Tuhan bertindak jika kita akui kita lemah 1 KorintuS 12:10

2 Korintus 12:10 — “ Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena KRISTUS. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.”

Paulus berkata bahwa ia senang dan rela di dalam kelemahan, sebab di saat ia lemah maka ia kuat. Di saat kita tidak mampu dan tidak berdaya namun kita menyerah pada TUHAN maka saat itulah kita akan melihat pertolongan TUHAN dinyatakan. Kita justru harus berhati-hati di saat kita merasa kuat, karena waktu kita merasa kuat, kuasa TUHAN tidak dinyatakan dalam hidup kita.

Ada 2 contoh dalam Alkitab tentang orang-orang yang mengalami kekuatan TUHAN di tengah-tengah ketidakberdayaan mereka:

1. Musa dan bangsa Israel. Keluaran 14:1-31
TUHANlah yang memimpin bangsa Israel untuk berkemah di tepi Laut Merah.
Keluaran 14:1-2 — “ Berfirmanlah TUHAN kepada Musa, demikian: "Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka balik kembali dan berkemah di depan Pi-Hahirot, antara Migdol dan laut; tepat di depan Baal-Zefon berkemahlah kamu, di tepi laut."

Jika TUHAN yang memimpin maka TUHAN yang akan bertanggung jawab. Ketika Firaun dan pasukannya mengejar bangsa Israel, bangsa Israel dalam keadaan terjepit dan tidak berdaya. Di depan Laut Merah dan di kanan kiri gunung dan di belakang pasukan Mesir sedang mengejar mereka. Dalam keadaan terjepit bangsa Israel, bersungut-sungut kepada TUHAN atas apa yang mereka alami.
Keluaran 14:9-12 — “ Adapun orang Mesir, segala kuda dan kereta Firaun, orang-orang berkuda dan pasukannya, mengejar mereka dan mencapai mereka pada waktu mereka berkemah di tepi laut, dekat Pi-Hahirot di depan Baal-Zefon. Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh, maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada TUHAN, dan mereka berkata kepada Musa: "Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir? Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini."

Kita mau belajar untuk tidak bersungut-sungut saat menghadapi masalah sebab TUHAN tidak suka kepada orang yang bersungut-sungut. Berbeda dengan mereka, Musa tetap tenang. Musa berpegang kepada Firman TUHAN dan ia memperkatakan perkataan iman. Keluaran 14:13-14 — “ Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-NYA hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja." dan mujizat TUHAN pun terjadi.

Pembelaan TUHAN nyata jika kita tetap tenang dan percaya. Tidak ada yang mustahil bagi TUHAN, TUHAN sanggup membuat jalan melewati lautan yang dahsyat, TUHAN juga sanggup membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. Yesaya 43:18-19 — “ firman-NYA : "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, AKU hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, AKU hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara." Di saat kita tidak berdaya, bila kita datang kepada TUHAN dengan iman percaya, TUHAN akan menyatakan pertolongan-NYA kepada kita.

2. Raja Yosafat. 2 Tawarikh 20
Raja Yosafat pernah mengalami keadaan yang tidak berdaya. Ia diperhadapkan kepada musuh yang besar dan ia merasa tidak mampu untuk menghadapinya. Ia tidak tahu harus berbuat apa, namun di tengah-tengah ketidakberdayaannya Raja Yosafat mencari TUHAN. Ia mengerahkan seluruh rakyatnya untuk berdoa dan berpuasa bersama dengan dirinya dan TUHAN berbicara kepada Yosafat melalui nabi-NYA. Yosafat pun merespon firman yang ia dengar dengan iman dan ia mulai memuji-muji TUHAN sebagai ucapan syukur. Bukan hanya demikian, keesokkan harinya ia menaruh barisan pemuji di depan tentaranya sebab ia percaya bahwa ia tidak akan berperang melainkan TUHAN yang akan berperang ganti mereka. 2 Tawarikh 20:17 — “ Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN akan menyertai kamu."

Dan akhirnya musuh saling membunuh dan Yosafat mendapat kemenangan besar.
Dan bukan hanya itu saja, mereka juga memperoleh jarahan yang sangat banyak. Lihat, dari ketidakberdayaan TUHAN sanggup menolong dan memberi kemenangan yang besar kepada Yosafat.

Itulah sebabnya biarlah di dalam ketidakberdayaan kita mau tetap percaya kepada-NYA, maka TUHAN akan menyatakan kuasa-NYA yang besar. Paulus juga, dalam kehidupannya ia selalu merasa tidak berdaya (membawa kematian YESUS KRISTUS), agar kehidupan KRISTUS nyata dalam dirinya, yaitu kekuatan di tengah-tengah ketidakberdayaan. 2 Korintus 4:10 — “ Kami senantiasa membawa kematian YESUS di dalam tubuh kami, supaya kehidupan YESUS juga menjadi nyata di dalam tubuh kami."

Comments