Menyala-Nyalalah Bagi TUHAN Roma 12::11



Roma 12:11 — “ Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah TUHAN.” Dalam terjemahan bahasa Inggris, ayat ini berbunyi demikian, “never let the fire in your heart go out, keep it alive, serve The LORD.” (jangan sampai api yang ada di dalam hatimu padam, biarlah tetap menyala dan layanilah TUHAN).

Salah satu tugas penting imam-imam di Perjanjian Lama adalah menjaga supaya api di mezbah TUHAN tetap menyala. Imamat 6:12-13 — “ Api yang di atas mezbah itu harus dijaga supaya terus menyala, jangan dibiarkan padam. Tiap-tiap pagi imam harus menaruh kayu di atas mezbah, mengatur korban bakaran di atasnya dan membakar segala lemak korban keselamatan di sana. Harus dijaga supaya api tetap menyala di atas mezbah, janganlah dibiarkan padam."

Sepertinya suatu tugas yang sederhana tetapi tidak mudah melakukannya selama 40 tahun menjaga api tetap menyala 24 jam. Perlu kesetiaan, ketekunan, persistensi dan sebagainya. Di dalam Perjanjian Baru, kitalah imam-imam itu.
1 Petrus 2:9 — “ Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan ALLAH sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari DIA, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-NYA yang ajaib."

Kita yang telah ditebus adalah imam-imam TUHAN menurut imamat Melkisedek. Sebagai imam, tugas kita juga sama, menjaga supaya api di mezbah kita jangan sampai padam. Lalu di mana api itu ? "Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya." Amsal 20:27. Api itu sekarang ada di dalam kita, bukan lagi mezbah yang kelihatan. Mezbah ini jangan sampai dingin apalagi padam. Jika sudah padam, tidak mudah untuk menyalakannya lagi.

Kejadian 45:25-28 — “ Demikianlah mereka pergi dari tanah Mesir dan sampai di tanah Kanaan, kepada Yakub, ayah mereka. Mereka menceritakan kepadanya: "Yusuf masih hidup, bahkan dialah yang menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir." Tetapi hati Yakub tetap dingin, sebab ia tidak dapat mempercayai mereka. Tetapi ketika mereka menyampaikan kepadanya segala perkataan yang diucapkan Yusuf, dan ketika dilihatnya kereta yang dikirim oleh Yusuf untuk menjemputnya, maka bangkitlah kembali semangat Yakub, ayah mereka itu. Kata Yakub: "Cukuplah itu; anakku Yusuf masih hidup; aku mau pergi melihatnya, sebelum aku mati."

Menceritakan tentang anak-anak Yakub datang kepadanya dengan antusias. Mereka memberi kabar bahwa Yusuf, anak yang dikasihinya, masih hidup bahkan menjadi penguasa di Mesir, tetapi hati Yakub tetap dingin. Suatu keadaan yang bertolak belakang dibandingkan antusias dari anak-anaknya. Inilah keadaan orang yang hatinya sudah dingin. Mengapa api itu dingin ? Mungkin karena kekecewaan, dikecewakan TUHAN dan manusia, mungkin karena putus pengharapan, karena doa yang tidak dijawab-jawab dan sebagainya, tetapi seringkali juga karena kesalahan kita sendiri seperti yang dikatakan oleh Amsal 19:3 — “ Kebodohan menyesatkan jalan orang, lalu gusarlah hatinya terhadap TUHAN."
Manusia merugikan diri sendiri oleh kebodohannya, kemudian menyalahkan TUHAN atas hal itu. Pergi ke gereja, melayani TUHAN hanya rutinitas, tidak ada gairah, tidak ada semangat lagi. Jangan sampai hati kita menjadi dingin. TUHAN adalah TUHAN yang mau membakar kita kembali, membuat api kita menyala-nyala kembali !!!

