7 Khotbah tentang Doa


Kebutuhan akan membuat khotbah yang baik diawali dengan  pengenalan akan Tuhan dan pengetahuan yang benar tentang Alkitab dan referensi sebagai pembuka untuk jalan menyiapkan khotbah. Berikut ini beta sajikan 7 Khotbah tentang Doa, selamat membaca dan menyiapkan khotbah.

1. DOA DAN PUASA DANIEL

Alkitab mencatat tentang sosok DANIELyang diberkati Tuhan karena cara hidupnya yang taat pada kehendak Tuhan. Ia dikisahkan sebagai sosok yang dianugerahi wawasan luas, bijaksana dan dipenuhi hikmat Tuhan. Ketaatannya digambarkan dengan kebiasaannya berdoa 3 kali sehari dengan menghadap ke Yerusalem  (Daniel 6:12)

Ketaaatan itulah yang dipandang oleh Tuhan, sehingga beragam mujizat kerap dialaminya. Doa-doa Daniel selalu dihubungkan dengan peristiwa khusus di dalam sejarah Israel ketika di dalam pembuangan. Jawaban-jawaban Tuhan terhadap doa Daniel memberikan pencerahan yang membuka tabir mengenai masa depan Israel, dan bahkan mengenai akhir jaman (Daniel 12).

Dalam Daniel 10 dituliskan bahwa ia berkabung dan berpuasa selama tiga minggu atau 21 hari lamanya karena mendapat penglihatan mengenai kesusahan yang besar. Lalu mengapa harus 21 hari? Apa makna doa dan puasa Daniel itu?

 a. Bentuk kesungguhan hati

Di dalam Daniel 10, diceritakan bagaimana ia menyikapi penglihatan akan kesukaran besar yang dianggapnya sangat berat dan besar. Di dalam doanya, Daniel dipenuhi kegentaran dan ketakutan karena penglihatan-penglihatan yang diterimanya. Doa Daniel bukan doa basa-basi, tetapi doa karena melihat suatu ancaman yang besar di depan mata. Doa dan puasanya saat itu menunjukkan kesungguhan dan intensitas doa Daniel. 

b. Bentuk peperangan rohani

Di dalam Daniel 10:13-14, dituliskan bahwa doa adalah peperangan rohani. Doa bukanlah sekedar ritual yang dilihat mata, didengar telinga dan diucapkan melalui kata-kata. Ketika kita berdoa, terjadilah peperangan rohani yang dahsyat. Jawaban Tuhan tertahan hingga 21 hari. Karena ia yang membawa jawaban itu dihadang oleh raja-raja Persia, yang diketahui sebagai simbol-simbol kekuatan yang melawan Tuhan. Ketika Mikhael datang untuk menolong memerangi musuh-musuh di alam roh ini, barulah doa-doa Daniel terjawab.

c. Bentuk ketekunan dan usaha

Dalam posisinya, Daniel sedang berada dalam medan peperangan. Dengan itu, ia memerlukan ketekunan dan usaha yang sungguh-sungguh. Bila saja Daniel berhenti berdoa dan berpuasa pada hari yang ke-15, ke-17 atau bahkan ke-20 mungkin jawaban doa itu tidak akan pernah datang. Itu sebabnya Alkitab mengajar kita untuk bertekun di dalam doa. 

Setelah menuntaskan doa dan puasa Daniel selama 21 hari, Tuhan dengan nyata membuka jalan dan menjawab segala ketakutan dan kesusahan hati Daniel. Tuhan membuktikan bahwa jawaban doa melahirkan hikmat dan pengertian ilahi. Lewat malaikat Gabriel, Tuhan menguatkan Daniel dari ketakutan dan kegentaran yang ia alami saat itu. Dalam Daniel 10:12, malaikat Gabriel berbicara : “Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu”. Malaikat Gabriel membawa kabar dari Tuhan kepada Daniel pada hari ke 21 saat ia berpuasa, yaitu tanggal 24 bulan pertama.

Sepanjang kehidupannya, Alkitab mencatat bahwa Daniel pernah mengalami mujizat diselamatkan dari gua singa. Ia juga menjadi orang yang terpandang dan memiliki kedudukan dalam tiga pemerintahan Babel dan Persia. Sekalipun ia teguh percaya kepada Tuhan, namun ia tetap mau merendahkan diri dan taat kepada Tuhan, berkabung dengan berpuasa dan berdoa hingga jawaban Tuhan terjadi sesuai dengan waktu-Nya. 

Dari kisah Daniel, kita belajar bahwa doa dan puasa adalah komponen penting dalam kehidupan kerohanian kita. Sebab hal itu dapat menjadi senjata rohani yang kita kenakan untuk mengerti tentang penyertaan Tuhan kepada setiap orang yang mau merendahkan diri dihadapan-Nya.

2. DOA ABRAHAM

Mengapa Allah sudah terlebih dahulu menceritakan kepada "Sahabat"nya tentang apa yang ingin dilakukan-Nya? "Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka" (Mazmur 25:14). Umat Tuhan merupakan yang pertama yang mengetahui kehendak-Nya. Allah mempercayai Abraham, sahabat-Nya. Jika Abraham mendengar suatu menggelegar dan melihat letupan api menyala-nyala di angkasa dan merasakan bumi yang dipijaknya bergetar, sementara Kota Sodom dihancurkan tanpa ia sendiri diberitahu sebelumnya, bagaimana pandangannya tentang janji yang baru saja diberikan Allah kepadanya? Ia mungkin akan merasa bimbang. Abraham mengasihi seluruh penduduk Kota Sodom dan bukan hanya keponakannya Lot saja.

