Renungan Kristen : Berhektar Berlian di Belakang Rumahmu


Pada tahun 1870, Russell H. Conwell yang berusia 27 tahun bekerja sebagai koresponden internasional untuk majalah American Traveller, sebuah jurnal mingguan yang diterbitkan di Boston. Karena tugas, ia menumpang sebuah karavan yang di hela oleh unta di sepanjang lembah di antara sungai Tigris dengan sungai Efrat di Mesopotamia ketika pemandu Arab-nya berdongeng untuk menghibur para turis Amerika itu.

Conwel yang masih muda sangat terkesan dengan legenda tentang seorang petani Persia yang sangat makmur, Ali Hafed. Terpancing oleh dongeng seorang imam Budha, Ali Hafed meninggalkan ladangnya sendiri yang subur untuk mencari kekayaan luar biasa diladang berlian yang dimitoskan.

Kemana-mana Ali Hafed menjelajah, dengan kaki sakit serta lesu. Usia muda dan kekayaannya menghilang, dan ia mati jauh dari rumahnya. Tidak lama setelah kematiannya, berhektar-hektar berlian ditemukan di pekarangan rumah Ali Hafed.

Bagi turis lainnya, itu hanyalah sekedar dongeng. Namun bagi Conwell hal itu adalah sebuah kebenaran yang ditaburkan. Baginya dongeng tersebut mengatakan : "Berlianmu bukanlah dipegunungan atau lautan yang jauh; berlianmu ada di halaman belakang rumahmu sendiri, kalau saja kamu mau menggalinya."

Seumur hidupnya Conwell menerapkan pelajaran berharga tersebut. Walaupun ia seumur hidupnya menulis 40 buku, namun ia paling dikenal karena ceramah "Berhektar-hektar Berlian". Menjelang akhir hayatnya pada tahun 1925, Conwell telah menyampaikan ceramah tentang hal itu lebih dari 6000 kali di berbagai kota.

Uang dari berceramah yang diterima Conwell di alirkannya pada kecintaanya yang lain, Temple University di Philadelphia.

Temple University ini memiliki kisah tersendiri dengan Conwell. Pada suatu malam di tahun 1884, seorang pemuda mendekati Conwell dan mengekspresikan hasratnya untuk menyiapkan suatu pelayanan Kristiani. Conwell menawarkan untuk mengajari pemuda ini satu malam setiap minggunya. Namun pada hari yang disepakati yang muncul adalah tujuh pemuda yang tulus. Kelas Conwell pun terus berkembang sehingga harus mencari guru-guru tambahan. Dari menyewa satu ruangan, menjadi satu gedung. Kemudian dua gedung. Lalu dalam beberapa tahun jumlah muridnya menjadi ratusan murid.

Akhirnya akte pendirian "The Temple College" pun diterbitkan pada tahun 1888. Dan pastinya Conwell-lah yang terpilih menjadi presidennya dan dipegangnya selama 38 tahun kemudian. Akte pendirian Temple University diterbitkan pada 1907. Saat ini, universitas ini memiliki 29.000 murid dan menjadi universitas terbesar ke-39 di Amerika serikat.

Jika Anda pernah mendengar Bill Cosby, dia adalah salah satu alumnus dari Temple University. Hal ini salah satu bukti, universitas ini mencetak orang-orang besar sepanjang jaman. Dr. Russell Herman Conwell, dialah pendiri universitas itu dimulai dari 1 pemuda yang diajarnya. Dan kini Conwell di baringkan di Kebun Pendiri, dikelilingi oleh gedung kampus utama Temple Univesity yang megah. Temple University merupakan sebuah monumen abadi dari visi Conwell - "Berhektar-hektar Berlian" - yang berhasil ia temukan di halaman belakang rumahnya sendiri.

Sumber : The One Minute Millionaire; Mark Victror Hansen, Robert G. Allen; Interaksara

Comments