Allah Turut Bekerja

 

Roma 8:28-29 — “ Kita tahu sekarang, bahwa ALLAH turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi DIA, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana ALLAH. Sebab semua orang yang dipilih-NYA dari semula, mereka juga ditentukan-NYA dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran ANAK-NYA, supaya IA, ANAK-NYA itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”

Kita akan belajar memahami tentang cara kerja ALLAH.
Mengapa kita harus tahu bagaimana cara kerja ALLAH ?
Karena ayat ini menjelaskan dalam segala situasi, dan kondisi bahwa ALLAH turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi DIA. Artinya bahwa ALLAH tidak pernah lepas tangan sebab ALLAH dapat mengkondisikan segala sesuatu dalam rangka memberikan hal-hal yang baik kepada kita yang mengasihi DIA.

Kita bukanlah orang-orang yang mudah putus asa, bersungut-sungut, dan mempersalahkan ALLAH, jika kita dapat memahami cara kerja ALLAH. Maka kita juga tidak akan pernah menuduh ALLAH melakukan yang kurang pantas kepada kita. Mengapa? Karena dalam tindakan-NYA ALLAH selalu memberikan kebaikan kepada kita dan hal itu tidaklah selalu seperti apa yang kita inginkan dan tidak seperti yang kita gambarkan. Bangsa Israel sempat bersungut-sungut ketika TUHAN memimpin mereka keluar dari tanah Mesir dan melewati padang gurun yang di pimpin oleh Musa dengan tujuan membebaskan mereka dari perbudakan dan membawa mereka ketanah perjanjian itulah kebaikan TUHAN.

Tetapi bangsa Israel tidak memahami bahwa itu adalah proses bagi mereka agar sampai kepada tujuan mereka, yaitu ke tanah kanaan. Tetapi banyak yang bersungut-sungut dan mempersalahkan Musa, seakan-akan Musa menipu mereka. Karena mereka tidak paham akan cara kerja ALLAH. Bahkan mereka meminta kepada Musa untuk kembali ke mesir karena di mesir mereka bisa makan daging sepuasnya. Contoh dalam Alkitab tentang Marta dan Maria yang sempat berargumentasi kepada TUHAN YESUS KRISTUS, ketika Lazarus sakit dan belum mati, Firman ALLAH mencatat bahwa TUHAN YESUS sengaja tinggal dua hari di tempat yang lain. Dan telah mendengar kabar bahwa Lazarus sudah mati dan telah empat hari dalam kubur. Maria dan Marta pun berkata: TUHAN, sekiranya KAU ada disini saudaraku itu tidak akan mati. Seolah-olah Maria dan Marta menganggap bahwa TUHAN YESUS itu tidak perduli dan mereka menganggap bahwa pertolongan TUHAN YESUS sudah terlambat Yohanes 11:21

ALLAH tidak pernah merancangkan hal-hal yang jahat atau menginginkan rancangan kecelakaan bagi kita, Yeremia 29:11 — “ Sebab AKU ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-KU mengenai kamu, demikianlah Firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."

Sebaliknya bahwa ALLAH selalu menginginkan hal-hal yang baik kepada kita sebagai umat-NYA. Sebagai bapa yang ada di dunia tahu memberI yang terbaik kepda anaknya, apalagi BAPA kita yang ada di sorga DIA pasti memberikan yang lebih baik kepada kita. Matius 7:11 — “ Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi BAPAmu yang ada di sorga, IA akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepadaNYA.”

Efesus 3:20 — “ Bagi DIA-lah yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.”

1 Korintus 2:9 — “ Tetapi seperti ada tertulis: Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia semua yang disediakan ALLAH untuk mereka yang mengasihi DIA.”

Sesulit apapun masalah yang kita hadapi jangan sampai kita mempersalahkan ALLAH. Sebab TUHAN baik dan TUHAN selalu memberi yang terbaik kepada kita itulah kerinduan TUHAN. Bagaimanakah cara kerja ALLAH untuk menyiapkan yang terbaik bagi kita ?

