Mengalami Perubahan 1 Samuel 10::6


1 Samuel 10:6 — “ Maka Roh TUHAN akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan berubah menjadi manusia lain.”
Saul yang baru diurapi Samuel diperintahkan untuk pergi ke suatu tempat. Di sana ia akan kepenuhan dan berubah menjadi manusia baru. TUHAN sanggup mengubahkan Saul dan sanggup mengubahkan kita juga. Meskipun Saul banyak mengecewakan TUHAN, ayat ini tetap ada. Meskipun kita mengalami kekecewaan, sengsara, tekanan dan sebagainya, TUHAN mampu mengubahkan kita.
Contoh orang yang mengalami titik perubahan :

► Ayub
Ayub yang mulai dengan keadaan kaya raya, tiba-tiba hilang satu persatu saat iblis mulai menekannya. Ia sengsara, tertekan dan menderita luar biasa baik fisik maupun batin. Istrinya kecewa dan menyuruhnya mengutuki TUHAN, bahkan teman-temannya mulai menjelekkan dia. Saat itu Ayub masih membela diri sendiri lewat perkataannya. "Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu." Ayub. 42:10
Ini merupakan titik perubahan dalam diri Ayub. TUHAN memulihkan luka-lukanya dan ia keluar dari tekanan dengan luar biasa. Ayub memulai dengan mendoakan kawan-kawan yang tadinya menekannya. Ia tidak membela diri lagi, ia mengubah pikiran dan sikapnya dan TUHAN memulihkan keadaannya seperti semula bahkan diganti 2 kali lipat. Kita perlu satu pengalaman di mana kita bisa berubah melalui pengalaman tersebut seperti kisah Ayub.

► Anak bungsu → Lukas 15
Anak bungsu dalam kisah ini meminta harta ayahnya tapi ia salah dalam menggunakan berkat hingga sampai berada di kandang babi. Ia kelaparan, tetapi makanan babi pun tidak diberikan padanya. Namun inilah titik baliknya. Ia ingat hamba-hamba di rumah ayahnya lebih baik kondisinya dari dia saat ini. Ia sadar, mau pulang dan mengaku salah kepada bapanya. Sampai di rumah, ia disambut oleh bapanya dan keadaannya menjadi baik lagi seperti semula. Kuncinya adalah sadar sehingga ada titik balik perubahan dalam dirinya.

► Naaman
Naaman, seorang panglima perang yang terkena kusta. Suatu kali ia menculik seorang anak Israel untuk dijadikan budak. Saat sedang bekerja, anak ini berkata jika Naaman pergi ke negerinya, ia pasti akan sembuh karena di sana ada nabi yang bisa menyembuhkan. Mendengar perkataan anak itu, Naaman segera pergi ke Israel untuk mencari Elisa, nabi itu. Sampai di sana, Elisa tidak keluar menemui Naaman, melainkan hanya hambanya yang menyuruh Naaman untuk mandi 7 kali di sungai Yordan supaya sembuh. 2 Raja-Raja 5:9-12 — “ Kemudian datanglah Naaman dengan kudanya dan keretanya, lalu berhenti di depan pintu rumah Elisa. Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan: "Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir." Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: "Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, ALLAHnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku! Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?" Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati."

Naaman tersinggung karena ia seorang panglima tetapi Elisa tidak mau menemuinya. Hamba-hamba Naaman menyarankan Naaman untuk mencoba saja mandi seperti kata hamba Elisa. Dengan korban perasaan, Naaman mencoba mandi dan saat ke 7 kalinya, ia sembuh, kulitnya menjadi halus seperti bayi.
Ada perubahan dari orang yang mengandalkan gengsi dan keegoisannya. Saat ia berbalik dari keakuannya dan mau mengalah, ia sembuh. Ketika kita ingin menerima sesuatu dari TUHAN, harus ada titik balik dalam diri kita dan TUHAN akan turun tangan menolong kita.

► 2 Murid yang berjalan ke Emaus
Setelah YESUS KRISTUS bangkit, murid-murid masih tidak mengerti. Saat itu ada 2 orang berjalan dari Yerusalem menuju Emaus (Lukas 24). Mereka berjalan dengan sedih dan lambat. Tiba-tiba datanglah YESUS KRISTUS berjalan bersama mereka tetapi mereka tidak mengenal-NYA. TUHAN YESUS bertanya apa yang mereka bahas dan Ia menceritakan keajaiban-NYA dan menjelaskan mengenai diri-NYA seperti yang telah dikupas dalam Alkitab tetapi pola pikir mereka adalah sedih, tertekan dan kosong. Sampai di rumah, mereka mengundang YESUS KRISTUS. Saat TUHAN YESUS memecahkan roti, barulah mereka sadar bahwa itu YESUS KRISTUS. Inilah titik balik perubahan mereka, yang tadinya susah, kecewa, tertekan, tanpa pengharapan berubah menjadi penuh kesukaan. Saat itu juga mereka segera kembali ke Yerusalem, tempat murid-murid yang lain berada. Dari yang tadinya penuh keraguan, mereka berubah menjadi penuh keyakinan. TUHAN juga mau mengerjakan yang sama kepada setiap kita.

► Pegawai Istana

"Maka YESUS kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana IA membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit. Ketika ia mendengar, bahwa YESUS telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-NYA lalu meminta, supaya IA datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati. Maka kata YESUS kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya." Pegawai istana itu berkata kepada-NYA : "TUHAN, datanglah sebelum anakku mati." Kata YESUS kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan YESUS kepadanya, lalu pergi. Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup. Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang." Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah YESUS berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya. Dan itulah tanda kedua yang dibuat YESUS ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea." Yohanes 4:46-54

Pegawai istana ini pergi dari Kapernaum kepada TUHAN YESUS di Kana karena anaknya sakit keras dan satu-satunya jalan adalah minta kepada TUHAN YESUS untuk menyembuhkan. Sampai di sana, dia mendesak TUHAN YESUS untuk ikut ke Kapernaum, tetapi TUHAN YESUS hanya berkata, pergilah, anakmu sembuh. Dia pulang dengan hanya 1 kata dari YESUS KRISTUS. Perjalanan yang jauh dari Kana kembali ke Kapernaum, dia tidak tahu apa yang terjadi dengan anaknya. Dia hanya memegang perkataan YESUS KRISTUS. Di tengah jalan, hamba-hambanya datang mengabarkan bahwa anaknya sudah sembuh, tepat pada jam saat TUHAN YESUS berfirman kepadanya. Ada titik perubahan saat YESUS KRISTUS berbicara, meski tidak tahu tapi ia percaya anaknya sembuh.

Beberapa contoh orang di atas mengalami penderitaan tetapi ada titik perubahan yang mereka alami. Kita juga perlu mengalami titik perubahan, kita perlu pertolongan TUHAN. Saat ini, kita mau menghadap TUHAN, kita mau berbalik kepada YESUS KRISTUS dan minta pertolongan-NYA. TUHAN YESUS tetap sama dahulu sampai sekarang. TUHAN YESUS mau menjamah kita dan mampu mengubahkan kita, rubahan :
. TUHAN YESUS tetap sama dahulu sampai sekarang. TUHAN YESUS mau menjamah kita dan mampu mengubahkan kita,

Comments