Abraham mengajukan pertanyaan yang merupakan beban berat dalam hatinya. "Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik?" Di sini Abraham menyampaikan keyakinannya kepada Allah dan berkata, "Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?" Ia mengajukan permohonannya berdasarkan kebenaran Allah dan bukan berdasarkan belas kasihan-Nya. Dengan sepenuhnya percaya kepada keadilan Allah yang mutlak, ia mencurahkan isi hatinya dan mengungkapkan kesulitan-kesulitannya kepada Allah. Inilah bagaimana seharusnya orang-orang percaya misteri kehidupan.

Abraham memiliki kesadaran yang mendalam tentang Allah. Oleh karena itu ia menghadap ke hadirat Allah dengan kerendahan hati dan rasa hormat yang dalam. "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan" (ayat 27). Persekutuan yang paling intim antara manusia dengan Allah haruslah dengan hormat dan takut akan Allah. Enam kali Abraham memohon pengampunan bagi Sodom dan Gomora dan enam kali Allah menjawabnya. Abraham berhenti bertanya sebelum Allah berhenti menjawab. Mengapa ia berhenti ketika ia menananyakan tentang sepuluh orang itu? Tak salah lagi Roh Kudus telah mengentikannya.

Kita bertanggung jawab untuk mendoakan orang lain. Kita berdosa kepada Allah jika kita tidak mendoakan orang lain (1Sam 12:23). Pada saat-saat seperti itu, kita masuk ke dalam tempat yang mahakudus karena dorongan kasih dan belas kasihan terhadap orang lain. Kita hanya dapat mendoakan orang lain kalau kita hidup dalam persekutuan yang erat dengan Allah (Yohanes 15:7).

Ada empat fakta yang harus dipelajari dari bagian ini:

1. "Allah memeriksa kondisi moral dari kota-kota.
2. Allah bersedia mendengar permohonan manusia yang memohin dengan kesungguhan hati.
3. Bahwa beberapa orang dapat melayani banyak orang.
4. Bahwa doa manusia berada di bawah kekuasaan sumber-sumber Ilahi

3. DOA NEHEMIA

“Nehemia 1:2-6 (TB) datanglah Hanani, salah seorang dari saudara-saudaraku dengan beberapa orang dari Yehuda. Aku menanyakan mereka tentang orang-orang Yahudi yang terluput, yang terhindar dari penawanan dan tentang Yerusalem.”

“Kata mereka kepadaku: “Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar.”

“Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit,”

“kataku: “Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya,”

“berilah telinga-Mu dan bukalah mata-Mu dan dengarkanlah doa hamba-Mu yang sekarang kupanjatkan ke hadirat-Mu siang dan malam bagi orang Israel, hamba-hamba-Mu itu, dengan mengaku segala dosa yang kami orang Israel telah lakukan terhadap-Mu. Juga aku dan kaum keluargaku telah berbuat dosa.”

Peristiwa yang terjadi sekitar tahun 445 sebelum Masehi ini berkisah tentang kembalinya orang Israel yang ditawan di Babel dan Persia. Kitab Nehemia sebenarnya tidak bisa dipisahkan dengan kitab Ezra. Ezra yang kembali dari pembuangan ke Yerusalem lebih dahulu dari Nehemia berfokus pada pembangunan kembali bait Allah. Sedangkan Nehemia membangun tembok Yerusalem yang sudah roboh.

Nehemia, yang pada saat itu sudah menjadi orang kepercayaan raja Artahsasta, sebenarnya bisa memilih untuk tetap berada di zona nyaman, menikmati kedudukannya di istana raja dan tidak berbuat apa-apa untuk kampung halamannya Yerusalem.

Tapi Nehemia bukan tipe pemimpin yang puas berada di zona nyaman, _comfort zone_, dan tidak berbuat apa-apa melihat nasib saudara-saudara sebangsanya. Ada tiga hal yang menjadi karakteristik Nehemia dalam peristiwa ini: Nehemia peduli, berdoa dan bertindak.

a. Peduli

Kepedulian Nehemia dinyatakan dengan “kesediaannya menerima” kunjungan saudara-saudaranya dari Yerusalem. Setelah itu Nehemia *bertanya” tentang orang-orang Yahudi yang terluput dari penawanan dan tetap tinggal di Yerusalem. Kemudian Nehemia “mendengar”. Kepeduliannya dinyatakan dengan kesediaan untuk mendengarkan keluhan dan nasib bangsanya. Bukan hanya mendengar, Nehemia “menanggapi” , merespon dengan serius situasi yang dihadapi bangsanya.

b. Berdoa

Kepedulian Nehemia terhadap nasib bangsanya dinyatakan dalam doa. Nehemia mencari Allah. Nehemia tidak bergantung pada kekuatannya sendiri sekalipun dia berada dalam lingkungan kekuasaan. Nehemia berdoa dengan kesungguhan hati, yang terlihat dari sikap hatinya yang berkabung dan berpuasa serta berdoa siang dan malam. Dalam doanya, Nehemia “mengaku dosa”, mengakui dosa bangsanya dihadapan Allah. Nehemia juga dengan rendah hati menyamakan dirinya dengan bangsanya, mengakui dosanya dan dosa keluarganya bersama dengan dosa bangsanya.

c. Bertindak

Nehemia bukan tipe pemimpin yang hanya peduli dan berdoa. Dia adalah tipe “Man of Action”. Nehemia bertindak. Dia melakukan sesuatu, melakukan apa yang dia doakan. Nehemia bukan tipe pemimpin yang “merohanikan segala sesuatu” dengan berkata “yang penting sudah berdoa, hasilnya serahkan pada Tuhan”. Tidak. Nehemia bukan pemimpin seperti itu. Dia bertindak dan melalukan.

