Menabur


Setiap orang pasti ingin menuai. Bagaimana supaya kita bisa menuai berkat-berkat TUHAN ? Ada prinsip agar kita bisa menuai:

1. "Camkanlah ini : Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga." 2 Korintus 9:6
Mengertilah bahwa prinsip ini benar-benar berlaku. Camkanlah ayat ini apabila kita sedang menunggu penuaian besar. Menabur ini berbicara tentang materi/harta. Jika kita menabur perbuatan baik maka akan menuai perbuatan baik pula, begitu pula jika menabur materi banyak akan menuai banyak, menabur sedikit akan menuai sedikit.

2. "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab ALLAH mengasihi orang yang memberi dengan sukacita." 2 Korintus 9:7
Kita harus memberi dengan sukacita, tanpa paksaan dan dengan kerelaan. Bagaimana menentukan banyak/sedikitnya kita menabur. Markus 12:41-44 — “ Pada suatu kali YESUS duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka dipanggil-NYA murid-murid-NYA dan berkata kepada mereka: "AKU berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya." menceritakan tentang persembahan seorang janda miskin. TUHAN YESUS memperhatikan persembahan seseorang jadi jangan asal memberi. TUHAN YESUS juga memperhatikan jumlah dan motivasi seseorang dalam memberi. Janda miskin di mata TUHAN memberi lebih banyak daripada orang kaya. Orang kaya memberi karena rutinitas sehingga menjadi kurang bernilai meskipun jumlahnya banyak. Janda miskin memberi dengan cinta dan motivasinya yang mau memberi dengan iman bahwa TUHAN akan memeliharanya, nilai persembahannya menjadi jauh lebih besar.

Jadi mulailah menabur, sekecil apa pun persembahan kita. Anak yang menyerahkan 5 roti dan 2 ikan kepada TUHAN bisa memberi makan 5000 orang laki-laki belum termasuk wanita dan anak-anak, bahkan lebih. Mulai menabur bukan berbicara tentang perpuluhan, karena perpuluhan adalah milik TUHAN. Menabur adalah bagaimana kita memberi kepada siapapun, kapanpun dan di manapun dengan 90% milik kita.

Janji TUHAN YESUS kepada orang yang suka memberi secara materi.
2 Korintus 9:8 — “ Dan ALLAH sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan."
- Melimpahkan segala kasih karunia
- Berkecukupan dalam segala sesuatu
- Berkelebihan dalam pelbagai kebajikan

Paulus mencontohkan TUHAN YESUS sendiri yang suka membagi-bagikan, memberi kepada orang miskin. 2 Korintus 9:9 — “ Seperti ada tertulis: "IA membagi-bagikan, IA memberikan kepada orang miskin, kebenaran-NYA tetap untuk selamanya." Jika kita mengaku sebagai anak TUHAN seharusnya sifat kita persis seperti TUHAN YESUS, suka membagi-bagikan dan memberi kepada orang miskin. Marilah kita memiliki mental seperti YESUS KRISTUS, lebih berbahagia memberi daripada menerima. Kisah Para Rasul 20:35 — “ Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan TUHAN YESUS, sebab IA sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

Setiap berkat TUHAN yang datang dalam hidup kita bisa dijadikan.
2 Korintus 9:10 — “ IA yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, IA juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipat-gandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu."
- Roti (untuk kepentingan diri sendiri, habis dimakan)
- Benih yang bisa ditabur, jika ditabur akan menghasilkan buah.
Semua tergantung bagaimana kita memanage keuangan kita, menyisihkan bagian untuk benih yang ditabur dan menghasilkan buah.

Setelah belajar untuk menabur, maka kita akan diperkaya dalam segala kemurahan hati. 2 Korintus 9:11 — “ kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada ALLAH oleh karena kami."
Semakin hari semakin banyak yang kita tabur. Ketika kita memberi kepada orang lain, orang itu akan berkecukupan dan akan mengucap syukur kepada ALLAH. 2 Korintus 9:12 — “ Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada ALLAH."
Ucapan syukur yang naik kepada TUHAN akan menjadi dupa yang berbau harum dan menyenangkan hati TUHAN. Kejadian 8:21-22 — “ Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-NYA: "AKU takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan AKU takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah KU-lakukan. Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam."

