Renungan Kristen : Kuasa dari Perkataan

Ulangan 30:14
Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan.
Kata-kata negatif dapat menghancurkan seseorang. Anda tidak dapat berbicara negatif tentang seseorang di satu pihak, kemudian berpaling dan mengharapkan orang tersebut diberkati. Jika Anda ingin putra atau putri Anda menjadi produktif dan berhasil, Anda perlu mulai menyatakan kata-kata kehidupan atas anak-anak Anda, bukan ramalan-ramalan malapetaka dan keputusasaan. Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa kata-kata kita dapat memberkati orang atau mengutuki mereka (lihat Yakobus 3:10).

Dalam Perjanjian Lama, orang dengan jelas mengerti kuasa berkat. Sementara kepala keluarga semakin pikun atau mendekati kematian, para putra tertua berkumpul di sisi ayah mereka. Sang ayah kemudian akan meletakkan tangannya di kepala masing-masing putra serta mengucapkan kata-kata penuh kasih dan iman atas mereka tentang masa depan mereka. Pernyataan-pernyataan ini berisi apa yang kemudian dikenal sebagai "berkat". Keluarga menyadari bahwa ini lebih dari sekedar pesan-pesan kematian ayah; kata-kata ini membawa otoritas rohani dan mempunyai kesanggupan mendatangkan keberhasilan, kemakmuran, dan kesehatan di masa depan mereka. Sering kali, anak-anak bahkan berkelahi karena berkat ayah. Mereka tidak berkelahi karena uang yang mungkin bisa mereka warisi. Mereka juga tidak berdebat soal bisnis keluarga. Tidak, mereka berkelahi karena kata-kata yang dipenuhi iman. Mereka menyadari bahwa jika mereka menerima berkat ayah, kekayaan dan keberhasilan akan merupakan hasil alaminya. Di samping itu, mereka sangat menginginkan berkat dari orang yang mereka kasihi dan hormati.

Salah satu catatan alkitabiah yang paling luar biasa tentang kuasa berkat berasal dari kehidupan Yakub dan Esau, kedua putra Ishak (lihat Kejadian 27:1-41). Yakub menginginkan berkat ayahnya - bukan hanya sembarang berkat, tetapi berkat yang absah menjadi hak putra pertama dalam keluarga. Ishak sudah menjadi tua, hampir mati, dan ia secara praktis buta. Suatu hari ia memanggil putranya, Esau, dan berkata, "Esau, pergilah mencari daging buruan, dan siapkanlah bagiku makanan dan aku akan memberikan kepadamu berkat yang menjadi hak putra sulung." Tetapi ibu Yakub, Ribka, mendengar percakapan ini. Ribka mengasihi Yakub kebih dari Esau, jadi ia memberitahukan Yakub untuk mengenakan pakaian Esau dengan maksud menipu Ishak supaya memberikannya berkat itu. Kemudian ia mempersiapkan salah satu makanan favorit Ishak.

Sementara Esau sedang berburu di padang, ia berkata kepada Yakub, "Pergilah kepada ayahmu dan berikanlah makanan ini kepadanya. Dan ia akan memberikan kepadamu berkat yang sebenarnya adalah hak kakakmu itu."

Yakub mengerti bahwa ia sedang mempertaruhkan seluruh masa depannya pada taruhan ini. Ia menyadari bahwa kata-kata ayahnya akan memperngaruhinya, baik atau buruk, seumur hidupnya.

Entah kita menyadarinya atau tidak, kata-kata kita akan mempengaruhi masa depan anak-anak kita, baik atau buruk. Kata-kata kita memiliki semacam kuasa yang sama dengan kata-kata Ishak. Kita perlu mengucapkan kata-kata penuh kasih tentang persetujuan dan penerimaan, kata-kata yang mendorong, memberi ilham dan memotivasi anggota-anggota keluarga kita untuk mencapai tingkat-tingkat baru. Saat kita melakukannya, kita sedang mengucapkan berkat-berkat ke dalam kehidupan mereka dan mereka akan sungguh-sungguh diberkati.

Sumber : Joel Osteen

Comments