Perhatikan kondisimu Hagai 1:6-7


 Hagai 1:6-7 — “ Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang! Beginilah FIRMAN TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu!”

Dalam pembacaan ini kita dapat melihat bahwa ada sesuatu yang tidak normal terjadi. Hal-hal ini terjadi bukan karena kebetulan tapi karena ada alasannya. Bangsa Israel ditawan di Babel selama 70 tahun dan selama perjalanan 70 tahun ini akhirnya raja Babel dikalahkan oleh raja Persia yang bernama Koresh.

"Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan FIRMAN yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini: "Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, ALLAH semesta langit. IA menugaskan aku untuk mendirikan rumah BAGI-NYA di Yerusalem, yang terletak di Yehuda. Siapa di antara kamu termasuk UMAT-NYA, ALLAHnya menyertainya! Biarlah ia berangkat pulang ke Yerusalem, yang terletak di Yehuda, dan MENDIRIKAN RUMAH TUHAN. ALLAH Israel, yakni ALLAH yang diam di Yerusalem." Ezra 1:1-3

Setelah raja Babel hancur maka Koresh mengambil alih pemerintahan bahkan seluruh dunia takhluk kepada raja Persia ini dan harus tunduk kepadanya. Raja Koresh ini hatinya digerakkan oleh TUHAN untuk menggenapkan FIRMAN TUHAN yang dinubuatkan oleh nabi Yeremia. Raja Koresh berkata kepada bangsa Yehuda bahwa mereka harus kembali ke Yerusalem sebab ada tugas yang mereka harus kerjakan di sana yaitu MENDIRIKAN RUMAH TUHAN yang telah hancur. Ketika bangsa ini kembali ternyata ada hambatan untuk MEMBANGUN RUMAH TUHAN. Dan hambatan ini justru datang dari orang-orang mereka juga yaitu orang Samaria.

"Ketika lawan orang Yehuda dan Benyamin mendengar, bahwa orang-orang yang pulang dari pembuangan itu sedang membangun BAIT SUCI bagi TUHAN, ALLAH Israel, maka mereka mendekati Zerubabel serta para kepala kaum keluarga dan berkata kepada mereka: "Biarlah kami turut membangun bersama-sama dengan kamu, karena kami pun berbakti kepada ALLAHmu sama seperti kamu; lagipula kami selalu mempersembahkan korban KEPADA-NYA sejak zaman Esar-Hadon, raja Asyur, yang memindahkan kami ke mari." Tetapi Zerubabel, Yesua dan para kepala kaum keluarga orang Israel yang lain berkata kepada mereka: "Bukanlah urusan kita bersama, sehingga kamu dan kami MEMBANGUN RUMAH BAGI ALLAH kami, karena kami sendirilah yang hendak membangun bagi TUHAN, ALLAH Israel, seperti yang diperintahkan kepada kami oleh Koresh, raja negeri Persia." Ezra 4:1-3

Ketika lawan orang Benyamin dan Yehuda mendengar bahwa orang-orang yang pulang dari pembuangan itu sedang membangun BAIT SUCI bagi TUHAN, mereka menawarkan kerja sama untuk MEMBANGUN BAIT SUCI. Akan tetapi Zerubabel menolak kerja sama tersebut sebab pembangunan itu akan mereka kerjakan sendiri.

Hal ini disampaikan oleh Zerubabel bukan karena ada kesombongan dalam dirinya melainkan karena ini adalah PERINTAH dari TUHAN melalui raja Koresh. (Ezra 4:5) Karena usul kerja sama itu tidak diindahkan atau tidak diterima maka orang-orang Samaria ini dikatakan mulai dari zaman Koresh sampai zaman pemerintahan Darius raja Persia, mereka menyogok para penasihat untuk melawan bangsa Yehuda dan berusaha menggagalkan rencana mereka. Karena perbuatan demikian akibatnya bangsa Yehuda menjadi lemah dan takut untuk MEMBANGUN RUMAH TUHAN.