Kita tidak akan pernah rugi ketika kita memberi karena ketika kita menabur, orang yang kita tolong akan mengingat nama kita dalam doa mereka. 2 Korintus 9:13-14 — “ Dan oleh sebab kamu telah tahan uji dalam pelayanan itu, mereka memuliakan ALLAH karena ketaatan kamu dalam pengakuan akan Injil KRISTUS dan karena kemurahan hatimu dalam membagikan segala sesuatu dengan mereka dan dengan semua orang, sedangkan di dalam doa mereka, mereka juga merindukan kamu oleh karena kasih karunia ALLAH yang melimpah di atas kamu."
Amsal 11:24 berkata - Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.

Jika kita menabur pada orang yang salah, TUHAN tetap memberkati kita tetapi saat kita menabur dengan motivasi salah, kita tidak akan diberkati (ingin diperhatikan, dicap baik orang lain) karena itulah upah kita sehingga tidak akan dilipatgandakan TUHAN. Oleh sebab itu teruslah menabur dengan ikhlas dan sukacita karena kita akan diberkati dengan luar biasa.

► Menabur dan Menuai

"Jangan sesat! ALLAH tidak membiarkan diri-NYA dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman." Galatia 6:7-10

Ayat ini merupakan peringatan ALLAH yang sangat keras. Tabur-tuai adalah hal yang sudah pasti selama kita ada di dunia. Karena kita adalah orang yang sudah ditebus, marilah kita menabur yang baik kepada semua orang terutama kepada kawan-kawan seiman. Setiap orang pasti menuai apa yang ditabur di masa lampau.

Dalam perumpamaan tentang penabur, ada 4 macam tanah, 3 macam tanah langsung gugur, tetapi ada 1 yang berhasil yaitu tanah yang baik karena ditabur dengan yang baik (pikiran baik, hati yang baik). Yang baik pun masih dibagi 3, ada yang menghasilkan 100x lipat, 60x lipat dan 30x lipat.

Berbuat baik memang tidak mudah tetapi itulah yang akan kita tuai di kemudian hari, anak cucu kita akan memiliki masa depan dan hidup yang baik. Pikirkanlah bagaimana kita harus hidup dengan berbuat baik selama masih ada kesempatan. Berbuat baik membuat hati senang, sukacita, mendapat berkat tetapi juga penderitaan seperti yang dialami TUHAN YESUS dan Paulus yang mengalami penderitaan karena berbuat baik. Marilah kita berbuat baik, jangan sekali-kali berbuat jahat, berpikir jahat, berniat jahat. Ingatlah apa yang kita tabur itulah yang akan kita tuai.

Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya - Mazmur 126:5-6

Menabur baik itu berkat tetapi juga penderitaan, dengan cucuran air mata.
Rut adalah orang kafir yang mengikuti Naomi orang percaya. Ia selalu berbuat baik, berbeda dengan Orpa. Semua yang disuruh Naomi dikerjakan oleh Rut. Naomi adalah bayangan ROH KUDUS. Jika kita hidup dan melakukan segala sesuatu sesuai dengan perkataan ROH KUDUS, itu akan membawa kita kepada hal yang baik, seperti Rut yang akhirnya bertemu dengan Boas yang kaya raya (bayangan TUHAN YESUS KRISTUS).

Tetapi manusia condong kepada yang jahat, semua yang baik malah enggan untuk diikuti. Manusia justru senang kepada yang tidak baik, yang rusak. Di hadapan ALLAH dan KRISTUS YESUS yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-NYA dan demi Kerajaan-NYA : Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng - 2 Timotius 4:1-4

Inilah yang terjadi sekarang ini, ajaran yang sehat dan baik tidak bisa diterima lagi. Sebab itu awasilah dirimu karena hanya orang baik yang bisa menempati bumi.
Kerohanian setiap orang tidak sama (tentang doa, penyembahan, pujian dan sebagainya), jadi jangan mengukur/membandingkan tingkat kerohanian diri sendiri dengan orang lain. Galatia 6:1-2 — “ Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan. Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum KRISTUS."

Yang penting adalah hidup kita berjalan bersama ROH KUDUS, seperti Rut yang selalu mengikuti perintah Naomi. ROH KUDUS tidak pernah salah dalam memimpin dan selalu memimpin kita dalam kebenaran.

Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa - Mazmur 23:6

Seumur hidup kita akan dipenuhi kebajikan dan kemurahan jika kita tetap tinggal dalam rumah TUHAN, tetap setia, taat dan dengar-dengaran. Marilah menabur yang baik maka kita akan menuai sesuatu yang baik,

Comments