4. DOA HANA

Hari ini kita perlu belajar mengetahui bahwa apapun pergumulan dan masalah yang sedang kita hadapi baik secara pribadi maupun bersama sama dalam jemaat dan termasuk menyangkut bangsa dan negara kita tercinta, pasti ada jalan keluarnya. Karena itu saya perlu sampaikan kepada saudara pembaca renungan anggur baru ini bahwa, Doa adalah Jawaban atas setiap masalah hidup kita (Fil. 4:6).

Dalam bacaan kita hari ini menceritakan tentang Hana seorang ibu rumah tangga yang cukup lama menderita dari hari ke- hari. Persoalannya adalah dia ia merasa terhina sekali karena tidak punya anak disebabkan Tuhan telah menutup kandungannya. Ketahuilah bahwa apa yang telah ditutup Tuhan tidak dapat dibuka oleh siapapun.

Namun saya mau sampaikan bahwa Doa mampu menghadirkan Mujizat Tuhan. Karena itu mungkin hari ini saudara sedang menghadapi masalah yang besar dan membuat seolah-olah pintu sudah tertutup dan tidak ada jalan keluar, saya mengajak saudara untuk naikan doa dan permohonan kepada Tuhan karena hanya Tuhanlah penolong dan pembuat mukjizat.

Hana membawa persoalannya kepada Tuhan dalam doa yang tidak berkeputusan dan Tuhan memberikan kepadanya apa yang ia minta kepada-Nya.Belajar dari kisah Hana ini kita menemukan minimal ada 3 Rahasia Doa yang menghadirkan mujizat Allah sebagai berikut : Pertama, Doa yang menghadirkan mukjizat Allah adalah Doa orang benar (Yak. 5:16). Kita semua orang berdosa, tetapi sudah dibenarkan oleh darah Kristus yang tertumpah di golgota. Jika kita terus hidup di dalam kebenaran maka pasti doa kita punya kuasa.

Beberapa ciri orang benar adalah takut Tuhan, selalu berdoa dan membawa masalahnya hanya kepada Tuhan dan bukan kepada hakim dunia. Perhatikan cara Hana menyelesaikan masalahnya, itu adalah cara orang benar.

Kedua, Doa yang menghadirkan mukjizat Allah adalah doa orang yang rendah hati (ay. 11). Hana memulai kalimat doa dan nazarnya dengan kata- kata: “TUHAN semesta alam....” ini adalah ungkapan hati yang mencirikan seorang yang rendah hati. Ketahuilah bahwa Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati (1 Pet. 5:16b).

Kesombonganlah yang telah menghambat banyak orang untuk mengalami kasih dan mukjizat dari Tuhan. Marilah kita merendahkan diri dihadapan Tuhan supaya Tuhan semakin mencurahkan belas kasihannya kepada kita.

Ketiga, Doa yang menghadirkan mujizat Allah adalah doa untuk kemulian Allah (ay. 11). Tujuan doa Hana adalah untuk kemulian Allah semata-mata. Karena itu dalam ayat 11 kita perhatikan permintaannya kepada Tuhan bahwa jiwa ia diberikan seorang anak laki-laki maka anak itu akan diserahkan kembali kepada Tuhan. Luar biasa doanya.

5. DOA YOSUA

 Doa  adalah nafas bagi setiap orang Kristen. Dengan berdoa maka hari-hari anda pun akan berkemenangan. Seberapa pentingkah doa bagi anda? Apakah ketika anda tidak berdoa, anda merasa seperti mati. Bukan mati dengan fisik tetapi rohani anda. Tahukah anda Doa sangat penting bagi orang Kristen. Yosua dapat mengalahkan Yerikho hanya karena Doa. Siapakah Yosua? Yosua adalah abdi musa. Setelah Musa mati, dialah pemimpin muda yang memimpin pasukan Israel. Tuhan berjanji kepada Musa bahwa, “ Seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau”. ( Yosua 1:5).

