulis dalam surat Yakobus dan Yakobus berkata bahwa Elia adalah manusia biasa yang sama seperti kita, ia telah berdoa supaya tidak turun hujan lalu TUHAN mengabulkan doanya.

Ada satu catatan penting pada ayat itu yaitu, Elia adalah manusia biasa sama seperti kita. Artinya, jika kita pernah sakit, manangis, takut dan frustasi, Elia juga sama. Kisah itu kemudian menjelaskan dalam 1 Raja-Raja 18, ada satu demonstrasi yang luar biasa. Elia seorang diri harus menghadapi empat ratus lima puluh nabi baal. Tanpa takut dia berdiri tegak sampai kemudian para nabi itu kalah karena tidak berhasil mengundang tuhannya turun. Tapi Elia berhasil menarik HADIRAT ALLAH membakar korban. Dan hukum Taurat berkata, orang yang menyembah allah lain hukumannya adalah hukuman mati.

Itu sebabnya nabi-nabi itu dibantai karena hukuman Taurat seperti itu, namun sukses Elia itu tidak berlanjut sebab pergumulan belum selesai. Benar secara spiritual Elia berhasil membuat hati orang Isarel berbalik kepada ALLAH dan berhasil melakukan demonstrasi KUASA ALLAH yang besar tapi ingat, dia hanya seorang manusia biasa yang satu kali ada sisi lemahnya dan inilah yang dimanfaatkan Izebel untuk mulai menyebar teror, intimidasi dan Elia terintimidasi dengan hal ini.

Ketika Elia sampai di Bersyeba, dia meninggalkan bujangnya dan menyelesaikan apa yang menjadi pergumulannya. Ada satu ingatan yang masih kuat dan melekat pada Elia yaitu pengalaman sungai Kerit, bagaimana TUHAN memelihara dia tiga setengah tahun lamanya. Secara rutin paket makanan dikirim oleh burung gagak dan selama itu pula nyaris Elia tidak melakukan apa-apa. Itu sebabnya Elia menyendiri di padan gurun lalu dia berdoa. Ketika MALAIKAT TUHAN membangunkan Elia, dia makan dan minum kemudian tidur lagi.

Waktu yang berbeda, pergumulan bisa tidak sama dan Elia menghadapi situasi itu. MALAIKAT TUHAN kembali membangunkan dia, dan ada kalimat yang luar biasa berkata “Elia, jika engkau tidak makan dan minum maka perjalananmu akan terlalu jauh bagimu.” Dalam terjemahan Ibrani memiliki arti “Jika engkau tidak makan dan minum maka beban persoalan yang ada di hadapanmu, engkau tidak akan pernah bisa menghadapinya.” Apa yang terjadi dengan Elia ? Alkitab kemudian mencatat, oleh karena kekuatan makanan itu, dia berjalan dan naik ke GUNUNG TUHAN.”

Kalau Elia TUHAN bisa tolong, percayalah bahwa TUHAN YESUS KRISTUS sanggup menolong kita. bekajar dari cara TUHAN menolong Elia Sebagai berikut :

1. Perhatikan apa yang kita makan dan minum.
Karena dari apa yang kita makan dan minum akan lahir kekuatan spiritual yang luar biasa. Elia punya tradisi sebab pengalaman sungai Kerit melekat kuat sehingga dia berpikir semua akan sama. Tapi MALAIKAT TUHAN berkata, bangun dan makan untuk kedua kalinya. Waktu-waktu ini, kita tidak boleh santai sebab kita bisa kuat kalau makan dan minum double porsi. Roti dalam Alkitab menggambarkan FIRMAN ALLAH dan air melambangkan kepenuhan ROH KUDUS. Jadi, FIRMAN dan ROH KUDUS itu hari-hari ini kita harus punya double porsi. Kalau tidak maka pergumulan akan semakin besar dan sulit.

