A Yoram Life Style.... Gaya Hidup YORAM 2 Tawarikh 21


Apa yang terjadi dengan dia? Sebagian besar dari kita mungkin sering menghadiri pemakaman orang yang kita kenal, entah itu anggota keluarga teman dekat atau bahkan orang terdekat kita. Dan saat kita menghadiri pemakaman itu, pastinya ada perasaan duka yang mendalam terhadap orang tersebut. Setidaknya orang-orang terdekat dari yang meninggal bisa pasti mengungkapkan perasaan sedih atau penyesalan mereka tentang hal-hal yang mereka gak bisa lakukan untuk orang itu selama masa hidupnya. Apalagi jika orang yang meninggal itu sudah melakukan banyak hal baik dalam hidupnya, pastinya akan banyak orangyang mengenangnya dengan cara yang terhormat.

Sayangnya, raja Yoram tidak mengalami hal serupa. 2 Tawarikh 21: 20 menyampaikan bahwa dia meninggal tanpa seorangpun mencintai dan mengenangnya.

"Ia berumur tiga puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan delapan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia meninggal dengan tidak dicintai orang. Ia dikuburkan di kota Daud, tetapi tidak di dalam pekuburan raja-raja." (2 Tawarikh 21: 20)

Bukankah ini kisah yang paling mengerikan dalam sejarah manusia?

Nama Yoram diartikan sebagai Allah ditinggikan. Tapi perbuatan Yoram selama hidupnya sama sekali bertolak belakang dengan arti nama tersebut. Selama delapan tahun memerintah Yehuda, tak sekalipun Yoram melakukan yang baik dimata Tuhan. Nabi Elia bahkan menyebut Yoram telah menyimpang dari jejak ayahnya Yosafat yang 25 tahun memerintah bangsa Yehuda dengan sangat baik. Tuhan sendiri menyertai Yosafat karena selama hidup dia mengikuti jejak Daud bapa leluhurnya dan tidak menyembah allah lain. Dia menuruti perintah Allah dan tidak berbuat seperti yang dilakukan bangsa Israel lainnya yang saat itu sedang terpecah. Sayangnya, keteladanan iman dan kepemimpinan sang ayah sama sekali tidak diwarisi oleh Yoram.

Sepanjang hidupnya, orang hanya mengenal Yoram dengan rekam jejaknya yang jahat. Ada 3 kejahatan paling besar yang sudah dia lakukan, diantaranya:

1. Yoram membunuh

“Sesudah Yoram memegang pemerintahan atas kerajaan ayahnya dan merasa dirinya kuat, ia membunuh dengan pedang semua saudaranya dan juga beberapa pembesar Israel.” (2 Tawarikh 21: 4)

Yoram menyalahgunakan kekuasaannya dengan membunuh orang-orang terdekatnya. Walaupun dia sudah mendapatkan warisan terbaik dari ayahnya Yosafat, namun dia tidak merasa puas dan memilih untuk semena-mena dengan kekuasaannya. Istrinya, Atalya pun mengikuti jejaknya yang jahat dengan berupaya untuk meninggalkan jejak nenek moyangnya Daud (2 Tawarikh 22: 10).

Di ayat 6, Yoram disebutkan sama jahatnya dengan Raja Ahab. Dia mengikuti jejak mertuanya dibanding meneladani kebaikan ayahnya.

Di ayat 10, Yoram malah membuat keputusan terburuk dalam hidupnya yaitu meninggalkan Tuhan, Allah nenek moyangnya dan memilih menyembah berhala.

2. Yoram melawan Tuhan

Setelah melakukan kejahatan, Tuhan pun memberikan tiga peringatan kepadanya. Pertama, saat dalam peperangan nyawa Yoram hampir tak selamat. Namun, Tuhan menyelamatkan nyawanya sebagai peringatan supaya dia segera bertobat dan kembali kepada Tuhan.

Kedua, melalui nabi Elia Tuhan memperingatkan Yoram tentang konsekuenasi atas kejahatannya. Tuhan sendiri berharap peringatan ini bisa membawanya kepada pertobatan. Namun, Yoram masih tetap bebal.

Ketiga, Yoram menolak peringatan dari Tuhan perzinahan yang dilakukannya (Ulangan 7: 1-3). Yoram menikahi wanita yang salah, Atalya, yang berasal dari keluarga penyembah berhala yang sangat jahat. Dia bahkan adalah putri dari Raja Ahab yang paling kejam dalam sejarah Alkitab. Jadi, gak heran jika sifat ayahnya diwarisi oleh Atalya dan turun kepada Yoram suaminya.

3. Yoram menolak peringatan Tuhan

Karena dia meninggalkan dan tidak menaati Tuhan dan menolak peringatan-Nya. Tuhan sendiri menimpakan malapetaka terburuk di akhir hidupnya.

Melalui nabi Elia, Yoram mengalami berbagai keterpurukan, seperti:

Dikalahkan dalam pertempuran oleh orang Filistin dan pasukan sekutu (ayat 16-17)
Kehilangan seluruh keluarganya kecuali seorang putra (ayat 17).
Dia kehilangan semua hartanya
Dia mati karena penyakit usus yang parah
Setelah dua tahun menderita, dia mati dalam kesakitan dan penderitaan yang luar biasa
Tak seorangpun memberikan penghormatan setelah dia meninggal
Dia bahkan tidak dimakamkan di pemakaman para raj
Dan tak seorangpun yang merasa kehilangan saat Yoram meninggal
Pastinya gak satupun dari kita ingin mengalami akhir hidup yang menyedihkan seperti Yoram bukan? Selama kita hidup, berikanlah yang terbaik dari apa yang kamu punya. Saat kamu menyadari sudah menyimpang dari kebenaran, segeralah mencari Tuhan, minta pengampunan dan kemurahan-Nya. Bagaimanapun Dia pasti akan menjumpaimu, sama seperti yang Dia lakukan kepada Yoram.

Dan bagi yang sudah menjalani hidupnya seperti Yosafat, maka kehormatan terbesar akan diberikan oleh Tuhan adalah bahwa Dia akan mengangkatmu menjadi anak-Nya.

Jadi, apakah kamu mau dikenang dengan cara terhormat setelah meninggal? Hiduplah di dalam Tuhan dan turuti perintah-Nya.



Comments