TUHAN kemudian memakai Hagai untuk menyemangati bangsa Yehuda kembali dan mengingatkan mereka bahwa PEMBANGUNAN RUMAH TUHAN jangan sampai berhenti, mereka harus mengerjakannya sampai selesai. Karena Hagai melihat ada sesuatu yang tidak biasa terjadi dalam kehidupan bangsa Yehuda itu sebabnya dia berkata “Perhatikanlah keadaanmu!” Hagai 1:5, 7

Hagai ingin menyadarkan bangsa ini bahwa ada sesuatu yang tidak biasa sedang terjadi sebagai akibat karena mereka tidak memperhatikan PEMBANGUNAN RUMAH TUHAN yang hanya tinggal reruntuhan saja. (Hagai 1:9c) Bangsa Yehuda telah beralih prioritas karena ada tantangan yang mereka hadapi yang membuat mereka menjadi takut dan kini yang mereka prioritaskan adalah membangun rumah mereka sendiri. (Hagai 1:2) Hagai mendengar dengan jelas bangsa ini berkata “Sekarang belum tiba waktunya untuk MEMBANGUN kembali RUMAH TUHAN!” Jadi mereka menghentikan pembangunan tersebut.



Apa pelajaran rohani yang bisa kita pelajari dari kisah ini ?
1 Korintus 3:16 — “ Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah BAIT ALLAH dan bahwa ROH ALLAH DIAM di dalam kamu ?"

FIRMAN TUHAN berkata bahwa tubuh kita adalah RUMAH TUHAN dan dipenghujung akhir zaman ini biarlah kita lebih memperhatikan hal-hal yang rohani dari pada hal-hal yang jasmani.

Sebelum KEDATANGAN YESUS KRISTUS TUHAN ada dua hal menonjol yang akan terjadi yaitu: Pertama, akan muncul banyak kebingungan karena orang-orang akan disesatkan oleh pengajaran-pengajaran palsu. Bukan karena penyesatnya yang hebat melainkan karena orang-orang itulah yang memberi diri disesatkan. Kedua, akan terjadi murtad dimana orang-orang akan MENINGGALKAN TUHAN YESUS KRISTUS.

Yang TUHAN YESUS mau dalam kehidupan kita adalah “Tetapi CARILAH dahulu KERAJAAN ALLAH dan KEBENARAN-NYA, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Matius 6:33

Itu sebabnya hari-hari ini biarlah prioritas kita adalah untuk membangun atau memperbaiki rumah rohani kita. Jangan pernah coba-coba untuk beralih prioritas dalam hidup ini, sebab TUHAN YESUS bisa melakukan hal-hal yang tidak normal atas hidup kita. Rasul Paulus lebih suka memikirkan hal-hal yang di atas yang bersifat kekal dari pada kehidupan yang hanya sementara.

FIRMAN TUHAN berkata “Perhatikanlah keadaanmu.” Biarlah tingkat pengertian kita harus sesuai dengan apa yang TUHAN YESUS KEHENDAKI. Orang-orang yang dekat dengan kita, suatu saat mereka akan muncul untuk melemahkan kerinduan kita BERTUMBUH dalam KRISTUS YESUS TUHAN.

"Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu IA, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari KRISTUS YESUS." Filipi 1:6

Percayalah jika yang kita kerjakan adalah untuk KEPENTINGAN TUHAN, maka TUHAN YANG MEMBERIKAN KEPERCAYAAN itu akan terus menyertai kita sampai HARI KEDATANGAN KRISTUS YESUS TUHAN. Tantangan yang juga seringkali menghalangi kita bertumbuh dalam rohani kita adalah MALAS atau kerajinan yang kendor, Roma 12:11 — “ Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan LAYANILAH TUHAN.”

HARI TUHAN itu cepat seperti kilat yang memancar dari timur ke barat. Segala sesuatu dipercepat hari-hari ini sebab jika waktu-waktu ini tidak dipersingkat maka tidak ada yang akan selamat. Itu sebabnya jangan kurangi kecepatan kita dalam MELAYANI TUHAN untuk membangun kehidupan rohani kita.

Perhatikanlah keadaan kita dan marilah kita berlomba-lomba membangun rumah rohani kita meskipun ada banyak tantangan yang harus kita hadapi, tetaplah maju. TUHAN YESUS MENOLONG dan TUHAN YESUS juga yang akan memberkati kita, Amin...TUHAN YESUS MEMBERKATI.

Comments