BELAJAR DARI KEHIDUPAN LEA


Setiap manusia memiliki kebutuhan-kebutuhan mendasar yang perlu dipenuhi, seperti kebutuhan untuk dihargai, dicintai, yang apabila tidak terpenuhi akan mengalami pergumulan dan masalah. Kita mau sama-sama belajar dari tokoh di Alkitab dalam Kejadian 29 yang bernama Lea, dimana ia mengalami permasalahan dengan kebutuhannya yang tidak terpenuhi. Ketika ALLAH ingin memberikan sesuatu, kita perlu bekerja sama dengan ALLAH.

Lea adalah anak dari Laban, Yakub yang bekerja dengan Laban berusaha untuk memperistri Rahel, adik Lea, dengan bekerja selama 7 tahun pada Laban. Tetapi ternyata Laban memberikan Lea, karena ia menganggap Lea adalah kakak Rachel dan di daerahnya tidak biasa adik melangkahi kakak. Dan Yakub harus menggenapi 7 hari perkawinannya dengan Lea barulah diberikan Rahel, namun Yakub juga harus bekerja 7 tahun lagi pada Laban.

Kita mau fokus pada Lea, bagaimana keadaannya yang mendadak ia harus menikah, dan Suaminya itu tidak mencintainya. Padahal, kebutuhan seorang Istri adalah dicintai Suaminya. Dan ia harus mendapati kenyataan Suaminya menikah lagi dengan adiknya di hari ke-8 pernikahan mereka. Saya pikir masalah Lea adalah berat.

Kejadian 29:17, dikatakan "Lea tidak berseri matanya, tetapi Rahel itu elok sikapnya dan cantik parasnya." Mata Lea tidak berseri, mungkin disebabkan hatinya terluka sejak kecilnya, dan saat itu ia menghadapi masalah dengan adiknya seumur hidupnya.

Tapi dari cara Lea memberikan nama anak-anak-NYA, kita dapat melihat bahwa ia selalu menunjukkan Pertolongan ALLAH, mari kita lihat :

1. TUHAN telah memperhatikan kesengsaraanku

Kejadian 29:31-32 — “ Ketika TUHAN melihat, bahwa Lea tidak dicintai, dibuka- NYAlah kandungannya, tetapi Rahel mandul. Lea mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ruben, sebab katanya: "Sesungguhnya TUHAN telah memperhatikan kesengsaraanku; sekarang tentulah aku akan dicintai oleh suamiku."

Lea yang awalnya tidak mengenal ALLAH, ia mulai mengerti dan mengenal ALLAH secara pribadi, anak pertamanya diberi nama Ruben, ALLAH YANG MEMPERHATIKAN KESENGSARAANNYA. Banyak kali kita mengalami kesengsaraan, karena disebabkan kesalahan kita sendiri, karena apa yang kita tabur di masa lalu, karena kita kurang baca Firman dan tidak mengerti Firman TUHAN, atau kesengsaraan yang disebabkan orang lain, namun kita harus tetap memilih berespon seperti Firman TUHAN.

2. TUHAN telah mendengar

Kejadian 29:33 — “ Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: "Sesungguhnya, TUHAN telah mendengar, bahwa aku tidak dicintai, lalu diberikan-NYA pula anak ini kepadaku." Maka ia menamai anak itu Simeon."

Mungkin kita sudah Doa lama, ingatlah, TUHAN itu TUHAN yang mendengar.
Mungkin banyak orang yang tidak dicintai karena sifatnya, ada orang yang terlahir dengan hati yang baik, diapain aja senyum, tapi ada orang yang lahir dengan hati yang jahat tanpa diajari, semboyannya susah melihat orang senang dan senang melihat orang susah. Atau tidak dicintai karena terlahir tidak dengan wajah cantik atau ganteng. Sedangkan mereka yang berwajah cantik seakan selalu saja mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam hidupnya. Dan ini membuat hati Lea sedih, terluka, saya bisa berempati dengan hidup Lea.

3. Akan lebih erat kepadaku

Kejadian 29:34 — “ Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: "Sekali ini suamiku akan lebih erat kepadaku, karena aku telah melahirkan tiga anak laki-laki baginya." Itulah sebabnya ia menamai anak itu Lewi." Lea ingin berusaha mempererat hubungannya dengan Yakub, namun justru ia mendapat yang lebih dari itu, Lea mendapatkan ALLAH sendiri, pengenalan akan ALLAH, mengalami keintiman dengan ALLAH. Setelah itu hidup Lea mulai berubah.

4. Aku akan bersyukur kepada TUHAN

Kejadian 29:35 — “ Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: "Sekali ini aku akan bersyukur kepada TUHAN." Itulah sebabnya ia menamai anak itu Yehuda. Sesudah itu ia tidak melahirkan lagi." Dalam dimensi keintiman dengan ALLAH, Lea mengalami perjumpaan pribadi dengan ALLAH, ia dipulihkan TUHAN sendiri dari segala luka-luka hatinya, kesendiriannya, dan lahirlah sikap hati Bersyukur kepada TUHAN, meskipun masalahnya belum selesai.

