Perkataanku


Kejadian 4:11 — “ Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu.”

Galatia 3:13 — “ KRISTUS telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”

Jika kita memberikan perhatian sejenak, kedua ayat. Ini mencatat ucapan TUHAN dari DIA untuk DIRI-NYA sendiri. “Terkutuklah orang yang tergantung pada kayu salib” kata-kata tersebut sama isinya dengan kitab yang ada dalam Kejadian 4:11 yang ditujukan TUHAN kepada Kain.
Setelah TUHAN melihat Habel datang membawa persembahan kepada-NYA, korbannya tersebut dinilai baik. Atas perbuatan Habel, hati TUHAN disenangkan, bahkan tindakanya tersebut layak bagi TUHAN. Habel berhasil, karena ia mampu membuat hati TUHAN tertarik dan senang terhadap dirin-NYA. Sesungguhnya bukan TUHAN harus menyenangi Habel. TUHAN berkenan dengan Habel, karena dia memutuskan memilih yang terbaik bagi ALLAH-nya. Dasar sikapnya memberi adalah iman.
Kain membawa persembahan juga kepada TUHAN, tetapi TUHAN tidak tertarik. Jika kita mau berhasil, itu tergantung kepada diri kita sendiri. Kita adalah kunci yang dapat membuat hati TUHAN YESUS tergerak untuk memberkati kita.

TUHAN YESUS tidak asal berbuat sesuatu yang DIA anggap layak bagi umat-umat-NYA. Habel bukan saja pandai mengatur semua persembahan-persembahan yang akan diberikan kepada TUHAN, tetapi dia juga pintar menggunakan kesanggupan atau potensi yang ada di dalam dirinya dan hal itu megakibatkan hati TUHAN menaruh perhatian kepada Habel.

Sesungguhnya TUHAN telah memberikan kesempatan atau peluang kepada Kain untuk mendapatkan pujian dari TUHAN, namun dia tidak dapat menguasai hatinya, Kejadian 4:6-7 — “ Firman TUHAN kepada Kain: “mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”

Kata kuasa yang terdapat dalam ayat ini adalah: Potensi artinya, bahwa TUHAN tahu sesungguhnya Kain itu sanggup untuk menolak dosa yang akan merusak hidupnya dengan kapasitas yang dia miliki. Tetapi pada saat itu Kain mengambil tindakanya sendiri, dengan mengijinkan dosa berkuasa atasnya, sehingga dia gagal.

Penolakan TUHAN atas persembahan Kain bukan karena adanya perberbedan bentuk persembahannya. Kain membawa sebagian hasil dari tanah sebab ia adalah seorang petani dan Habel mempersembahkan anak sulung kambing dombanya kepada TUHAN karena dia adalah seorang gembala kambing domba, penolakan terhadap korban Kain diakibatkan, ia tidak dapat menjaga hatinya.

Ketika TUHAN tidak mengindahkan pemberianya, maka dia merasa terpukul atas penilaian TUHAN. Hal ini mengakibatkan hati Kain menjadi panas dan kecewa. Seharusnya Kain menemui TUHAN dan bertanya, mengapa TUHAN tidak mengindahkan persembahanku ?

Akibat dari kebencian Kain, menimbulkan perbuatan yang sangat buruk, lalu Kain melampiaskan kekecewaanya dengan membunuh adiknya Habel, Kejadian 4:8 — “ Kata Kain kepada Habel, adiknya: ”Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.”

Persoalan boleh saja datang, namun kita harus pandai menemukan cara untuk mengatasi masalah tersebut. Jika Kain mengetahui cara mengatasi masalah yang dihadapinya, boleh jadi pertumpahan darah tidak akan pernah terjadi. Atas tindakan Kain yang tidak berkenan kepada TUHAN, akibatnya TUHAN mengutuk Kain.

Jika ada orang yang mengeluarkan kata kutuk kepada kita hal itu tidak akan terjadi pada kita, karena kita sudah ada dalam TUHAN. Melainkan kutuk itu akan kembali kepada yang bersangkutan, Kejadian 12:3 — “ AKU akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."
Kita ada dalam perlindungan KRISTUS YESUS TUHAN, dengan catatan ada hubungan yang baik dengan TUHAN. Kata kutuk itu keluar dari mulut TUHAN dan beberapa waktu kemudian Nuh meniru sikap ini dengan mengutuki anaknya Ham. Setiap kata-kata apapun bentuknya, ketika keluar dari mulut kita hal itu tidak bisa ditarik kembali. Terkadang kita berharap dari seluruh akibat dari ucapan kita bisa kembali seperti semula.

Jika Nuh mengerti risiko yang timbul lewat perkataanya itu, kemungkinan akan ada sebuah perubahan dari keturunan Ham. Galatia 3:13 — “ KRISTUS telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Surat Galatia ditulis oleh Rasul Paulus, tetapi isi dari surat tersebut merupakan Firman dari KRISTUS sendiri.

Kalimat ini adalah perkataan TUHAN YESUS KRISTUS sendiri kepada DIRI-NYA, apa sebab TUHAN YESUS harus mengambil tempat yang tidak menyenangkan ? Karena ucapa-NYA sendiri.
ALLAH kita adalah ALLAH yang memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap setiap apa yang DIA ucapkan. Risiko terhadap apa yang ALLAH sampaikan diterima diatas bukit golgota.

Supaya kita tidak berbohong, maka Salomo berkata ada 3 hal : Agar ucapan kita terkendali dan mendatangkan kesenangan dan kemenangan bagi kita.

# Pertama, Amsal 20:15 — “ Sekalipun ada emas dan permata banyak, tetapi yang paling berharga ialah bibir yang berpengetahuan.

Amsal 12:18 — “ Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan.”

Pertama ▬> Jangan bicara sebelum berpikir atau pikirkan dahulu sebelum memutuskan sesuatu yang ingin disampaikan, maka kita akan disebut sebagai orang yang bijak. Jangan sembarangan berbicara atau memakai asal-asalan yang tidak berarti, sebab itu akan merugikan diri kita sendiri. Kita akan menuai dari kata-kata yang tidak memiliki makna.

# Kedua Amsal 18:13 — “Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaanya.”

Kedua ▬> Jangan menjawab kalau tidak ditanya. Bahaya dari perkataan kita akan mencelakakan diri kita sendiri. Matius 12:37 — “ Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.”

# Ketiga, Amsal 10:19 — “ Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.”

Ketiga ▬> Jangan menambah-nambah atau mengurangi perkataan, jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak Matius 5:37 — “ Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.”

TUHAN YESUS akan memberikan kita kemampuan dan kesanggupan untuk melakukan kehendak-NYA, Amin...SEMOGA BERMANFAAT.......

Comments