Indah, Kuat, Harum, dan Terus Bertumbuh Hosea 14 ayat 6


HOSEA 14 : 6 — “ AKU akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar.”

Kali ini, karakter anak TUHAN diumpamakan dengan karakter berbagai tanaman. Memiliki karakter yang komplet seperti yang digambarkan di bawah ini tentu membuat kita seindah taman TUHAN.

Pertama, ALLAH menggambarkan kita seperti bunga bakung (lily) yang indah. Keindahan itu tampak dari tutur kata yang enak didengar dan yang wajah yang selalu enak dilihat, yang tentunya diikuti dengan tingkah laku yang "indah" pula.

Karakter bunga lily yang indah saja tidak cukup. Keindahan yang dipadukan dengan kekuatan akar pohon hawar (cedar, pohon aras) menghasilkan kombinasi yang saling melengkapi. Cedar adalah pohon yang tumbuh di dataran tinggi, batangnya tegak lurus (menggambarkan hidup yang lurus atau jujur) ditunjang dengan akar yang sangat kuat untuk mampu menopang terpaan angin yang kuat di dataran tinggi. Bukan hanya akarnya yang kuat, batangnya pun kuat, menggambarkan iman yang kuat.

Kombinasi keindahan dan kekuatan akan kita dapatkan kalau ALLAH yang menjadi embun bagi Israel, bagi kita. Mengapa embun, bukan hujan ? Sebab di tanah Israel tidak banyak hujan turun, namun embun selalu turun setiap pagi. Itulah sebabnya ALLAH menggambarkan DIA seperti embun bagi Israel. Di tengah kegersangan dunia kini, kita tetap "enak dilihat" sekaligus kokoh dalam iman karena ALLAH selalu menyegarkan jiwa kita.

KIDUNG AGUNG 2 : 2 — “ Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah manisku di antara gadis-gadis."

Kita bagaikan bunga lily yang indah di antara orang dunia yang digambarkan dengan duri-duri. Duri menggambarkan kutuk; saat Adam jatuh dalam dosa, ALLAH mengatakan bahwa tanah akan menghasilkan semak duri. Dan karakter semak duri yang tajam membuat siapa saja yang bersentuhan dengannya akan terluka dan berdarah.

LUKAS 12 : 27 — “ Perhatikanlah bunga bakung, yang tidak memintal dan tidak menenun, namun AKU berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu."

Bunga lily yang indah jauh lebih indah dari segala kemegahan dan kekayaan dunia yang dimiliki raja Salomo. Anak TUHAN yang memiliki karakter bunga lily - walau tampil sederhana - jauh lebih indah dari orang dunia yang tampil glamor. Perhiasan mahal, baju trendy, bila hati penuh "duri" tak akan membuat orang itu menyenangkan bagi orang lain. Sedangkan bagi kita, embun Surgawi yang menyejukkan itu membuat kita "segar" dan bahagia sehingga orang lain dapat ikut menikmati keindahan hidup kita.

HOSEA 14 : 7 — “ Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon."

Ranting-ranting pohon cedar terus bertumbuh. Hal ini menggambarkan anak TUHAN tak berjalan di tempat; dia akan terus bertumbuh lebih indah dan lebih kuat. Selain itu, dia juga seperti pohon zaitun yang mencengangkan atau memesona banyak orang. Seharusnya anak TUHAN tidak pernah iri kepada orang dunia; justru orang dunia yang terkagum-kagum melihat hidup kita yang terus bertumbuh semakin indah dan kuat. Contohnya, seperti yang disaksikan oleh seorang jemaat ketika ibundanya sakit. Dengan doa, kesembuhan yang dialami ibundanya membuat dokter yang menanganinya tercengang. Berarti kesembuhan itu di luar kemampuan dokter.

Pohon cedar juga berbau harum. Kayu cedar termasuk kayu yang paling mahal untuk pembuatan alat-alat musik. Suara yang dihasilkan alat musik dari kayu cedar sangat indah, dan baunya harum. Istana Daud yang dibangun dengan kayu aras atau kayu cedar yang didatangkan dari Libanon mengokohkan bahwa kayu cedar adalah kayu yang berkelas.

Berbahagialah kita bila kehidupan kita harum sehingga didekati banyak orang dan membuat suasana nyaman bagi orang lain. Sedangkan Salomo, nama harum seperti kayu cedar tidak dimilikinya. Salomo begitu kokoh dalam kekayaannya, namun reputasinya sungguh jelek di hadapan ALLAH karena ia menikahi wanita-wanita penyembah berhala.

HOSEA 14 : 8 — “ Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-KU dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon."

