Kebahagiaan Putus Asa


Yeremia 29:12-13 — “ Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-KU, maka AKU akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari AKU, kamu akan menemukan AKU; apabila kamu menanyakan AKU dengan segenap hati.”

Putus asa dari sudut TUHAN adalah anugerah/kasih karunia. Ini merupakan salah satu cara TUHAN untuk mendekatkan kita kepada-NYA. Perasaan putus asa seperti tertekan, gundah, terkadang membuat kita merasa penuh kepahitan dan tanpa pengharapan. Tapi putus asa digunakan TUHAN untuk mendekatkan kita kepada-NYA, membuat kita sungguh-sungguh rindu untuk mendekat dengan TUHAN. Ada banyak hal tersembunyi yang dapat kita pelajari dari keputusasaan.

Contoh orang yang mengalami putus asa dalam Alkitab:

1. Lukas 18:4-5 — “ Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan ALLAH dan tidak menghormati seorang pun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku."

Ayat diatas menceritakan tentang seorang janda yang ingin tanahnya kembali. Ia memohon kepada hakim tetapi ditolak. Janda ini putus asa, ia memohon siang dan malam kepada hakim. Hakim yang merasa janda ini menyusahkan akhirnya mengabulkan permohonannya. Sepertinya inilah yang harus menjadi sikap kita saat meminta jawaban TUHAN. Pergumulan kita, proses yang kita alami saat menanti jawaban TUHAN hingga kita menerima jawaban itu membangun iman. TUHAN adalah TUHAN yang menjawab doa.

2. II Raja-Raja 4:27 — “ Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi ALLAH, dan orang ini berkata: "Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu."

Kisah seorang wanita yang dinubuatkan Elisa bahwa ia akan memiliki seorang anak. Tiba-tiba, anak hasil doa itu meninggal. Respon wanita ini tidak histeris, menyiapkan penguburan, bahkan tidak memberitahukan suaminya perihal anaknya yang sudah mati melainkan pergi kepada Elisa. Ia yakin TUHAN akan membangkitkan anaknya melalui Elisa. Dan anaknya memang bangkit. Inilah kisah kuasa doa seorang ibu yang putus asa dan memohon TUHAN menjawab doanya.

3. Markus 7:25-30 — “ Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang DIA, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-NYA. Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada YESUS untuk mengusir setan itu dari anaknya. Lalu YESUS berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, TUHAN. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak." Maka kata YESUS kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu." Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar."

Ayat diatas menceritakan tentang wanita Siro Fenesia yang tersungkur memohon kepada YESUS KRISTUS supaya menolong anaknya yang dirasuk setan. TUHAN YESUS menjawab ibu ini dengan sangat kasar (ay. 27)

Bukankah TUHAN YESUS lemah lembut ?
Anak-anak yang dimaksud di sini adalah orang Yahudi. Bagi mereka, orang di luar bangsanya adalah orang kafir. YESUS KRISTUS berkata kasar karena mau menguji hati wanita itu. TUHAN menguji supaya iman wanita ini tumbuh dan mendapat bagian dalam Kerajaan ALLAH. Wanita ini pasti terluka dan putus asa. Dia sadar bahwa dia butuh belas kasihan TUHAN YESUS KRISTUS. Ia tidak mau meninggalkan TUHAN YESUS sampai mendapat jawaban. Dia tidak memiliki damai melihat anaknya dirasuk setan, bahkan hatinya terluka. Perlakuan YESUS KRISTUS membuatnya lebih terluka. Tapi keadaan ini membuatnya sadar akan kebutuhan sesungguhnya. Dia tahu belas kasihan TUHAN YESUS harus dibayar dengan mahal, dipermalukan di depan orang banyak. Dia tidak perduli dan tidak berhenti memohon kepada TUHAN YESUS. YESUS sedang melatih iman wanita ini dan sedang menunjukkan kepada murid-murid-NYA bahwa TUHAN YESUS mau menolong orang kafir. Iman selalu mendapat perkenanan TUHAN dan karena iman anaknya tertolong, dipulihkan dengan sempurna.