1. ALLAH bekerja tidak pakai jalan pintas

Dalam hal untuk menyiapkan yang terbaik bagi kita, TUHAN tidak pernah memakai jalan pintas atau cara yang instan, kadang kala kita dibawa ke padang gurun yang kering dan tandus. Hari-hari ini banyak orang maunya serba instan tetapi TUHAN tidak memakai cara itu dalam mendatangkan kebaikan bagi kita Keluaran 13:17-18 — “ Setelah Firaun membiarkan bangsa itu pergi, ALLAH tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat; Sebab Firman ALLAH : ”Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir." Tetapi ALLAH menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir.”

Bagi ALLAH proses lebih penting dari pada jawaban Doa kita, kita mau cepat dan instan. Tetapi TUHAN mau agar kita mampu di dalam menjalani proses. Ada banyak contoh di Alkitab orang-orang yang hidup dalam proses bukan serba cepat atau instan yaitu :

Musa ▬> ingin cepat jadi seorang pemimpin tetapi TUHAN membawa dia ke padang gurun selama 40 tahun untuk memimpin bangsa Israel yang tegar tengkuk.

Yusuf ▬> bermimpi bahwa dia akan jadi seorang pemimpin tetapi dia harus menjalani proses, dia harus di buang ke sumur tua dan dijual menjadi budak di tanah Mesir yang dilakukan oleh saudara-saudaranya. Lewat itulah Yusuf sampai ke Mesir dan kemudian dia menjadi seorang perdana mentri.

Oleh sebab itulah TUHAN YESUS berkata kepada murid-NYA, jika engkau setia dalam perkara yang kecil maka engkau akan di percayakan perkara yang lebih besar. Matius 25:23 — “ Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu."

2. ALLAH mau memberdayakan potensi yang ada pada kita

Karunia atau talenta yang ada harus kita kembangkan dan TUHAN juga mau memakai kita. Artinya bahwa TUHAN tidak mau menyiapkan yang terbaik kepada orang yang malas dan jangan bermimpi bahwa TUHAN mau mengerjakan yang terbaik dan masa depan yang penuh harapan, jika kita hanya tidur, malas dan bersantai-santai di rumah. Tetapi harus ada usaha yang harus kita lakukan. 2 Raja-raja 4:1-7.

Kita harus memberdayakan potensi dan talenta kita. TUHAN yang akan menyempurnakan, itulah cara ALLAH bekerja dalam hidup kita dan bukan memberi kita uang tunai, tetapi dengan apa yang kita miliki yaitu talenta dan kemampuan yang ada. Kita semua memiliki potensi atau talenta, ada 5, 2 dan 1 (Matius 25)

"Maka datanglah murid-murid-NYA dan bertanya kepada-NYA : "Mengapa ENGKAU berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?" Jawab YESUS : "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya." Matius 13:10-12

Bagi mereka yang tidak mengembangkan talentanya, akan diambil dari padanya. Artinya, yang memiliki perbendaharaan pengetahuan tentang kerajaan sorga dia akan semakin diberi dan orang yang tidak memiliki perbendaharaan akan semakin miskin. Matius 25:28, Lukas 8:18.

3. ALLAH bekerja berdasarkan Hukum keseimbangan

Artinya bahwa ALLAH akan memberikan yang terbaik kepada kita, seimbang dengan apa yang kita lakukan. Karena apa yang engkau tabur itulah yang akan engkau tuai, Galatia 6:7 — “ Jangan sesat! ALLAH tidak membiarkan diri-NYA dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya." Jangan kita bermimpi untuk menuai yang baik jika kita sedang menabur yang tidak baik.

Matius 6:12 — “ dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami”. KJVS = Hapuskanlah hutang kami seperti kami menghapus orang yang berhutang kepada kami.

Matius 6:14 — “ Karena jika kamu mengampuni kesalahan orang, BAPAmu yang di sorga akan mengampuni kamu juga, tetapi jika kamu tidak mengampuni orang, BAPAmu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

Jika kita ingin diampuni maka kita harus mengampuni. Mazmur 18:21-27, Keluaran 23:27-30. Dalam tiga hal ini, kalau kita paham cara ALLAH bekerja maka tidak ada peluang bagi kita untuk bersungut-sungut, tetapi sebaliknya iman kita akan semakin kuat menantikan yang terbaik dari rencana

Comments