Hidup yang terus bertumbuh semakin indah dan kuat, serta memiliki nama yang harum tentu ada syaratnya, yaitu kembali dan diam di dalam naungan TUHAN. Dengan terus bernaung di dalam TUHAN, kita akan tumbuh seperti benih (NIV: "They shall be revived like grain"). Benih menggambarkan iman; bandingkan dengan perkataan TUHAN YESUS tentang iman sebesar biji (benih) sesawi. Bila benih itu tumbuh, benih yang kecil itu akan menjadi pohon yang besar dan kuat. Banyak anak TUHAN yang imannya bertumbuh saat dalam pergumulan ekonomi, saat keluarga sedang goncang. Di saat seperti itulah berdoa sambil menangis di hadapan TUHAN dan Alkitab terus dalam dekapan. Begitu badai kehidupan reda, TUHAN mulai dilupakan. Kekristenan sejati tidak bisa secara on and off. Iman bukanlah "ban serep" atau "emergency exit"; iman harus terus bertumbuh dalam situasi apa pun.

Memiliki karakter yang lengkap: indah, kokoh, harum, mencengangkan, iman yang terus bertumbuh akan membuat rumah tangga dan kehidupan kita akan manis seperti anggur. Anggur melukiskan tentang kebahagiaan. Besarnya kekayaan dan kekuasaan tak berbanding lurus dengan kebahagiaan. Contoh nyata di dalam Alkitab adalah kisah Salomo. Raja yang terkenal ini tak memiliki "kebun anggur". Yang dimilikinya hanyalah rongrongan bak duri-duri tajam dari seribu istri yang merobek-robek kehidupan rohaninya.

HOSEA 14 : 9 — “ Efraim, apakah lagi sangkut paut-KU dengan berhala-berhala? AKU-lah yang menjawab dan memperhatikan engkau! AKU ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-KU engkau mendapat buah."

Efraim adalah anak bungsu Yusuf. Tapi dia mendapat berkat ganda, berkat yang jadi hak anak sulung. Jadi, Efraim adalah gambaran anak TUHAN yang diberkati. ALLAH mengingatkan kita agar tak menyangkut-pautkan ibadah dengan berhala atau kepercayaan dunia. Misalnya saja, mencari "hari baik" untuk menikah, percaya bahwa orang hamil tidak boleh melakukan apa-apa saat bulan purnama, menganggap hari Jumat Kliwon sebagai "hari spesial", dan sebagainya.

Masih memberi ruang bagi berhala dan kepercayaan dunia sudah pasti menghalangi doa kita dijawab dan diperhatikan TUHAN. Kita tak bisa berpaut pada berhala sekaligus berharap kepada TUHAN. TUHAN menggambarkan DIRINYA sebagai pohon sanobar yang menghijau. Jika kita melekat pada TUHAN YESUS, kuasa ALLAH disalurkan di dalam hidup kita sehingga berbuah atau hidup kita diberkati dengan limpahnya.


HOSEA 14 : 10 — “ Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ."

Ayat di atas dalam Alkitab NIV lebih jelas "Who is wise? He will realise these things. Who is discerning? He will understand them. The ways of the LORD are right; the righteous walk in them, but the rebellious stumble in them." Orang yang memperhatikan akan mengerti bahwa jalan TUHAN itu lurus seperti pohon cedar. Dan perjalanan kekristenan adalah berjalan terus di dalam jalan TUHAN, bukan hari ini berjalan dalam TUHAN dan besok berjalan dalam jalan dunia. Orang yang sudah berjalan di dalam jalan TUHAN dan kemudian keluar dari jalan TUHAN disebut pemberontak terhadap jalan TUHAN atau Firman. Orang yang seperti itu akan tergelincir dan jatuh. Alangkah ruginya orang itu !!!

Contoh orang yang hidupnya lurus adalah Henokh. Kejadian 5 : 24 — “ Dan Henokh hidup bergaul dengan ALLAH, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh ALLAH." Dicatat bahwa Henokh bergaul dengan ALLAH (NIV: Enoch walked with GOD). Mengikuti jalan TUHAN yang lurus membuat Henokh menjadi salah satu dari sedikit orang yang tidak mengalami kematian; Henokh diangkat oleh ALLAH.

Mari kita bandingkan Henokh dan Salomo. Kendati hidup Henokh tampak biasa-biasa saja, tak kaya raya dan berkuasa seperti Salomo, hidup Henokh lebih enak dibandingkan Salomo. Salomo hanya bertahan sebentar di jalan TUHAN. Sesudah itu dia keluar dari jalan TUHAN, dan dia tersesat. Umumnya, manusia paling takut menghadapi kematian. Kekayaan seberapa pun tak akan dapat menyambung umur; kekayaan juga tak mampu membawa pada hidup kekal. Henokh tak perlu melewati fase yang paling tak menyenangkan: menghadapi kematian. Dan dia memiliki hidup kekal. Kedua hal ini tak dimiliki Salomo.

Dengan mau membuang semua berhala yang tak berkenan di hadapan TUHAN dan terus hidup di jalan TUHAN yang lurus dan memelihara iman kita agar terus bertumbuh semakin kuat, maka kita akan seperti bunga lily yang indah, memiliki nama yang harum di hadapan TUHAN maupun manusia. Bukan itu saja, kebahagiaan dan berkat TUHAN yang kita terima membuat semua orang yang melihatnya menjadi terkagum-kagum, Amin.

Comments