Inilah yang TUHAN lakukan pada saat kita putus asa dan TUHAN mau kita lulus ujian. Secara normal, kita tidak mau mengalami putus asa. Daging kita tidak enak, hati terasa remuk dan sepertinya TUHAN diam. Tetapi TUHAN mau kita justru berseru kepada-NYA, tekun berdoa dan mencari-NYA dengan segenap hati. Putus asa merupakan proses yang harus kita lalui supaya menjadi kuat. Saat putus asa, kita tidak perlu mengasihani diri sendiri tetapi merupakan kesempatan kita untuk belajar hal-hal yang lebih bernilai, lebih berharga, belajar memahami kuasa-NYA dan mengenal kasih-NYA lebih dalam. TUHAN memberi putus asa supaya pada akhirnya kita bisa bertemu TUHAN.

4. Matius 9:20 — “ Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati YESUS dari belakang dan menjamah jumbai jubah-NYA."

Kisah wanita yang pendarahan 12 tahun. Dia sudah menghabiskan seluruh hartanya tetapi tidak sembuh. Dia hanya ingin menjamah ujung jumbai YESUS KRISTUS dari belakang. Kondisinya membuatnya malu dan takut bertemu dengan YESUS KRISTUS apalagi jika orang banyak mengetahui, ia pasti diusir karena menurut adat orang Yahudi keadaannya dianggap najis. Dia putus asa meminta kesembuhan. Saat TUHAN YESUS bertanya siapa yang menjamah ujung jubah-NYA, wanita ini dengan jujur mengaku meskipun dengan ketakutan. TUHAN YESUS memanggilnya untuk menjawab kebutuhan terbesarnya. Dia bukan hanya sembuh dari sakit tetapi ada damai di hatinya. Orang yang sembuh dari sakit pasti sudah puas tetapi TUHAN rindu mengerjakan lebih dari itu. TUHAN YESUS menyebutnya “anak-KU” sebuah cerminan kelemah-lembutan. 12 tahun wanita ini merasa tertolak, tidak layak, tetapi karena keadaan putus asanya, dia sembuh total dan jiwanya dipulihkan. YESUS KRISTUS di hadapan orang banyak sengaja merayakan kemenangan iman wanita ini, iman yang berani menjangkau TUHAN YESUS KRISTUS. Dia bukan saja menerima kesembuhan fisik tetapi secara total, tubuh, jiwa, roh mendapat damai dan sukacita. Mari rindukan perkenanan TUHAN YESUS KRISTUS. Cari YESUS KRISTUS dengan sungguh-sungguh dan jangkau DIA. TUHAN YESUS mau mencurahkan kasih karunia-NYA kepada kita.

5. Daniel 2 tentang mimpi Nebukadnezar yang dilupakannya. Dia menjadi gelisah lalu memanggil semua orang pandai, ahli nujum, ahli sihir untuk memberitahukan apa mimpinya dan menafsirkannya. Jika tidak dapat, mereka semua akan dibunuh. Semua orang pasti putus asa dan berdoa. Daniel juga berdoa dan TUHAN menyingkapkan mimpi raja serta mengartikannya. Akhirnya raja mengaku tidak ada ALLAH di Israel selain ALLAH yang disembah Daniel dan Daniel diangkat menjadi penguasa atas seluruh wilayah Babel. TUHAN membuat situasi putus asa untuk mengangkat hamba-hamba-NYA.

6. Yakub yang dalam perjalanan pulang setelah 20 tahun berada di tempat Laban yang menipunya, mendengar bahwa Esau mendatanginya dengan 400 pasukan. Yakub takut dan putus asa. Dia memohon kepada TUHAN dan bergumul semalaman dengan malaikat TUHAN. Ia tidak mau melepaskan malaikat sebelum diberkati. TUHAN memiliki rencana dalam segala situasi yang kita hadapi yaitu supaya kita datang kepada-NYA dan menjangkau DIA. Jika kita melakukannya, kita akan diberkati dan TUHAN akan menjawab semua kebutuhan kita.

Apakah saat ini kita mengalami putus asa ?
Mari menghadap TUHAN, carilah TUHAN dan berserulah kepada-NYA dengan segenap hati dan tanpa ragu. TUHAN akan menjawab semua kebutuhan kita dan ada mujizat pemulihan di dalam TUHAN, A

Comments