Respon Terhadap Masalah


Respon adalah Setiap tingkah laku pada hakekatnya merupakan tanggapan atau balasan (respon) terhadap rangsangan atau stimulus. Respon adalah reaksi dari suatu situasi dan kondisi. saat kita menghadapi suatu masalah, kita tentu saja butuh cara yang tepat untuk menghadapinya bukan? Salah satu cara yang paling ampuh untuk mengatasinya biasanya adalah dengan respon kita yang benar.

Kita butuh respon yang tepat ketika kita:

- Dilukai oleh orang lain
- Dikritik
- Tersinggung
- Frustrasi karena ulah orang lain

Ada yang Selalu untuk ingat bahwa Life is 10% WHAT happens to you, and 90% HOW you respond to what happens to you? :-)

pada umumnya bahwa ada 2 macam respons dalam hidup ini: Negatif Response dan Positif Response. Mari kita pelajari satu per satu!

Negatif Response

Kebanyakan manusia di muka bumi ini respons melakukan Negatif Response, yaitu:

- Salahkan: Saat ketemu masalah, mereka selalu menyalahkan orang lain, menyalahkan situasi, bahkan menyalahkan Tuhan
- Alasan: Saat ketemu masalah, mereka selalu mencari alasan sehingga tidak menjadi pihak yang salah
- Komplain: Saat ketemu masalah, selalu saja pemikiran dan kata-kata negatif yang keluar dari dirinya, bahkan saat tidak ada masalah!

Postif Response

Sebaliknya sedikit sekali manusia di muka bumi ini yang response-nya bisa Positif Response saat menghadapi masalah, yaitu:

- Introspeksi: Pertama kali yang dilakukannya jika ada masalah adalah introspeksi diri sendiri, melihat apa yang harus diperbaiki dari dirinya
- Bersyukur: Ia selalu belajar bersyukur karena Tuhan selalu memberikan anugerahNya, sehingga ia begitu positif dalam hidup ini
- Berrtanggung Jawab: Ia percaya bahwa ia-lah yang paling bertanggungjawab atas apa yang terjadi dalam hidupnya. Ia punya rasa memiliki yang tinggi untuk hidupnya

Dalam kehidupan eseorang bisa melakukan kesalahan terhadap kamu. Tapi maukah kamu meresponinya secara positif? Apakah kamu mau berdamai dan mau mengampuni dia seperti yang diperintahkan Tuhan?

Atau mungkin kamulah yang merugikan atau melukai hati orang lain. Saat menyadari hal itu, maukah kamu mengakuinya dengan cara pandang firman Tuhan? Atau apakah kamu justru berdalih dan berpura-pura tak mengakui kesalahan itu? Atau mungkin kamu mulai menjadikan dirimu sebagai korban dengan mengasihani diri sendiri?

Kolose 2: 6 berkata, “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.”. Saat kita menerima Yesus lewat pertobatan dan iman, maka kita pun harus melakukan hal yang sama kepada orang lain. Dengan kata lain, inilah cara kita untuk mengenal Yesus lebih dekat (Efesus 5: 20) dan ‘membuat kita menjadi pribadi yang baru’.

Respon kita terhadap masalah menentukan kualitas iman kita.

Comments