Pribadi Yang TAAT AMSAL 13:13


Amsal 13:13 — “ Siapa meremehkan Firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.”

Semua yang mengaku sebagai anak KRISTUS YESUS TUHAN, maupun bukan anak TUHAN telah tercakup dalam ayat ini yaitu; Barang siapa yang meremehkan Firman, mengolok-olok Firman dan memeandang rendah Firman pasti akan menanggung akibatnya.
Pada saat kita ragu akan janji TUHAN itu sama hal nya bahwa kita sedang meremehkan Firman TUHAN bahkan mendatangkan kehancuran bagi dirinya. Inilah alasan kuat bagi kita untuk tetap hormati dan menjadi pelaku Firman yang baik.

Alasan yang cukup kuat untuk kita semakin setia dalam YESUS KRISTUS TUHAN, mengapa ? Supaya kita tidak mengalami kehancuran. Kehancuran itu bisa saja dalam hal apapun, tetapi bagi siapa yang menghargai Firman pasti mendapat balasan dan ada upah yang telah TUHAN YESUS siapkan bagi mereka yang taat.

Ketika kita menjadi pribadi-pribadiyang taat, maka kita akan melihat, mengalami pertolongan TUHAN dan mujizat-mujizat yang luar biasa. Dengar, perhatikan, percaya dan lakukan Firman TUHAN, maka janji-janji TUHAN akan digenapi dalam hidup kita. Taat adalah melakukan perintah TUHAN sekalipun itu bertentangan dengan keinginan hati.

Anak TUHAN yang taat tidak pernah memilih-milih Firman. TUHAN YESUS begitu menghargai sebuah ketaatan, bagi mereka yang mau setia melakukan kebenaran Firman TUHAN akan alami pemeliharaan dan pembelaan dari TUHAN. Apa yang menjadi keuntungan apabila kita taat kepada Firman TUHAN ?

#Pertama, TUHAN akan angkat kita menjadi kepala bukan ekor Ulangan 28:1, 13 — “ Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, ALLAH-mu, dan melakukan dengan setia segala perintah-NYA yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, ALLAH-mu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, ALLAH-mu, yang kusampaikan pada hari ini kau lakukan dengan setia."
Inilah yang menjadi kerinduan TUHAN agar kita umat-umat-NYA menjadi kepala. Tetapi mengapa ada begitu banyak anak-anak TUHAN yang tidak menjadi kepala ? Melainkan diposisi terbelakang. Ada contoh tokoh Alkitab yang karena ketaatannya dia diangkat oleh TUHAN menjadi kepala yaitu, Abraham. Dia adalah figur seorang pria yang luar biasa menjadi seorang pemimpin dan menjadi bapa segala orang percaya.
Dari Abraham-lah mengalir berkat bagi bangsa-bangsa, karena Abraham memiliki ketaatan Ibrani 11:17 — “ Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal.”
Ishak adalah anak tunggal anak perjanjian, bahkan proses untuk mendapatkan Ishak bukanlah hal yang gampang Alkitab berkata bahwa Abraham harus menunggu 25 tahun lamanya untuk mendapatkan Ishak. Dari sekian lama ada banyak pergumulan demi pergumulan yang dia hadapi, ketika anak itu mulai bertumbuh dewasa ALLAH mencobai ketaatan Abraham dengan meminta agar anaknya itu harus dikorbankan di atas gunung Moria.

Walaupun demikian ketaatanya kepada TUHAN tidak berpaling, sebenarnya Abraham mempunyai alsan besar untuk menolak permintaan dari apa yang ALLAH minta. Mengapa ? Karena Ishak adalah anak perjanjian dan satu-satunya yang dimiliki oleh Abraham. Ishak menjadi harapan dihari tua Abraham, demikian juga dengan Sarah istri Abraham, ibu mana yang tega apabila anaknya dipersembahkan ?

Sebenarnya Sarah sebagai ibu, bisa komplen kepada Abraham dan kepada ALLAH, tetapi hal ini tidak dilakukan mereka. Kita tidak akan pernah menjadi kepala apabila ketaatan tidak ada pada kita. TUHAN tidak menuntut banyak, TUHAN mau supaya kita setia datang beribadah kepada-NYA. Ada begitu banyak alasan yang sering kita buat untuk tidak beribadah, tetapi TUHAN YESUS KRISTUS tidak pernah membuat alasan untuk tidak menolong kita dalam hal pekerjaan, rumah tangga, bisnis dan lain-lain.

# Kedua, ALLAH akan menyembuhkan penyakit kita, walaupun tidak, ALLAH akan memberikan kasih karunia-NYA kepada kita sehingga kita sanggup untuk menanggungnya 2 Raja-raja 5:13-14 — “ Tetapi pegawai-pegawaidatang mendekat serta berkata kepadanya: "Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir." Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi ALLAH itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir.
Naaman adalah seorang panglima yang disayang oleh rajanya, mengapa ? Karena Naaman selalu membawa kemenangan, tetapi satu saat dia harus mengalami penyakit kusta. Bagi bangsa Israel penyakit kusta identik dengan penyakit kutukan yang sangat tidak disukai sehingga harus diisolasi. Tetapi, ketika Naaman harus tujuh kali menenggelamkan diri dalam sungai Yordan dia tetap taat, mengapa harus tujuh kali ? Karena ALLAH ingin melihat ketaatannya.
Menjadi pribadi yang taat tidak mudah, namun tidak berarti kita tidak mau taat tetapi kita harus berusaha untuk belajar. Tetaplah bersemangat meskipun mungkin saat ini kita sedang mengalami masalah yang berat. Kita harus memiliki keyakinan yang pasti bahwa kita tidak sendirian dalam menjalani hidup, tetapi TUHAN YESUS KRISTUS menghendaki agar kita memiliki roh yang taat dan antusias dalam menghadapi masalah seberat apapun.

# Ketiga, ALLAH akan melipat gandakan berkat kita 1 Raja-raja 17:12 — “ Perempuan itu menjawab: “Demi TUHAN, ALLAH-mu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati.”

Sesungguhnya perempuan janda ini memiliki alasan untuk tidak memberikan roti yang segenggam itu kepada Elia, tetapi karena ia adalah seorang Nabi yang diutus TUHAN maka perempuan itu melakukan seperti apa yang dikatakan. Ketika roti yang segenggam itu di berikan, maka selanjutnya tepung dalam tempayan itu tidak habis melainkan berkelimpahan sampai melewati masa kelaparan.

Biarlah kiranya kita menjadi umat-umat TUHAN yang mau belajar untuk memberi dengan hati yang tulus. Prinsip dunia berkata; Semakin hemat semakin kaya jika anak TUHAN masih memakai prinsip ini, maka dia masih menjadi anak TUHAN yang mengikuti gaya dunia.
Tetapi sebagai anak TUHAN kita harus banyak memberi, Amsal 11:24-25 — “ Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.”

Apa yang ada padamu belajarlah untuk membantu pekerjaan TUHAN. Jangan mengandalkan kemampuan diri sendiri, tetaplah taat dan belajarlah tenang dalam situasi yang paling sulit sekalipun, Amin...Semoga Bermanfaat....

Comments