Apakah yang membuat Yosua tampil beda dengan pemimpin-pemimpin lain? Dalam bilangan 14 : 6-9 menjelaskan bahwa Yosua dan Kaleb adalah orang-orang yang gagah berani. Ketika mereka menemui orang-orang kuat di Israel, mereka tidak takut dan pesimis. Mari kita lihat bagaimana kehidupan Doa seorang Yosua dan kemenangan apa saja yang telah Yosua alami :

a. Kehidupan doa Yosua sangat akrab dengan Tuhan. Ketika Yosua ingin merebut tanah Kanaan, Tuhan berjanji bahwa “Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu.” (Yosua 1:3). Bagaimana Yosua dapat merebut tanah Kanaan? Tentunya dengan Doa. Dalam Yosua 5:13-15 menjelaskan bahwa panglima bala tentara Tuhan menemui Yosua. Sehingga Yosua pun dapat memimpin peperangan dengan “ bantuan militer “ dari surga. Yosua memimpin peperangan dengan “bantuan militer” dari surga. Bahkan panglima bala tentara Tuhan pun menemuinya sendiri (Yosua 5:13-15).

b. Runtuhnya Kota Yerikho bukan hasil dari kekuatan Yosua memimpin bangsa Israel. Ini adalah hasil Doa Yosua. Doa memberi tanda bahwa Yosua mengandalkan Tuhan. Dalam Yosua 6 menjelaskan bahwa Yerikho diruntuhkan dan bangsa Ai pun di binasakan (Yosua 8).

c. Puncak Doa Yosua adalah bagaimana pemimpin muda ini dapat mengikat perjanjian antara bangsa Israel dengan Allah.

Yosua 24:25 : Pada hari itu juga Yosua mengikat perjanjian dengan bangsa itu dan membuat ketetapan dan peraturan bagi mereka di Sikhem.

Musa menumpangkan tangan terhadap Yosua. Dia mempersiapkan penerusnya itu agar dapat lebih dari dirinya. Yang telah diterima Yosua adalah sebagai bentuk “ Impartasi” doa dari Musa. Kita dapat melihat bahwa tidak hanya musa yang melakukan “ Impartasi “ kepada Yosua, tetapi Elia juga melakukan impartasi kepada Elisa, demikian juga Paulus kepada Timotius.

Ulangan 34: 9

Dan Yosua bin Nun penuh dengan roh kebijaksanaan, sebab Musa telah meletakkan tangannya ke atasnya. Sebab itu orang Israel mendengarkan dia dan melakukan seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa.

Impartasi memang dibutuhkan tetapi bukan berarti anda mengandalkan pengurapan orang lain. Yang paling dibutuhkan adalah Penyertaan Tuhan. Penyertaan Tuhan hanya bisa terjadi ketika anda mengandalkan Tuhan. Tanda-tanda orang yang mengandalkan Tuhan adalah membangun mezbah Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Tanda Yosua membangun kehidupan doanya adalah ketika Musa mati. Yosua tidak mencari-cari doa atau nubuatan hamba Tuhan. Namun, dia membangun doanya dan tak heran bila Tuhan berbicara langsung kepada Yosua. Komitmen Yosua terlihat dari doanya kepada Tuhan, “ Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!” ( Yosua 24:15b). Tentunya Tuhan sangat memperhitungkan doa Yosua. Tuhan sangat mencintai kesatuan.

Doa kemenangan yang pernah dinaikkan Yosua adalah “belum pernah ada hari seperti itu, baik dahulu maupun kemudian, bahwa Tuhan mendengarkan permohonan seorang manusia secara demikian”. ( Yosua 10:!4). Apakah anda tahu apakah doa Yosua, sehingga alkitab menulis deimikian? Inilah doa Yosua kepada Tuhan : “Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: "Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!” (Yosua 10:12)

Mari bangun doa anda setiap hari. Anda dapat memulainya dengan doa pagi. Menyerahkan sepenuhnya aktifitas anda kepada Tuhan adalah sebuah tanda bahwa anda hanya mengandalkan Tuhan. Ketika berdoa, cobalah untuk mendengarkan suara Tuhan. Apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup anda. Tuhan berbicara melalui hati nurani anda. Dan jangan lupa untuk merenungkan firman Tuhan. Dengan demikian anda dapat mengetahui isi hati Tuhan. Menyenangkan hati Tuhan dapat anda lakukan dengan memprioritaskan Tuhan dalam hidup anda.

6. DOA TEROBOSAN

1 Samuel 12 : 23 Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada TUHAN dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu jalan yang baik dan lurus. Bagi nabi Samuel berhenti berdoa berarti BERDOSA!

Mengapa kita berdoa? Karena perintah Tuhan

Berdoa adalah sebuah perintah, dan bukan pilihan atau himbauan. Ada orang-orang yang menganggap bahwa berdoa tidak ada gunanya, karena bagi mereka, berdoa atau tidak berdoa toh tidak ada bedanya. Bagi mereka orang yang tidak berdoa pun diberi makan, sukses, dll. Dalam hal jasmani memang ada kemungkinan orang yang tidak berdoa pun akan menerimasesuatu dari Tuhan, tetapi kita harus MEMBEDAKAN antara pemberian Tuhan sebagai Pencipta kepada manusia ciptaan-Nya, dengan pemberian Tuhan sebagai BAPA kepada anak-anak-Nya.

Dalam hal rohani, orang yang tidak meminta tidak akan menerima, misalnya dalam hal pengampunan dosa, hanya diberikan kepada mereka yang meminta kepada Tuhan.
Kita berdoa karena kita membutuhkan Tuhan dalam kehidupan kita setiap hari

Kita tidak dapat berjalan sendiri. Sangat berbahaya jika kita berjalan di dunia ini tanpa Tuhan, karena ada pencuri (iblis) yang mencuri, membunuh, dan membinasakan Yohanes 10 : 10, seperti singa yang mengaum-aum yang mencari mangsa yang dapat ditelannya 1 Petrus 5 : 8.
Kita tidak dapat bersandar kepada kekuatan kita sendiri

Ingalah kita tidak dapat bergantung dan berharap kepada segala sesuatu yang tidak menentu, dan sementara seperti kepintaran, kekayaan, kemampuan, karier, pangkat, koneksi, pengaruh, kedudukan, dll. Kita membutuhkan Tuhan, dan harus senantiasa bersekutu dengan-Nya, itulah yang membuat kita tetap kuat dan berkemenangan. Banyak orang jatuh dan gagal karena tidak berdoa.

