Mengubah masalah jadi berkat Mazmur 84 dan Kejadian 32 ayat 6


Mazmur 84:6-8 — “ Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam ENGKAU, yang berhasrat mengadakan ziarah! Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat. Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap ALLAH di Sion.”

Semua orang pasti pernah melewati Lembah Baka atau lembah air mata karena mengalami permasalahan yang begitu berat. Namun kepada kita, orang percaya, TUHAN YESUS menjanjikan mata air dan hujan pada awal musim, yang berbicara mengenai berkat-berkat yang terus mengalir. Kita juga akan berjalan makin lama makin kuat menuju Sion, yang berbicara mengenai kekuatan yang diterima ketika kita berjumpa secara pribadi dengan YESUS KRISTUS dalam hadirat-NYA. Rahasianya adalah selalu mengandalkan kekuatan TUHAN, yang ditunjukkan dengan adanya hasrat atau keinginan hati yang paling dalam untuk berjumpa dengan YESUS KRISTUS.

Kita dapat belajar dari kisah Yakub dalam Kejadian 32:6-7 — “ Kemudian pulanglah para utusan itu kepada Yakub dan berkata: "Kami telah sampai kepada kakakmu, kepada Esau, dan ia pun sedang di jalan menemui engkau, diiringi oleh empat ratus orang." Lalu sangat takutlah Yakub dan merasa sesak hati; maka dibaginyalah orang-orangnya yang bersama-sama dengan dia, kambing dombanya, lembu sapi dan untanya menjadi dua pasukan."

Ayat ini mengisahkan bagaimana mengatasi sebuah masalah. Saat itu Yakub sedang mengikuti kehendak TUHAN untuk pulang ke rumahnya, namun ia justru menghadapi masalah. Ketika dalam perjalanan, Esau berkata bahwa ia akan menemui Yakub bersama dengan 400 orangnya, sehingga Yakub merasa sangat ketakutan. Sebelumnya memang Yakub meninggalkan rumah karena bertengkar dengan Esau terkait masalah hak kesulungan.

Esau memang telah menjual hak kesulungannya kepada Yakub, tetapi Yakub juga telah memperdaya ayahnya, Ishak, untuk menerima berkat kesulungan itu, yaitu dengan membalutkan kulit kambing ke tangan dan lehernya yang licin. Akhirnya Esau pun menaruh dendam kepada Yakub. Kejadian 27:41 — “ Esau menaruh dendam kepada Yakub karena berkat yang telah diberikan oleh ayahnya kepadanya, lalu ia berkata kepada dirinya sendiri: "Hari-hari berkabung karena kematian ayahku itu tidak akan lama lagi; pada waktu itulah Yakub, adikku, akan kubunuh."

Sebagai orang percaya kita telah diangkat menjadi anak-anak sulung bersama dengan TUHAN YESUS, yang berhak menerima hak dan berkat kesulungan, seperti urapan dan hal-hal ilahi. Jangan sampai kita menjual hak kesulungan itu demi kesenangan duniawi. Tetapi meskipun kita sudah menjadi orang percaya, bukankah kehidupan kita terkadang masih “licin”, yaitu masih memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa dan memelesetkan (memperdaya) orang lain? Ini adalah sifat dasar manusia. Karena itu agar dapat berlayak di hadapan BAPA, sebelum datang kepada-NYA kita harus menutup kehidupan kita dengan korban TUHAN YESUS KRISTUS.

Sama seperti Yakub yang menghadapi masalah dengan Esau, kita pun pasti akan menghadapi “Esau” yang adalah gambaran dari ancaman dan berbagai masalah dalam kehidupan. Memang kita tidak tahu apa yang akan kita hadapi di depan. Namun jika mata kita berfokus pada masalah yang kita hadapi, kita hanya akan melihat betapa mencemaskannya keadaan dunia ini. Itulah yang dialami Yakub, sehingga ia akhirnya mengambil solusi yang keliru. Ia langsung membagi orang-orangnya menjadi dua pasukan. Ia bermaksud untuk mengumpankan pasukan yang pertama jika Esau nanti menyerang. Betapa pengecutnya Yakub! Karena panik maka ia menyusun rencana tanpa berdoa terlebih dahulu.

