Mengekspresiskan Iman Percaya Percaya Kejadian 14:17 sampai 22


Ekspresi itu penting, Ekspresi itu menentukan. Betapa mengerikannya bila kita hidup dengan orang-orang yang semuanya tanpa ekspresi.
Ada orangtua memiliki 2 orang anak, setiap kali orangtua ini pulang bepergian, ia selalu membelikan 2 bingkisan kecil untuk kedua anaknya. Ekspresi anak pertama selalu begitu girang, berterimakasih dengan memberi pelukan, ekspresi anak kedua biasa saja, apa kamu senang dengan bingkisan ini ? Biasa saja. Tapi ini Papa carikan khusus untuk kamu, kamu senang ? Biasa saja. Kedua anaknya benar tetap anaknya, namun, apakah lebih menyenangkan bila kita dikelilingi orang yang lebih ekspresif ?

Mari kita buka Kejadian 14:17-22 — “Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja. Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam ALLAH Yang Mahatinggi. Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh ALLAH Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi, dan terpujilah ALLAH Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya. Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu." Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "AKU bersumpah demi TUHAN, ALLAH Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi."

Siapa yang sadar bahwa semuanya adalah dari ALLAH yang Maha Tinggi (EL ELION) ? (Pernikahanmu, keluarga, anakmu, bisnismu, keuanganmu, kesehatanmu, dsb), Sebagai bentuk ekspresi kita kepada TUHAN, persembahkan sepersepuluhnya untuk TUHAN. Siapa yang sadar bahwa semua yang boleh anda alami, anda nikmati semuanya dari ALLAH yang Maha Tinggi ? Ekspresikan kepada TUHAN. Segala belalang pelahap dihalaukan.

Kisah Para Rasul dalam bahasa Inggris disebut Act (Kisah ROH KUDUS yang bekerja di dalam Para Rasul) Kisah Para Rasul 14:1, "Di Ikoniumpun kedua rasul itu masuk ke rumah ibadat orang Yahudi, lalu mengajar sedemikian rupa, sehingga sejumlah besar orang Yahudi dan orang Yunani menjadi percaya."

Garis bawahi kata "sedemikian rupa" (= Extra ordinary, excellent, luar biasa, tidak biasa-biasa, = Ekspresif) Saya tidak akan membeda-bedakan di antara 50 pembaca, 100, 1.000 pembaca, semua dilakukan dengan sedemikian rupa. Jadi orang yang ekspresif, hasilnya luar biasa.

Kisah Para Rasul 14:2-7 — “ Tetapi orang-orang Yahudi, yang menolak pemberitaan mereka, memanaskan hati orang-orang yang tiak mengenal ALLAH dan membuat mereka gusar terhadap saudara-saudara itu. Paulus dan Barnabas tinggal beberapa waktu lamanya di situ. Mereka mengajar dengan berani, karena mereka percaya kepada TUHAN. Dan TUHAN menguatkan berita tentang kasih karunia-NYA dengan mengaruniakan kepada mereka kuasa untuk mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat. Tetapi orang banyak di kota itu terbelah menjadi dua: ada yang memihak kepada orang Yahudi, ada pula yang memihak kepada kedua rasul itu. Maka mulailah orang-orang yang tidak mengenal ALLAH dan orang-orang Yahudi bersama-sama dengan pemimpin-pemimpin mereka menimbulkan suatu gerakan untuk menyiksa dan melempari kedua rasul itu dengan batu. Setelah rasul-rasul itu mengetahuinya, menyingkirlah mereka ke kota-kota di Likaonia, yaitu Listra dan Derbe dan daerah sekitarnya. Di situ mereka memberitakan Injil."

Ketika para Rasul melihat ekspresi-ekspresi keadaan yang terjadi disekitarnya, jangan paksa ROH KUDUS, jangan lawan TUHAN. Para Rasul sudah menangkap ekspresi dari TUHAN dan menyingkir ke daerah Likaonia. Kalau sudah tau investasi di daerah A jelek, jangan paksa ROH KUDUS, berdoa paksa sampai terjadi sesuatu sesuai keinginan kita. Jangan paksakan keadaan, jangan paksa TUHAN, kita harus lebih sabar.

Kisah Para Rasul 14:8-10 — “Di Listra ada seorang yang duduk saja, karena lemah kakinya dan lumpuh sejak ia dilahirkan dan belum pernah dapat berjalan. Ia duduk mendengarkan ketika Paulus berbicara. Dan Paulus menatap dia dan melihat, bahwa ia beriman dan dapat disembuhkan. Lalu kata Paulus dengan suara nyaring: "Berdirilah tegak di atas kakimu!" Dan orang itu melonjak berdiri, lalu berjalan kian ke mari."

Percayakah Anda bahwa yang Paulus lihat adalah ekspresi dari orang lumpuh sejak lahir itu ketika mendengar khotbah. Yes, itu saya, saya bisa disembuhkan, Paulus lihat ekspresinya dan ayat selanjutnya orang lumpuh itu sembuh.

Karena ekspresif, pertolongan cepat datang. Tapi kan TUHAN tau ? Kan TUHAN ngerti ? Tapi TUHAN mau kita mengekspresikannya. Semakin ekspresif, pertolongan TUHAN cepat datang.

Ketika ekspresi kita (ketaatan, penyembahan) menyukakan hati TUHAN, pertolongan TUHAN itu cepat datang, AMIN

Comments