Firman Tuhan mengajarkan kepada kita Yeremia 9 : 23 – 24 (baca) Jangan bermegah karena diri kita sendiri atau apa yang bisa kita peroleh, tetapi bermegahlah karena Tuhan yang memberi dan memberkati hidup kita. Orang yang selalu mengandalkan Tuhan akan diberkati, sedangkan orang yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan tidak mengandalkan Tuhan tidak diberkati (terkutuk) Yeremia 17 : 5 – 8

Matius 6 : 6 (baca) Pada wakltu kita berdoa maka Bapa akan menjawab kita, karena ada waktu kita berdoa kita sedang membuka PINTU bagi Allah untuk datang kepada masalah dan situasi kehidupan kita. Mana kala kita berdoa kita sedang mengundang Tuhan untuk berkarya dalam hidup kita, sehingga kita akan melihat keadaan sebelum dan sesudah kita berdoa itu BERBEDA.

Pada waktu badai topan mengamuk, dan air masuk ke dalam kapal, Tuhan Yesus sedang tertidur, tetapi murid-murid segera membangunkan-Nya, karena mereka hampir mati. Hal ini menjelaskan bahwa Tuhan Yesus tidak terbangunkan oleh besarnya badai dalam hidup kita, tetapi Tuhan Yesus terbangunkan ketika seruan dan teriakan kita di dalam doa-doa kita. Artinya Tuhan Yesus lebih tertarik kepada doa-doa kita, daripada masalah yang sedang kita hadapi. Itu sebabnya, jika kita tidak berdoa, maka yang rugi adalah diri kita sendiri.

Matius 7 : 10 – 11 Tuhan Yesus berjanji akan memberikan pemberian yang baik menurut kehendak-Nya. Memang tidak semua doa kita dijawab, karena harus sesuai kehendak dan rencana Tuhan. Terkadang apa yang kita pikirkan, tidak sama seperti yang Tuhan kehendaki, namun satu hal yang pasti yang Tuhan janjikan adalah memberikan pemberian yang baik, inilah janji yang luar biasa. Jika Tuhan berjanji, Dia akan menggenapinya, karena Dia adalah Allah yang setia dan bisa diandalkan.

Tugas kita adalah mencari Allah, percaya kepada-Nya, dan menaati firman-Nya, tugas Tuhan adalah mengangkat beban kita. Bukan tanggung jawab kita untuk mengubahkan suami atau isteri, karena itu adalah tanggung jawab Tuhan, tanggung jawab kita adalah mengasihi, menghormati dan mendoakan suami/ isteri. KELUARGA KITA MEMBUTUHKAN DOA KITA.Ada tiga hal supaya kita mengalami doa-doa yang akan mengubahkan keadaan kita :

1. Kita harus menyediakan tempat dan waktu untuk berdoa kepada Tuhan.

Matius 14 : 22 – 23 (baca) Tuhan Yesus juga membutuhkan tempat untuk berdoa seorang diri dengan Bapa di surga. Walau pelayanan merupakan sesuatu yang penting, tetapi kita tidak boleh melupakan hubungan dan persekutuan yang pribadi dengan Tuhan. Selain kita adalah hamba, kita juga adalah anak, dan Bapa menghendaki agar kita menyediakan waktu untuk bersekutu dengan–Nya, karena Bapa rindu untuk bersekutu dengan kita. Kita harus berdoa kepada Bapa di surga, karena Tuhan Yesus pun berdoa kepada Bapa. Betapa pentingnya sikap kita dalam hubungan berumah tangga atau berkeluarga kepada pasangan maupun orang tua,karena hal itu mempengaruhi karya supranatural Tuhan dalam kehidupan kita. Jika kita rajin berdoa maka sikap kita akan menjadi positif.

2. Mencari Tuhan, percaya kepada-Nya, taati firman-Nya.

Markus 11 : 24 – 26 (baca) Ayat ini menjelaskan bagaimana kita harus berdoa? Jika kita berdoa kita harus percaya apa yang kita minta kita telah menerimannya. Kita tidak berjalan berdasarkan apa yang kita lihat secara jasmani, tetapi dengan percaya dab beriman berdasarkan janji Tuhan. Kita harus percaya kepada Tuhan yang setia menjawab doa. Dengan iman kita menerima semua yang dijanjikan Tuhan.

3. Hiduplah di dalam KASIH TUHAN.

Markus 11 : 25 – 26 “Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” (Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.)

Rahasia untuk mengalami doa yang mengubahkan keadaan dimulai dari doa berdasarkan kemurnian hati, jika ada hal-hal yang menghambat dan menyumbat kuasa supratarual untuk terjadi dalam hidup kita, maka hal itu harus disingkirkan, diantaranya yang paling kuat adalah KEPAHITAN dan DENDAM. Jika ada orang yang bersalah kepada kita, maka kita harus mengampuni, jangan simpan kepahitan dan dendam di hati Mazmur 66 : 18.