5. Mujur telah datang

Kejadian 30:9-11 — “ Ketika dilihat Lea, bahwa ia tidak melahirkan lagi, diambilnyalah Zilpa, budaknya perempuan, dan diberikannya kepada Yakub menjadi istrinya. Dan Zilpa, budak perempuan Lea, melahirkan seorang anak laki-laki bagi Yakub. Berkatalah Lea, "Mujur telah datang." Maka ia menamai anak itu Gad." Ketika ia mengalami keintiman dengan ALLAH, ALLAH menjamah hatinya, dan muncullah sikap bersyukur. Bagian Lea adalah masuk dalam keintiman dengan ALLAH, tindakan pro-aktif ALLAH adalah membuat Lea mujur dalam hidupnya. Ada orang-orang yang pandai-tidak mujur tapi ada juga yang bodoh-mujur. Berkat, perkenanan, kemujuran, keberuntungan demi keberuntungan dari Tuhan, tindakan pro-aktif dari ALLAH selalu menyertai orang-orang yang Intim dengan ALLAH.

6. Aku ini berbahagia

Kejadian 30:12-13 — “ Dan Zilpa, budak perempuan Lea, melahirkan anak laki-laki yang kedua bagi Yakub. Berkatalah Lea: "Aku ini berbahagia! Tentulah perempuan-perempuan akan menyebutkan aku berbahagia." Maka ia menamai anak itu Asyer." Lea menyebut dirinya "Aku ini berbahagia!", padahal masalahnya kan belum selesai ? Coba Anda sebagai anak TUHAN, jawab jujur dari hatimu yang terdalam, apakah kamu bahagia ?

Ternyata, kebahagiaan adalah BUAH DARI KEINTIMAN DENGAN ALLAH, TUHAN menempatkan sebuah ruang dalam hati kita yang tidak bisa diisi oleh apapun selain TUHAN. Keintiman dengan Sang Pencipta menghasilkan Kebahagiaan, meskipun masalah masih ada. Engkau sibuk dengan dirimu sendiri, dengan perkerjaan, segala hal lainnya dan melupakan Sang Penciptamu, itulah alasan engkau tidak berbahagia.

7. ALLAH telah memberi upahku

Kejadian 30:17-18 — “ Lalu ALLAH mendengarkan permohonan Lea. Lea mengandung dan melahirkan anak laki-laki yang kelima bagi Yakub. Lalu kata Lea: "ALLAH telah memberi upahku, karena aku telah memberi budakku perempuan kepada suamiku." Maka ia menamai anak itu Isakhar. Di kekekalan ALLAH pasti beri kita Upah, tapi di saat hidupun saat ini, ALLAH berikan upah. Upah diberikan karena anda telah melakukan sesuatu.

8. ALLAH telah memberikan hadiah yang indah kepadaku

Kejadian 30:19-20 — “ Kemudian Lea mengandung pula dan melahirkan anak laki-laki yang keenam bagi Yakub. Berkatalah Lea: "ALLAH telah memberikan hadiah yang indah kepadaku; sekali ini suamiku akan tinggal bersama-sama dengan aku, karena kau telah melahirkan enam orang anak laki-laki baginya." Maka ia menamai anak itu Zebulon." Kalau Hadiah anda tidak lakukan sesuatu tapi lalu dikasih hadiah yang indah dari TUHAN.

Anda ingin intim sama TUHAN ?
Sediakan waktu. Persis seperti yang pacaran, Anda sibuk, orang lain minta tolong ? bilangnya tidak bisa saya Sibuk, tapi lalu pacar minta tolong ? Lagi sibuk nich... Ayo dong... Yayayaya.

Sediakan waktu sama TUHAN. Lagi di kendaraan, setiap ada waktu, atau hanya sediakan telinga aja TUHAN mau bilang apa, atau sesaat aja bilang ke TUHAN, Lord, I Love You (TUHAN, saya mencintai-MU). Pernah ? Cobalah. Anda akan melihat ALLAH bertindak pro-aktif dalam hidupmu.

Perbandingan akhir hidup Lea dan Rahel
Kejadian 49:29-32 — “ Kemudian berpesanlah Yakub kepada mereka: "Apabila aku nanti dikumpulkan kepada kaum leluhurku, kuburkanlah aku di sisi nenek moyangku dalam gua yang di ladang Efron, orang Het itu, dalam gua yang di ladang Makhpela di sebelah timur Mamre di tanah Kanaan, ladang yang telah dibeli Abraham dari Efron, orang Het itu, untuk menjadi kuburan milik. Di situlah dikuburkan Abraham beserta Sara. isterinya; di situlah dikuburkan Ishak beserta Ribka, isterinya, dan di situlah juga kukuburkan Lea; ladang dengan gua yang ada di sana telah dibeli dari orang Het." Akhir dari hidup Lea, Lea dikuburkan di kuburan keluarga. Tidak sembarang orang dikuburkan disana. Abraham-Sara, Ishak-Ribka, Yakub dan Lea.

Kejadian 35:19 — “ Demikianlah Rahel mati, lalu ia dikuburkan di sisi jalan ke Efrata, yaitu Betlehem." Rahel mati dan dikuburkan di sisi jalan ke Efrata, yaitu Betlehem. Rahel dikuburkan disana karena katanya besoknya Sabat jadi cepat-cepat, tapi TUHAN memberikan pengertian lain.

Lea mengawali dengan tidak baik dan terlihat prosesnya menjadi baik dan intim dengan TUHAN.

Rahel mengalami segala yang baik tapi dengan masalah demi masalah hidupnya mengalami penurunan. Pilihan di tangan Anda,

Comments