berhasil di segala perjalanannya 1 Samuel 18:14


1 Samuel 18:14— “ Daud berhasil di segala perjalanannya, sebab TUHAN menyertai dia.”

Tidak ada satupun orang yang tidak ingin menikmati keberhasilan dalam hidup. Sebagai anak TUHAN, kita perlu melihat apa yang Firman TUHAN katakan tentang keberhasilan dalam TUHAN. Secara umum, ukuran keberhasilan seseorang adalah kekayaan berlimpah, usaha yang maju, dll. Jika hal seperti ini yang dijadikan parameter, kita tidak perlu menjadi orang kristen untuk berhasil karena banyak orang yang diluar kristenpun mampu mencapai hal-hal yang demikian.

Jika kita melihat dalam kebenaran Firman TUHAN, maka TUHAN menginginkan hidup anak TUHAN itu berhasil dalam segala aspek. Tetapi, kita perlu mengerti apa yang menjadi keinginan TUHAN dan bagaimana keberhasilan itu menurut TUHAN sendiri. Kalau kita mengerti hal ini, maka kita akan berubah sikap tidak seperti orang dunia. Artinya, jika belum berhasil mencapai hal-hal tersebut, orang dunia akan berupaya segala cara untuk mengejar semua itu, dan pada akhirnya bukannya senang tetapi justru mengalami dukacita. Jika kita bisa memahami tentang konsep keberhasilan di dalam TUHAN, maka hari lepas hari akan ada ucapan syukur yang kita naikkan kepada TUHAN.

Daud adalah seorang tokoh Alkitab yang sangat terkenal dan berhasil. Ketika masih remaja, orang tuanya memberikan tanggung jawab menggembalakan kambing-domba mereka. Ketika kawanan kambing-domba itu mau diterkam oleh binatang buas, Daud berkata bahwa TUHAN memberi dia kekuatan untuk mengalahkan singa dan beruang itu. Ditahun-tahun selanjutnya, bayak hal yang TUHAN kerjakan dalam hidup Daud. Itulah sebabnya 1 Samuel 18:14 — “Daud berhasil di segala perjalanannya, sebab TUHAN menyertai dia”. Jika TUHAN menyertai, kita pasti berhasil dalam semua hal.

TUHAN YESUSpun mengatakan hal demikian dalam Yohanes 15:5 — “… Barangsiapa tinggal di dalam AKU dan AKU di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar AKU kamu tidak dapat berbuat apa-apa”. Hanya di dalam TUHAN kita akan melihat banyak perkara besar yang TUHAN. Itulah sebabnya sebelum YESUS KRISTUS naik ke Sorga, TUHAN YESUS berjanji akan menyertai kita sampai kepada kesudahan zaman, karena TUHAN YESUS ingin melihat umat-NYA berhasil.

TUHAN selalu menyertai Daud sehingga dia berhasil dalam segala hal. Daud bukanlah orang yang sempurna dan hidupnya tidak bercela. Daud sama seperti kita, dalam hidupnya ada nilai positif tetapi juga ada nilai-nilai negatif. Hal paling fatal yang dilakukan Daud adalah ketika dia melakukan perselingkuhan dengan Batsyeba. Daud bukan sekedar berzinah dan akhirnya mengambil Batsyeba menjadi istrinya, namun Daud juga memperdayai suaminya sampai mati dipertempuran.

Daud boleh saja bersandiwara dalam semua hal tersebut, tetapi dihadapan TUHAN dia tidak bisa menyembunyikan semua kejahatan itu. Itulah sebabnya TUHAN mengirim Nabi Natan untuk menegur Daud bahwa perbuatannya itu sangat menyakiti TUHAN. Daud akhirnya mengakui semuanya kesalahannya serta meminta pengampunan dari TUHAN. Daud bukanlah orang yang tidak bercela, namun Firman ALLAH berkata bahwa Daud tetap disertai oleh TUHAN. Apa sebenarnya yang ada dalam diri Daud sehingga TUHAN menyertai dia ?

Kisah Para Rasul 13:22 — “ … Tentang Daud ALLAH telah menyatakan: AKU telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-KU dan yang melakukan segala kehendak-KU.” Dua hal yang menjadi perhatian TUHAN pada Daud, pertama: Daud seorang yang berkenan dan kedua: dia melakukan segala kehendak TUHAN. Bagaimana dengan kita? Apakah kita menjadi seorang yang melakukan segala kehendak TUHAN ataukah kita melakukan hanya pada hal-hal yang cocok dengan pemikiran kita ?