Jika kita ingin mengampuni orang lain, maka ingatlah akan kasih Tuhan yang telahmembebaskan dan memberkati kita.
Yohanes 15 : 12 – 17 (baca) Tuhan memberikan kepada kita perintah untuk MENGASIHI, supaya apa yang kita minta kepada Bapa diberikannya kepada kita.

Pada waktu kita berdoa terkadang kita harus bertempur melawan ke-AKU-an (diri kita sendiri), disitulah kita diuji apakah kita mau tetap taat kepada Tuhan dan firman-Nya, atau kita tetap mengikuti jalan kita sendiri. Tuhan Yesus mati bagi kita bahkan saat kita tidak pantas mendapatkannya, Dia mati dan bangkit supaya memberikan keselamatan dan pengampunan untuk kita yang percaya dan berbalik kepada-Nya. Kita diampuni karena ANUGERAH. Tuhan Yesus melakukan hal itu dalam ketaatan kepada Bapa di surga, itu sebabnya jika kita tidak akan diampuni oleh Bapa, apabila kita tidak mengampuni orang yang bersalah kepada kita.

Teruslah mencari Tuhan, percaya dan taati firman-Nya, maka Tuhan yang akan mengambil alih seluruh kehidupan kita.

Efesus 3 : 20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.

Matius 7 : 11 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” JIKA KITA MAU BERDOA, MAKA BAPA YANG DI SURGA AKAN MEMBERIKAN PEMBERIAN YANG TERBAIK BAGI KITA. Tuhanlah pembela kita, itu sebabnya kita tidak perlu takut dengan siapapun di dunia ini.

1 Yohanes 4 : 7 – 8 (baca) Kita harus saling mengasihi karena kasih berasal dari Allah, kasih Allah itu yang akan mengubahkan keadaan kita. Barangsiapa tidak mengasihi dia tidak mengenal Allah. 1 Korintus 2 : 9 Semua berkat tersedia bagi kita yang mengasihi Tuhan

7. TIGA HAL YANG MENJADIKAN DOA ANDA BERKUASA

"Berdoa adalah sarana yang Allah sediakan bagi kita untuk berbicara dengan Dia. Melalui doa kita menyampaikan permohonan kita kepada Allah dan mengharapkan Dia dan belas kasihan-Nya untuk memberikan apa yang kita minta dari Dia.

Jika saya bertanya pada Anda: "Apakah semua doa kita tidak dijawab oleh Tuhan?" Tentu jawabannya adalah: Tidak! Sebab banyak orang telah menerima jawaban doa dari Tuhan.

"Kalau begitu, apakah semua doa kita dijawab oleh Tuhan?" Jawabannya juga adalah: Tidak! Sebab ada juga banyak doa yang tidak dikabulkan Tuhan (lht Yak 4:3).

Kebenaran tentang doa adalah bahwa tidak semua doa kita dijawab oleh Tuhan. Hanya doa yang berkuasa, itulah yang dijawab oleh Tuhan. Oleh sebab itu, adalah perlu untuk kita memahami bagaimana kita berdoa dan doa kita memiliki kuasa, dalam arti dapat dikabulkan oleh Tuhan.

Kitab Suci memberitahu kita bahwa: “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yak 5:16).

Dari penggalan kebenaran ini, kita menemukan Tiga (3) hal yang menjadikan doa kita berkuasa atau dijawab Tuhan.

Pertama; Berdoa dan Bukan Melapor.

Yakobus menyebut hal yang bila dengan yakin didoakan, maka akan sangat besar kuasanya adalah: Doa, dan bukan laporan. Ada beda nyata antara berdoa kepada Allah dan melapor kepada Allah. Melapor adalah memberitahu Allah tentang segala sesuatu yang terjadi dengan kita dan yang kita perlukan, dari apa yang dapat kita ingat.

Pendoa bertipe pelapor, hanya berbicara kepada Allah tanpa melibatkan kehendaknya. Ia memberitahu Allah tentang sesuatu supaya Allah mau, Allah ingin dan Allah rindu untuk memberikannya, tetapi ia sendiri tidak “merindukan” apa yang ia minta. Pendoa seperti ini, hanya menginformasikan saja kepada Allah, tanpa betul-betul menghendaki, menginginkan dan merindukan apa yang ia minta melalui mulutnya kepada Allah.

Misalnya ia berdoa meminta kesembuhan bagi tetantangga yang sedang sakit. Hatinya tidak benar-benar merindukan agar tetangganya sembuh dan sehat. Ia hanya melapor saja kepada Allah bahwa orang itu sakit dan meminta tolong agar Allah mau menyembuhkan, tetapi ia sendiri tidak betul-betul merindukan agar orang itu sembuh. Bahkan kadang-kadang, pikirannya pun tidak dilibatkan dalam berdoa. Mulutnya bicara lain, pikirannya memikirkan hal lain. Ia bisa saja berkata: “Berilah kesembuhan kepada ibuku.” Namun pikirannya berpikir tentang jemuran di tali, kambing di kandang, Ayam di dapur dan lainnya. Ini bukanlah doa!