2. Kita seringkali berpikir, di posisi ini Elia sebenarnya sedang dalam kondisi kritis. Kenapa ? karena kita terpaku dengan kalimat “Aku mati saja.” Asumsi kita kalau orang mau bunuh diri berarti dia frustasi dan tidak berpengharapan. Tapi jika kita memperhatikan lebih jauh ternyata TUHAN tidak mempedulikan omongan Elia karena ada tugas Elia yang masih belum selesai. Jadi, jika kita diijinkan TUHAN sampai hari ini, itu artinya pekerjaan kita belum selesai. Setelah peristiwa Horeb baru kita mengetahui ada dua perstiwa besar yang tidak dibayangkan oleh Elia. Pertama, Elia berhasil memilih seorang pengganti yang punya pengurapan dua kali lebih banyak dari Elia. Kedua, Elia tidak pernah mati. Kalau TUHAN mengabulkan permintaan Elia waktu itu maka Elia tidak akan pernah mengalami peristiwa ini.

3. Ada hal penting yang kita harus mengerti, mengapa TUHAN biarkan Elia makan dua kali sehingga bisa berjalan 40 hari 40 malam dan sampai ke BUKIT TUHAN. Sebelum Elia melakukan tugas-tugas itu dan masuk dalam KEMULIAAN TUHAN yaitu di angkat oleh TUHAN, TUHAN mau agar Elia memiliki sebuah persekutuan dimana dia bisa menyatu dengan TUHANnya secara baik. Hari-hari ini mungkin kita sedang bergumul dan menghadapi tantangan tapi ingatlah bahwa TUHAN YESUS KRISTUS punya jawaban bahkan TUHAN YESUS mau berjalan bersama kita, tidak untuk turun tapi perjalanan untuk naik. Jika kita siap, TUHAN YESUS mau menyatakan KEMULIAAN-NYA sehingga menjadi pengalaman rohani yang luar biasa bagi kita.

4. "Ketika ia melihat sekitarnya, maka pada sebelah kepalanya ada roti bakar, dan sebuah kendi berisi air. Lalu ia makan dan minum, kemudian berbaring pula." 1 Raja-Raja 19:6

Dalam ayat ini ada kalimat “Berbaring pula.” Ini menunjukan bahwa Elia masih terikat dengan masa lalu. Masa lalu yang dimaksud ada dalam 1 Raja-Raja 17, sehingga Elia lupa untuk bekerja. TUHAN tidak pernah meninggalkan FIRMAN-NYA itu sebabnya ketika seseorang melangkah disitu TUHAN bela.

"Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi NAMA-KU, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan TUHAN turut bekerja dan meneguhkan FIRMAN itu dengan tanda-tanda yang menyertainya." Markus 16:17-18, 20

Sudah bukan saatnya lagi kita hanya makan dan tidur. Kita perlu bekerja dan mengambil tanggung jawab. Ada sebuah perjalanan luar biasa yang TUHAN YESUS KRISTUS janjikan dan Alkitab berkata, TUHAN YESUS turut bekerja dan meneguhkan apa yang dilakukan murid-murid itu.

5. Tidak seorangpun yang pernah tahu bahwa dalam hidup, orang akan mengalami kondisi darurat. Kondisi darurat yang dimaksud adalah kalau seseorang terkena musibah atau ada sebuah krisis yang diluar kendalinya. Yang terjadi pada Elia adalah musibah. Jika dia boleh memilih, Elia tidak mau berurusan dengan Ahab karena Ahab ini raja yang lemah, tidak punya pendirian. Itu sebabnya Izebel dengan begitu leluasa menguasainya.

Kondisi-kondisi darurat sering diciptakan oleh Izebel dan Elia salah satu korbannya sehingga Elia lari begitu jauh bahkan dia pergi ke tempat yang tidak mungkin dijangkau orang karena begitu takutnya.

Ada waktu dimana TUHAN YESUS KRISTUS ijinkan itu terjadi dalam hidup kita. Dalam keadaan seperti itu Elia berserah kepada TUHAN dan berdoa ingin mati. Elia lupa bahwa buluh yang terkulai tidak akan pernah dipatahkan dan sumbu yang berasap tidak akan pernah dipadamkan. Itu berarti sekecil apapun iman yang kita punya, jangan pernah remehkan TUHAN YESUS KRISTUS.

Elia berpikir dengan dia mati semuanya akan selesai tapi tidak bagi TUHAN. justru itu mejadi titik awal untuk TUHAN BERKARYA lagi dalam hidupnya dan menyatakan KEBESARAN-NYA. Sesuatu yang tidak mungkin, jika ada di TANGAN YESUS KRISTUS TUHAN maka TUHAN sanggup mengubahnya, Amin

Comments