Kepatuhan terhadap Firman TUHAN merupakan bukti bahwa kita mengasihi YESUS KRISTUS TUHAN, Yohanes 14:15 — “ Jikalau kamu mengasihi AKU, kamu akan menuruti segala perintah-KU."

Itulah sebabnya TUHAN berkata bahwa telah menemukan seseorang yang berkenan dihati-NYA, karena Daud menuruti segala perintah TUHAN. Karena itu TUHAN berkata kemanapun Daud pergi dan apapun yang dia perbuat berhasil. Jika kita mengejar hal-hal duniawi, maka hal itu justru akan membawa kita kepada kehancuran. Sebab itu kejarlah keberhasilan dalam TUHAN yang akan membawa kita kepada kehidupan kekal bersama dengan KRISTUS YESUS TUHAN.

Jika kita mengerti konsep keberhasilan dalam TUHAN, perhatian kita akan tertuju kepada sesuatu yang mulia dan merupakan tujuan iman kita. Daud melakukan segala kehendak TUHAN sehingga Alkitab katakan TUHAN mengasihinya walaupun dalam hidupnya ada sisi-sisi negatif. Kehendak TUHAN apa yang dilakukan Daud sehingga dikatakan sebagai bentuk keberhasilan rohani ?

► Pertama : 1 Samuel 30:1-6
Ketika Daud dan pasukannya kembali ke Ziklag, keluarga yang mereka tinggalkan telah ditawan orang Amalek dan seluruh harta mereka dijarah serta tempat itu dibakar. Tetapi 1 Samuel 30:6 — “ Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu …” Apa yang dilakukan anak buahnya ini sungguh tidak masuk akal, mereka menjadikan Daud sebagai penyebab semua peristiwa yang terjadi, padahal Daud juga mengalami hal yang sama.

Dalam situasi yang sulit ini, Daud tidak sembunyi, lari atau menyalahkan orang lain. Daud justru menguatkan imannya kepada TUHAN. Wujud keberhasilan rohani adalah ketika kita menghadapi masalah atau tekanan dalam hidup dan seolah-olah tidak ada jalan keluar lagi, namun kita justru menguatkan iman kita kepada TUHAN. Umumnya ketika seseorang dalam keadaan terjepit, ia akan menyalahkan orang lain sehingga dia akan bersungut-sungut sehingga tidak bisa mengucap syukur lagi kepada TUHAN.

TUHAN sangat tidak menyukai persungutan. Dikatakan dalam 1 Korintus 10:5 — “…ALLAH tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun.” Kenapa TUHAN melakukan hal ini ? 1 Korintus 10:10-11 — “ Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut…”

Penyebab kegagalan bagian terbesar bangsa Israel adalah karena bersungut-sungut. Persungutan membuat malaikat maut datang membinasakan bagian terbesar dari orang Israel. Banyak anak TUHAN tidak mampu mempertahankan hidupnya dihadapan TUHAN, karena hidupnya selalu ditandai dengan persungutan. Persungutan bukan menyelesaikan masalah, tetapi justru menimbulkan masalah yang lebih besar.

"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab ALLAH setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai IA akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya." 1 Korintus 10:13, tidak ada kesukaran yang melebihi kemampuan kita serta tidak ada jalan keluar, karena TUHAN tidak akan membiarkan semua itu terus dialami oleh anak-anak TUHAN. Dalam keadaan terjepit, perkuatlah iman kita dan tetap mengucap syukur.

Setelah Daud memperkuat imannya, dia bertanya kepada TUHAN apa yang harus dilakukan. Akhirnya Daud berhasil mengejar dan mengalahkan bangsa Amalek. TUHAN mau supaya kita merasakan keberhasilan dalam hidup ini. Keberhasilan bukanlah sesuatu yang hanya diukur dari hal-hal materi, mampu mempertahankan iman dan menghindari hal-hal yang tidak berkenan kepada TUHAN merupakan sebuah keberhasilan dalam hidup.

► Kedua : Mazmur 122:1 — “ … Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN”. Tujuan orang datang kerumah TUHAN adalah untuk beribadah, tetapi dari sekian banyak orang yang datang tidak semua dengan hati yang bersukacita. Orang yang tidak bersukacita ketika datang ke gereja asal-asalan.

Daud tahu bahwa beribadah merupakan hal yang harus dinikmati, berbeda dengan kita berada di tempat lain. Mazmur 27:4 — “ Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-NYA.”

TUHAN YESUS tidak melihat penampilan kita, tetapi TUHAN YESUS melihat hati kita. Jika kita datang dengan penuh sukacita di rumah TUHAN, maka kita akan menikmati kebaikan dan kemurahan TUHAN dalam hidup ini, Amin

Comments