Berdoa adalah berbicara kepada Allah dari diri Anda, yaitu tubuh, jiwa dan roh Anda. Setiap kata yang Anda utarakan kepada Allah, harus berasal dari: 1). Roh atau batin Anda, dan 2). Disadari oleh jiwa, yaitu pikiran, perasaan serta kehendak Anda, serta 3). Didukung oleh sikap tubuh Anda. Paulus berkata: “Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku.” (1 Kor 14:15). Demikian juga, Alkitab telah mengatur bahwa berdoa haruslah disertai dengan sikap tubuh tertentu. Misalnya:

1). Menadahkan tangan. Alkitab katakan: “Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci , tanpa marah dan tanpa perselisihan.” (1 Tim 2:8).

2). Berlutut. Firman Tuhan berkata: “Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya..” (Luk 22:41). “Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: "Tabita, bangkitlah. " Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk.” (Kis 9:40).

3). Merebahkan badan ke tanah atau Sujud. Alkitab berkata: “Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya....” (Mat 26:39).

Memang, hal-hal ini bukanlah suatu hal yang statis, tetapi juga penting dalam doa. Anda tidak harus menggunakan ketiganya secara serentak dalam berdoa, tetapi Anda bisa memilih salah satu dan menggunakannya, ketimbang berdoa dengan tidak beraturan sama sekali.

Misalnya Anda membuka tangan, atau berlutut sambil mengatupkan jari-jari Anda, atau sujud ke bawah sambil mengulurkan kedua tangan. Elia begitu. Alkitab katakan: “Elia naik ke puncak gunung karmel, lalu ia membukuk ke tanah dengan mukanya di antara kedua lututnya.” (1 Raj 18:42). Kemudian Yakobus memuji Elia, katanya: ”Elia adalah manusia biasa sama seperti kita dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa supaya hujan jangan turun dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan buahnya.” (Yak 5:17-18).

Jadi selain melibatkan roh dan jiwa, juga harus ada sikap tubuh dalam berdoa, karena Musa, Elia, Yesus, Para murid, bahkan Paulus, semuanya berdoa dengan suatu sikap tubuh dan Doa mereka disebut sebagai “Doa yang sungguh-sungguh”.


Saat Anda berkata-kata kepada Allah dari dalam roh atau batin Anda, seraya disadari oleh pikiran, dihayati oleh perasaan dan dirindukan oleh kehendak Anda, serta didukung oleh sikap tubuh Anda, maka perkataan Anda adalah sebuah doa sungguh-sungguh yang mengandung kuasa, seperti doa-doa Elia dan para hamba Tuhan lainnya.

Kedua; Menjadi Orang Benar.

Hal kedua yang menjadikan doa Anda berkuasa adalah, menjadi orang benar. Yakobus berkata: “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yak 5:16).

Hidup saleh, yaitu berpikir yang kudus, melihat yang baik, mengucapkan yang benar, berhati tulus, adalah keunggulan yang membuat doa Anda didengar oleh Tuhan yang Kudus. Alkitab berkata: "Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong." (Maz 34:16). Memang, kita semua dilihat dan didengar oleh Tuhan, tetapi orang yang memilih berbuat yang benar “diperhatikan” oleh Tuhan. Doanya akan dikabulkan dan masalahnya akan ditangani oleh Allah.

Lihat saja, Yesus dalam hidupnya sebagai manusia, Ia sama seperti kita, kecuali satu hal, yaitu Ia tidak pernah berbuat dosa. Dan oleh karena kesalehan-Nya, doa-doa-Nya yang dipanjatkan kepada Bapa di sorga, dikabulkan oleh Bapa di Sorga. Alkitab katakan: “Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.” (Ibr 5:7). Kesalehan hidup membuat doa Anda besar kuasanya.

Persoalan seringkali kita tidak didengarkan oleh Allah adalah, karena mulut kita bicara kotor, dolak-dalik, berbohong dan suka melukai perasaan orang lain. Pikiran kita erotis, najis, jahat dan hati kita menyimpan kepahitan, sakit hati, dendam dan niat jahat terhadap orang lain. Yesaya menyebutnya “Dosa dan Kejahatan”, dan memberitahu kita bahwa "itulah" yang menghalangi doa kita kepada Tuhan. Nabi itu berkata:

“Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” (Yes 59:1-2).

Hal-hal jahat yang diam-diam Anda buat di dalam kamar tertutup dan diam-diam Anda pikirkan tanpa ketahuan orang lain, mereka hidup seperti arwah dan menjadi perintang atas doa-doa Anda.

Karena itu supaya doa Anda besar kuasanya, jadilah orang yang saleh dan hiduplah sebagai orang benar. Jangan bicara kotor dengan mulut Anda, tetapi ucapkalah kata-kata yang baik dan benar. Jangan berpikiran erotis dan negatif dalam pikiran Anda, tetapi sebaliknya pikirkanlah yang kudus, yang baik, yang suci, yang murni dan yang positif. Jangan menyimpan kepahitan, amarah, sakit hati di dalam hati Anda, tetapi sebaliknya, koleksilah di dalam hati Anda janji-janji Allah, nasihat-nasihat yang membangun iman dan biarkan itu bersesak-sesakkan di hati Anda.

