Rumah Tuhan


Rumah TUHAN

1 Tawarikh 23:32 — “ Mereka harus melakukan pemeliharaan Kemah Pertemuan serta tempat kudus dan harus melayani anak-anak Harun, saudara-saudara mereka, untuk menyelenggarakan ibadah di rumah TUHAN."

Rumah TUHAN Rumah Kita ▬> Kita harus memahami arti dari sebuah gereja. Gereja bukan hanya berbicara tentang organisasinya tetapi tempat yang TUHAN sediakan untuk beribadah. Jadi Rumah TUHAN adalah rumah untuk beribadah. Rumah dalam bahasa Yunani “oikea” atau juga “oikos”, dan dalam bahasa Ibrani adalah “bet” atau bait. Oikea artinya rumah atau tempat tinggal, menunjuk kepada rumah tangga (sebuah rumah dengan orang-orang yang menghuni di dalamnya). Sedangkan “oikos” menunjuk kepada gedung yang dapat digunakan. Dalam Alkitab kita dikatakan sebagai “Bait Suci” atau “Kemah Pertemuan”. Di gereja kita harus berkumpul dan bertemu, tetapi bukan hanya sekedar datang, tetapi kita harus terikat. Kata gereja “Eklessia” bisa menunjuk kepada gedung, tetapi juga berbicara tentang dipanggil keluar kepada panggilan ALLAH.

TUHAN YESUS sudah menyediakan tempat ibadah. Maka gedung gereja harus diperlihara. Kita juga harus ikut bertanggung jawab dalam pemeliharaan gedung gereja. Gereja juga harus dijadikan tempat kudus, kalau tempat kudus berarti harus ada ROH KUDUS. Gereja kita disebut Pentakosta “penuh ROH KUDUS”, ROH KUDUS-lah yang melahirkan gereja dan yang mempersatukan kita. Ada 3 tingkatan rumah TUHAN :

1. Rumah Ibadah
Rumah harus menjadi sentrali keluarga yang takut akan TUHAN. Seperti Zakheus dan seisi rumah tangganya percaya kepada TUHAN YESUS dan diselamatkan. Dan kepala penjara di Filipi juga diselamatkan beserta keluarganya. Kita juga mau seisi rumah tangga kita diselamatkan. Selain rumah kediaman, kita juga harus setia datang beribadah di rumah TUHAN. Untuk mengikat hubungan satu dengan yang lain, menjadi keluarga dalam KRISTUS YESUS TUHAN. Kita harus cinta Rumah TUHAN. Kita harus mengambil bagian dalam pelayanan. Mari kita membantu memelihara rumah TUHAN. Kita juga harus membantu pekerjaan TUHAN. 1 Tawarikh 23:24 — “ Itulah bani Lewi menurut puak mereka, kepala-kepala puak mereka, pada waktu mereka dicatat seorang-seorang sesuai dengan bilangan nama mereka, orang demi orang, yang berumur dua puluh tahun atau lebih, merekalah yang harus melakukan pekerjaan untuk ibadah di rumah TUHAN." Mari kita hargai tempat yang TUHAN YESUS KRISTUS sudah sediakan.

2. Rumah Doa
II Tawarikh 6:20 — “ Kiranya mata-MU terbuka terhadap rumah ini, siang dan malam, terhadap tempat yang KAU katakan akan menjadi kediaman nama-MU--dengarkanlah doa yang hamba-MU panjatkan di tempat ini." Gereja harus menjadi rumah doa. TUHAN YESUS berkata kepada murid-murid-NYA “berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan”. Yesaya 56:7 mengatakan “rumah-KU akan disebut rumah doa bagi segala bangsa”. TUHAN YESUS-pun marah saat bait Suci dijadikan tempat berjualan. Ada 3 macam doa: Doa dengan sikap tubuh, Doa dengan akal budi dan segenap jiwa, Doa dengan ROH KUDUS. Jangan berhenti hanya sampai baptisan air, tetapi kita juga harus dibabtis dengan ROH KUDUS.

3. Rumah Persembahan
II Tawarikh 7:12 — “ Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Salomo pada malam hari dan berfirman kepadanya: "Telah KU-dengar doamu dan telah KU-pilih tempat ini bagi-KU sebagai rumah persembahan."

Gereja TUHAN harus menjadi Rumah Persembahan. Musa mengingatkan Bangsa Israel agar datang kepada TUHAN jangan dengan tangan kosong Ulangan 16:16-17 — “ Tiga kali setahun setiap orang laki-laki di antaramu harus menghadap hadirat TUHAN, ALLAHmu, ke tempat yang akan dipilih-NYA, yakni pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun. Janganlah ia menghadap hadirat TUHAN dengan tangan hampa, tetapi masing-masing dengan sekedar persembahan, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, ALLAHmu."

Paulus juga mengingatkan agar jemaat membawa persembahan dengan sukarela dan sukacita. 2 Tawarikh 15:18 — “ Ia membawa persembahan-persembahan kudus ayahnya dan persembahan-persembahan kudusnya sendiri ke rumah ALLAH, yakni emas dan perak serta barang-barang lain."

Raja Asa membawa persembahan ayahnya dan persembahannya, dan sebagai akibatnya kerajaannya menjadi aman, tidak ada peperangan.

Mari jadikan Rumah TUHAN sebagai rumah persembahan maka jemaat akan diberkati TUHAN. Jangan kita hanya memikirkan diri kita sendiri, tetapi kita semua harus terlibat dalam melayani TUHAN. Hasil dari persembahan dan kesetiaan kita dalam berdoa akan menopang pekerjaan TUHAN, Amin...TUHAN YESUS Memberkati.

Comments