Namun kemudian ia sadar dan mengambil tindakan yang tepat. Yakub menaikkan doa kepada TUHAN (Kejadian 32:9-13). Dan doa ini adalah doa yang berdampak, yaitu doa yang efektif dan mendatangkan hasil. Bagaimanakah doa yang efektif itu ?
► Mengimani janji ALLAH (Kejadian 32:9)
► Memuji dan bersyukur kepada TUHAN (Kejadian 32:10)
► Merasa tidak berlayak atau merendahkan diri di hadapan TUHAN (Kejadian 32:10, band. Yesaya 57:15)
► Mengakui dan membereskan dosa dan kesalahan (Kejadian 32:10, band. Yesaya 59:1-2)
► Mohon kelepasan dari masalah (Kejadian 32:11)
► Membuka hati mengenai segala ketakutan yang dialami (Kejadian 32:11)
► Mengucapkan janji firman ALLAH (Kejadian 32:12, band. Matius 21:22; Yohanes 15:7)

Dan dalam Kejadian 32:24-30 dikatakan bahwa Yakub bukan hanya sekedar berdoa, tetapi ia juga bergumul dengan TUHAN di dalam doanya (Roma 15:30). Di ayat 30 ia berkata: “Aku telah melihat ALLAH…” Jadi yang datang menemuinya saat itu bukan sekedar malaikat biasa, melainkan pribadi ALLAH sendiri. Dalam pergumulannya Yakub berjuang untuk mengejar berkat ilahi dan jamahan TUHAN. Akhirnya TUHAN bertanya kepadanya di ayat 27: “Siapakah namamu?” Dan Yakub menyahut: “Yakub.” TUHAN menuntut pengakuan kita, dan Yakub mengakui keberadaan dirinya yang adalah seorang penipu (arti nama Yakub adalah penipu). Karena itulah TUHAN kemudian menjamah pangkal paha Yakub sehingga ia menjadi timpang. Pangkal paha adalah lambang kekuatan. Inilah momen di mana Yakub kemudian bergantung sepenuhnya kepada TUHAN. Bahkan TUHAN mengganti namanya menjadi Israel, yang artinya putera ALLAH atau yang diperintah ALLAH.

Setelah itu dalam Kejadian 33 diceritakan mengenai Yakub yang bertemu dengan Esau. Yakub tidak lagi lari dari masalah, namun sebaliknya ia mengambil tindakan yang pemberani. Ia sendiri berjalan di depan rombongan dan ia sujud sampai ke tanah tujuh kali sambil menghampiri Esau (Kejadian 33:3). Ini merupakan tanda bahwa ia merendahkan diri dan berinisiatif untuk mengangkat bendera perdamaian. Dan apakah yang terjadi selanjutnya?
Esau yang tadinya bersumpah akan membunuh Yakub justru memeluk Yakub (Kejadian 33:4). Esau yang awalnya merupakan ancaman, sekarang malah menunjukkan kasih.

TUHAN YESUS mampu mengubah hati manusia, bahkan orang yang hatinya keras sekalipun dapat dibelokkan untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Benteng dendam juga diruntuhkan-NYA dan diganti dengan kasih persaudaraan. Bukan hanya Esau yang berubah, Yakub juga diubahkan oleh TUHAN. Di Kejadian 33:10 Yakub berkata kepada Esau bahwa melihat muka Esau baginya serasa melihat wajah ALLAH.

Apakah benar wajah Esau berubah seperti wajah ALLAH ?
Sebenarnya wajah Esau tidak berubah, tetapi sudut pandang Yakub terhadap Esaulah yang berubah. Ia sekarang mampu mengasihi dan berpikiran positif terhadap Esau.

Apakah saat ini Anda sedang mengalami permasalahan yang begitu berat ?

Hadapi masalah Anda dengan datang berdoa dan bergumul di kaki TUHAN YESUS !!!

TUHAN YESUS-lah yang akan menenangkan gelombang badai dalam hidup Anda. Meskipun Anda mungkin tidak mengerti maksud dan rencana-NYA, namun percayalah bahwa TUHAN YESUS akan mengubah masalah Anda menjadi berkat dengan cara-NYA yang ajaib !!! Amin. TUHAN YESUS Memberkati.

Comments