Robek saja poster-poster telanjang yang tertempel di kamar dan buang ke sampah; hapus foto-foto erotis dari HP ataupun komputer Anda dan bersihkan semuanya dari pikiran Anda. Tahan kuat-kuat bibir mulut Anda supaya jangan berbohong atau mengucapkan kata-kata yang jorok. Kepahitan dan berbagai sakit hati yang Anda lem di hati Anda, buka semuanya dan ganti dengan maaf dan sukacita.

Dengan membersihkan diri Anda dari kejahatan di dalam hati dan dari berbagai dosa dalam perbuatan, Anda menjadi orang yang saleh dan doa Anda akan sangat besar kuasanya. Dia akan mendengarkan Anda dan pasti segera menolong Anda. Kitab suci menjamin bahwa: “TUHAN itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengar-Nya.” (Ams 15:29).

Ketiga; Berdoa Dengan Yakin.

Pada saat Anda berdoa, janganlah hanya bersuara, tetapi setiap kata-kata yang Anda utarakan dalam doa, ucapkanlah semuanya itu dengan keyakinan yang kuat. Ini bukan ngotot dengan tenaga, tetapi mempercayai sungguhan bahwa apa yang Anda ucapkan dalam doa adalah benar dan layak serta pasti diterima oleh Allah.

Mungkin Anda berkata: “Dari mana kita tahu apa yang kita ucapkan dalam doa adalah benar dan layak dan pasti diterima oleh Allah?" Tahunya dari Tiga alasan utama:

Pertama; Karena apa yang Anda minta, memang dijanjikan oleh Allah. Bacalah Alkitab dan lihat apa saja yang dijanjikan oleh Allah, kemudian mintalah hal-hal itu dalam doa Anda. Misalnya kecukupan makanan dan minuman setiap hari. Hal itu dijanjikan oleh Tuhan bagi kita, jadi mintalah! Saat Anda mengatakan: “Bapa di Sorga, berikanlah kecukupan makanan dan minuman bagi kami sekeluarga pada hari ini”, jangan ragu-ragu lagi, tetapi ucapkanlah itu dengan penuh keyakinan bahwa Allah pasti memberikannya bagi Anda.

Jangan meminta apa yang Tuhan tidak janjikan. Misalnya, meminta agar Suami orang lain dibuat Tuhan menjadi Suami Anda. Itu ngawur. Allah tidak menjanjikan yang demikian.

Kedua; Karena apa yang Anda minta tidak bertentangan dengan sifat-sifat Allah. Mintalah hal-hal yang sesuai dengan sifat-sifat Allah. Misalnya, Anda berdoa: “Ya Tuhan, kasihanilah ibuku yang sedang sakit perut dan berikalah kesembuhan baginya.” Nah, Kasih adalah sifat Allah, jadi mintalah demikian!

Jangan meminta yang tidak sesuai dengan sifat Allah. Misalnya: “Tuhan kutukilah Arnol karena ia telah mengkhianatiku dengan berselingkuh di belakangku.” Itu tidak benar! Sebab Allah tidak mempunyai sifat jahat seperti itu.

Ketiga; Karena apa yang Anda minta memang masih berada dalam kasih karunia Allah. Artinya begini: Anda meminta hal-hal yang memang sedang disediakan atau akan disediakan oleh Allah; dan bukan yang sudah disediakan atau sudah dilakukan oleh Allah. Misalnya, Anda meminta: “Tuhan buatlah Matahari terbit besok pagi.” Itu tidak perlu! Karena hal itu telah disediakan atau diadakan oleh Allah. Mintalah hal-hal yang sedang disediakan atau yang akan disediakan oleh Allah.

Wawasan Anda dalam memahami layak-tidaknya kata-kata doa Anda, sepenuhnya terletak di dalam pengenalan Anda terhadap Firman Tuhan dan pengenalan Anda terhadap Allah. Semakin Anda rajin membaca Alkitab, semakin Anda berhikmat untuk membedakan manakah yang dikehendaki Allah untuk Anda doakan dan mana yang tak layak Anda sebutkan dalam doa. Ini menentukkan seberapa kuat keyakinan Anda. Jika Anda samar-samar mengenai apa yang Anda katakan dalam doa, antara apakah itu layak atau tidak, maka keyakinan Anda pun ikut melemah. Iman selalu timbul dari Firman Allah.

Tetapi apabila Anda cukup peka untuk tahu bahwa apa yang Anda doakan adalah layak dan benar, maka keyakinan Anda besar dan dengan demikian Anda telah berdoa dengan iman. Ini menjadikan doa Anda sangat berkhasiat. Yesus berkata: “Apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." (Mat 21:22); “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” (Mark 11:24). Jadi berdoalah dengan iman atau keyakinan, maka doa Anda besar kuasanya.

Kesimpulan

Jadi doa yang berkuasa dapat dimiliki oleh setiap orang Kristen. Asalkan: 1). Berdoa sungguh-sungguh, yaitu bukan hanya melapor, tetapi betul-betul berbicara kepada Allah dari dalam roh atau batin Anda, sambil didukung oleh sikap tubuh. 2). Hidup sebagai orang benar, yaitu menjauhkan diri dari hal-hal yang najis dan berdosa. 3). Berdoa dengan yakin, yaitu percaya sungguhan bahwa apa yang diucapkan dalam doa adalah benar dan layak serta pasti diterima oleh Allah.

Dengan menerapkan ketiga hal ini, maka doa kita menjadi doa yang didengar dan dikabulkan oleh Allah. Amin...!

Comments