Setiawan Mazmur 101 Ayat 6


Kata Setia diterjemahkan dari kata Yunani “Pistis” Bahasa Ibrani “Emunah” kata dasar “MN”untuk lebih jelas kata “emunah” juga diterjemahkan ; Aman, Iman dan Amin. Juga “ Keteguhan hati,”… Loyalitas… atau “kesetiaan”
Orang Kristen akan menjadi aman kalau memiliki iman dengan mengaminkan Firman Tuhan; “Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.”(1 Korintus.4:2) kata dipercaya diterjemahkan dari kata Yunani “Pistos”. Artinya orang-orang yang setia juga adalah orang yang dapat dipercaya!

Alkitab Versi King James menterjemahkan kata Iman = “Kesetiaan”. Karena semua orang beriman mempunyai harapan bahwa pada suatu hari nanti Tuhan akan berkata kepada mereka masing-masing secara pribadi “…Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaKu yang baik dan setia…”(Mat.25:21)

Iman kita ditentukan juga dari kesetiaan. Itu sebabnya, orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang SETIA! Kita perlu sekali lagi belajar menjadi setia. Sebab setia/kesetiaan adalah buah Roh atau karakter Allah sendiri. (Galati.5:22 – 23)

Orang-orang yang tidak setia kepada Tuhan Yesus, pada akhirnya tidak akan mendapat tempat dalam kerajaan Allah, tetapi di dalam kematian yang kedua Wahyu 21 : 8
Di dalam Kristus kita adalah anak-anak Bapa, kita adalah ciptaan yang baru, yang lama sudah berlalu, karena kita telah ditebus dari cara hidup yang lama. Itu sebabnya, Kita harus percaya dan setia kepada Bapa supaya kita mendapat bagian dalam kerajaan-Nya.

1 Korintus 6 : 9 – 10 adalah kriteria orang-orang yang tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah. Kita harus belajar setia dengan komitmen kita kepada Tuhan dan hidup di dalam kebenaran-Nya, karena Tuhan menghendaki agar kita semakin diberkati.
TUHAN MENCARI ORANG YANG SETIA “Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan.” (2 Tawarikh.16:9)

“Ia berfirman: Aku hendak menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, dan melihat bagaimana kesudahan mereka, sebab mereka itu suatu angkatan yang bengkok, anak-anak yang tidak mempunyai kesetiaan. “ (Ulangan.32:20)
Daniel adalah pribadi yang luar biasa dan setia kepada Tuhan. Daniel 6 : 2 – 4 (baca). Daniel sangat dipercayai oleh raja, kekuasaannya melampaui para pejabat tinggi dan wakil raja, karena
Daniel memiliki roh yang luar biasa ”Excellent spirit” bahkan raja bermaksud menempatkanya atas seluruh kerajaannya. Daniel setia beribadah kepada Tuhan, dia tidak kompromi maupun terpengaruh dengan hukum yang ada, Daniel memilih untuk tetap setia menyembah kepada Allah, apapun resikonya.
Mazmur 138 : 1 Dimanapun kita berada dan dalam keadaan apapun, kita harus tetap setia menyembah Tuhan!

Daniel adalah orang yang mempunyai “roh yang luar biasa” atau “Unggul” (excellent) = memiliki kemampuan dan prestasi yang lebih tinggi dari kemampuan dan prestasi dari rekan-rekan sesamanya. Roh yang ada dalam diri Daniel begitu luar biasa membuat ia “menonjol” di antara orang-orang disekitarnya. Daniel menyatakan bahwa dia bukan orang biasa seperti mereka yang lain, dia orang pilihan Allah.

Dunia ini membutuhkan kita, sebagai orang-orang yang memiliki roh yang excellent dan luar biasa, karena kita dipanggil Tuhan untuk menjadi terang. Hal itu harus dibuktikan dalam kesetiaan kita, karena kesetiaan kita kepada Tuhan, ditunjukkan melalui kesetiaan kita kepada pemimpin, pekerjaan, usaha, bahkan dalam gereja, dimana Tuhan menanam hidup kita.