Ada dua hal yang membuat Yakub bangkit kembali :

1. Ketika ia mendengar perkataan Yusuf

Perkataan yang mana ?
Perkataan di Kejadian 45:9-10 — “ Segeralah kamu kembali kepada bapa dan katakanlah kepadanya: Beginilah kata Yusuf, anakmu: ALLAH telah menempatkan aku sebagai tuan atas seluruh Mesir; datanglah mendapatkan aku, janganlah tunggu-tunggu. Engkau akan tinggal di tanah Gosyen dan akan dekat kepadaku, engkau serta anak dan cucumu, kambing domba dan lembu sapimu dan segala milikmu." bahwa Yusuf telah menjadi tuan di Mesir. Demikian juga dengan kita. TUHAN YESUS KRISTUS, Yusuf kita, setelah bangkit dari kematian juga menjadi TUAN di atas segala tuan, RAJA di atas segala raja.

Matius 28:18 — “YESUS mendekati mereka dan berkata: "Kepada-KU telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.”
Kata “kuasa” dipakai kata “exousia” yang artinya “otoritas.” Segala otoritas kini ada di tangan YESUS KRISTUS. Tetapi bukan hanya demikian, TUHAN YESUS juga telah memberikan otoritas itu kepada kita, gereja TUHAN. Yohanes 16:20-24 — “ AKU berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi AKU akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-KU. AKU berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada BAPA, akan diberikan-NYA kepadamu dalam nama-KU. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-KU. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu."
Kalau begitu apa lagi yang harus kita takutkan, mengapa kita hidup seperti orang-orang yang tidak memiliki pengharapan ?

2. Ketika dilihatnya kereta yang dikirim oleh Yusuf.

Yakub yakin, karena kereta itu adalah kereta kerajaan, bukan kereta biasa. Hanya Yusuf yang telah menjadi penguasa yang bisa mengirimkan kereta seperti itu. TUHAN YESUS yang bangkit juga mengirimkan “kereta” untuk kita. Apa “kereta” itu? “YESUS inilah yang dibangkitkan ALLAH, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. Dan sesudah IA ditinggikan oleh tangan kanan ALLAH dan menerima ROH KUDUS yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-NYA apa yang kamu lihat dan dengar di sini.” Kisah Para Rasul 2:32-33

Tidak lain dan tidak bukan yaitu Kuasa ROH KUDUS. Hanya YESUS KRISTUS yang telah bangkit dan yang telah menang yang dapat mengirimkan ROH KUDUS kepada kita. ROH KUDUS sangat penting, ketika kita tidak bisa berbuat apa-apa, ROH KUDUS akan menolong kita. ROH KUDUS bekerja di dalam kita untuk membangkitkan kembali semangat yang patah.

Bagian terakhir dari cerita ini juga tak kalah pentingnya. Kata Yakub: "Cukuplah itu; anakku Yusuf masih hidup; aku mau pergi melihatnya, sebelum aku mati." Kejadian 45:28. Apa yang kita lihat dari ayat ini ? Ada “Tekad/Kemauan”.

Jika tidak ada tekad, maka semuanya sia-sia. Jika Yakub tidak mau bangkit, ia tidak akan dapat menikmati kebahagiaan sepanjang sisa hidupnya. Demikian juga dengan kita. Firman dan ROH KUDUS sudah diberikan kepada kita namun jika kita tidak mau bangkit, percuma, tidak akan ada perubahan. Sebab itu ayo, bangkitlah !!!

Lalu untuk apa kita menyala-nyala ?
Untuk melayani TUHAN dan sesama. Dengan lain kata, untuk menjadi berkat bagi orang lain. Bila hati kita menyala-nyala, maka semua yang kita lakukan memiliki arti. Kita bukan melakukan sebagai sekedar rutinitas, namun kita mengerjakan pekerjaan kita seperti untuk TUHAN.

TUHAN YESUS yang bangkit mengutus kita untuk pergi memberitakan Injil kepada semua orang. Sebab itu bangkitlah untuk melayani TUHAN, melayani sesama, menjadi berkat bagi orang lain, bagi gereja TUHAN sebelum kita dipanggil TUHAN dan percayalah, segala sesuatu yang kita kerjakan itu tidak sia-sia melainkan ada upah yang TUHAN sediakan bagi kita.

"Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan TUHAN! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan TUHAN jerih payahmu tidak sia-sia." 1 Korintus 15:58

TUHAN YESUS Memberkati.

Comments