Tuhan Terlambat 2


Di dalam Alkitab, ada banyak kasus yang “terlambat,” tidak ada harapan lagi. Tetapi bagi ALLAH yang kita percayai di dalam TUHAN YESUS, tidak ada yang terlambat. Apa pun keadaan kita, percayalah, bersama YESUS KRISTUS tidak akan terlambat, pertolongan TUHAN tepat pada waktunya !!!
Contoh 3 keadaan yang sepertinya “terlambat”

1. Abraham dan Sara
Kejadian 18:11-14 — “Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid. Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?" Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: "Mengapakah Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua? Adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk TUHAN ? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, AKU akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki."

Abraham berumur 100 tahun dan Sara 90 tahun, sudah lama mati haid, secara manusia tidak mungkin, tidak ada harapan lagi mempunyai anak. Sara tertawa karena tidak percaya akan janji TUHAN.

Mengapa bapa orang percaya seperti Abraham-Sara, Ishak-Ribka, Yakub-Rahel semuanya mandul ? Karena TUHAN mau menyatakan kepada kita bahwa bagi TUHAN tidak ada yang mustahil. TUHAN bisa memunculkan kehidupan dari sesuatu yang sudah mati, yang sudah tidak ada harapan.

Mungkin saat ini anda mengalami kemandulan dalam pekerjaan rumah tangga, rohani dan hal-hal yang lain, dan sepertinya sudah terlambat, sudah tidak ada harapan lagi ? Percayalah bahwa bagi TUHAN tidak ada yang mustahil, asal kita mau percaya dan berharap kepada TUHAN.

2. Maria dan Marta
Yohanes 11:21, 32 — “ 21 Maka kata Marta kepada YESUS : "TUHAN, sekiranya ENGKAU ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. 32 Setibanya Maria di tempat YESUS berada dan melihat DIA, tersungkurlah ia di depan kaki-NYA dan berkata kepada-NYA: "TUHAN, sekiranya ENGKAU ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."

Maria dan Marta berkata sudah terlambat, Lazarus sudah mati empat hari. Tapi TUHAN YESUS berkata, Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan ALLAH. Yohanes 11:40 — “ Jawab YESUS : "Bukankah sudah KU-katakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan ALLAH?"

Apa percaya itu ?
Kata YESUS KRISTUS kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan TUHAN YESUS kepadanya, lalu pergi Yohanes 4:50 — “ Kata YESUS kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan YESUS kepadanya, lalu pergi."

Kisah ini menceritakan tentang seorang yang anaknya hampir mati. Ia berjalan kira-kira dua hari perjalanan jauhnya menemui YESUS KRISTUS untuk meminta YESUS datang dan menyembuhkan anaknya. TUHAN YESUS hanya berkata bahwa anaknya hidup. Orang itu percaya, memegang perkataan YESUS KRISTUS lalu pergi. Percaya berarti memegang perkataan TUHAN, memegang Firman TUHAN. Apakah kita sungguh-sungguh percaya kepada perkataan TUHAN ? Jika kita percaya, tidak ada yang terlambat !!!

3. Simon
"Pada suatu kali YESUS berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni DIA hendak mendengarkan firman ALLAH. IA melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. IA naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai berbicara, IA berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab: "GURU, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena ENGKAU menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan YESUS dan berkata: "TUHAN, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata YESUS kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia." Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut YESUS." Lukas 5:1-11

Simon telah selesai melakukan pekerjaannya, sudah membasuh jala tapi bukan dengan sukacita melainkan sedih, malu karena tidak mendapat seekor ikan pun. Mereka siap pulang dengan kekecewaan, tangan kosong dengan tidak mendapat apa-apa, tapi bagi YESUS tidak ada yang terlambat. Bagi manusia terlambat tapi bagi TUHAN YESUS, IA baru mulai bekerja. TUHAN YESUS masuk ke dalam perahu dan menyuruh mereka menebarkan jala. Kali ini bukan sendiri tetapi dengan YESUS KRISTUS di dalam perahu.

Seringkali kita berpikir sudah selesai, sudah tidak bisa apa-apa lagi. Tapi justru saat itu TUHAN baru akan memulai sesuatu yang luar biasa dengan kita jika kita mau memegang perkataan TUHAN. Simon menjawab: "GURU, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena ENGKAU menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." Lukas 5:5 (Tetapi berdasarkan perkataan-MU, aku akan kembali menjala-Amplified Bible), merupakan suatu pernyataan yang jujur. Kita harus jujur di hadapan TUHAN kalau mau menerima pertolongan TUHAN.

Selama kita masih merasa mampu dan memakai kekuatan kita sendiri, sulit bagi TUHAN untuk campur tangan, TUHAN akan membiarkan kita. Tadinya mereka berupaya sendiri, sekarang berbeda karena YESUS KRISTUS ada bersama mereka di dalam perahu. Inilah yang TUHAN inginkan, kita percaya kepada perkataan-NYA dan bertindak maka kita akan berhasil.

"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya. Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: "Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi," sedangkan yang diminta ada padamu." Amsal 3:27-28

Ayat ini mengajarkan kepada kita untuk jangan menunda, kalau mampu berbuat baik hari ini, menolong hari ini, memberi hari ini, lakukan hari ini juga. Jangan menunda dan berlambatan untuk berbuat baik.

Apa yang diajarkan Firman itu juga yang dilakukan TUHAN kepada kita. Berarti TUHAN juga tidak pernah menunda untuk menolong kita jika kita sungguh-sungguh percaya kepada Firman-NYA.

Mungkin saat ini kita mengalami hal yang parah, dalam usaha pekerjaan, rumah tangga, dan sebagainya. Kita berpikir sudah mati, sudah tidak ada kesempatan untuk pulih, tapi bersama YESUS KRISTUS tidak akan terlambat, percayalah dan pegang Firman-NYA

Comments