Daniel tahu identitasnya, siapa dirinya dihadapan Tuhan, maupun di hadapan semua orang di dalam kerajaan Media-Persia, itu sebabnya dia tetap setia dan percaya sepenuhnya kepada Allah.
Mengapa Daniel yang dipilih? Karena kesetiaanlah yang membuat Daniel lebih unggul dari semua pejabat tinggi dan wakil raja lainnya. (Daniel.6 : 5)

Amsal 20:6 Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya? Saat ini sulit sekali mencari seseorang yang benar-benar setia. Akan tetapi jika ada satu sifat atau kebajikan yang dapat membuat seseorang menonjol dari antara orang banyak dan mendapatkan perhatian penuh dari Allah,
Sifat itu adalah KESETIAAN Rasul Paulus menyatakan; “Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku .”(1 Timotius.1:12)

Pemazmur menjelaskan: “Mataku tertuju kepada orang-orang yang setiawan di negeri, supaya mereka diam bersama-sama dengan aku. Orang yang hidup dengan cara yang tak bercela, akan melayani aku. “ (Mazmur.101 : 6)
Bila Tuhan menemukan orang beriman yang setia, Ia memusatkan seluruh perhatian-Nya kepada orang itu. Itu sebabnya kita orang –orang beriman, patut mempunyai kerinduan untuk mengembangkan buah Roh kesetiaan karena sifat semacam itulah yang dicari Allah diantara umat-Nya.

Fungsi utama dari buah Roh kesetiaan adalah untuk memperlengkapi orang-orang beriman dalam mengelola milik Allah.
TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.”(Kejadian.2:15) Tuhan menciptakan Adam dan Hawa untuk: Bersekutu dengan Tuhan, Memelihara, mengurus Taman Eden. Harus dipahami bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan tujuan dijadikan penerima dan penguasa hasil ciptaan-Nya. Saat ini Tuhan sedang mencari orang yang setia yang dapat mengelola harta milik Tuhan.

AKIBAT KETIDAKSETIAAN
• Adam diusir dari daerah yang dipercayakan Allah (Kejadian. 3:23,24)
• Esau Kehilangan Hak Kesulungannya (Ibrani.12:16-17)
• Roh Tuhan mundur dari raja Saul (1Samuel.16:14)
• Kerajaan Allah diambil dari Israel (Matius.21:43)

Tuhan mau memberkati umat-Nya secara perorangan dengan berkat sebanyak mungkin. Berkat yang dapat Ia percayakan kepada mereka untuk dikelola dengan penuh tanggung jawab. Namun karena banyak orang tidak setia, Tuhan tidak dapat mempercayakan karunia-karunia Roh Kudus, buah Roh Kudus, Hikmat, Pengetahuan, dan Pewahyuan yang terkandung dalam Firman-Nya kepada mereka.

Orang-orang yang setia sajalah yang sepenuhnya akan dipercayakan kekuasaan yang berkelanjutan atas harta milik Tuhan yang terbaik;
• Orang yang setia Diberkati “Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman. “(Amsal 28 : 20)
• Orang yang setia diangkat menjadi pemimpin (Matius. 24 : 45-47)
• Orang yang Setia dipercayakan Lebih banyak (Matius.25 : 28-29) Jika kita tidak setia maka apa yg Tuhan percayakan kepada kita diberikan kepada orang lain.
• Orang yang Setia dapat mendengar Suara Tuhan (Bilangan.12 : 6-8)
• Masuk dalam kebahagian tuannya. ”(Matius. 25 : 21)

Orang beriman mampu menikmati persekutuan dengan Bapa. (Bilangan.12 : 6-8), dan memberikan kemampuan bagi orang beriman untuk merasakan nikmatnya menyukakan hati Bapa (Matius.25 : 21) Kesetiaan yang dimiliki seorang yang beriman membuahkan sukacita dan penghargaan dalam hati Tuhan.

Teladan Tuhan Yesus selalu menyukakan hati Bapa-Nya Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.“ (Yohanes.8:29)

Tuhan Yesus setia Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!” (Matius.26:42)

Sebagai anak-anak Tuhan kita harus menyukakan hati Bapa dengan setia dan beriman kepada-Nya (Amsal 25:13) Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

“Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. “(1Korintus 6:17) Amin!

Comments