Ibrani 11 Ayat 6 Allah memberi Upah


"Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada ALLAH. Sebab barangsiapa berpaling kepada ALLAH, ia harus percaya bahwa ALLAH ada, dan bahwa ALLAH memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari DIA." Ibrani 11:6

Kita harus punya pengertian tentang iman yang lengkap. Orang beriman harus percaya 2 hal :
1. Percaya bahwa ALLAH ada. Kita tidak pernah melihat ALLAH tetapi kita percaya. Kita takut berbuat dosa karena yakin TUHAN melihat dan kita setiap hari berusaha untuk berbuat baik. Tetapi sebagian besar orang Kristen imannya berhenti sampai di sini, belum lengkap karena;
2. Harus percaya bahwa ALLAH memberi upah.

Kita jarang memikirkan ini, justru yang sering kita pikirkan bahwa kita harus melayani tanpa upah. Ibrani 11:1-40 mencatat tokoh-tokoh iman yang luar biasa. Mereka bisa bertahan dan berhasil karena memikirkan dan mengharapkan upah. Mereka bisa menggebu-gebu dalam melayani, tetapi kita sering menjadi loyo. Mereka tahan disiksa karena memandang upah. Contohnya Musa yang sangat luar biasa dalam setiap pelayanannya karena ia memadang kepada upah. Ibrani 11:24-26 — “ Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat ALLAH dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa. Ia menganggap penghinaan karena KRISTUS sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah."

"Hendaklah pandangan kita tertuju kepada YESUS, sebab DIA-lah yang membangkitkan iman kita dan memeliharanya dari permulaan sampai akhir. YESUS tahan menderita di kayu salib! IA tidak peduli bahwa mati di kayu salib itu adalah suatu hal yang memalukan. IA hanya ingat akan kegembiraan yang akan dirasakan-NYA kemudian. Sekarang IA duduk di sebelah kanan takhta ALLAH dan memerintah bersama dengan DIA." Ibrani 12:2 (BIS)

Inilah rahasia TUHAN YESUS kuat menyelesaikan penderitaan-NYA disalib. YESUS KRISTUS bertahan dan bisa melewati segala sesuatu dalam pelayanan karena dalam melayani DIA hanya memandang kepada upah di surga.
Upah diberikan kepada orang yang sungguh-sungguh mencari TUHAN. Dalam dunia sekuler, orang yang upahnya lebih besar pasti lebih bersemangat, bergairah dalam bekerja daripada yang mendapat upah kecil atau bahkan tidak diupah. TUHAN ingin kita melayani dengan sukacita dan bersemangat seperti orang yang menerima upah besar karena melakukan 1 tugas kecil. Jika orang percaya bahwa TUHAN memberi upah, maka kualitas pelayanan kita pasti berbeda.

Waktu TUHAN YESUS mengajar murid-murid-NYA untuk melayani. Matius 10:10 — “ Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya."

YESUS KRISTUS berpesan kepada mereka, jangan membawa apapun. TUHAN YESUS mengajar bahwa melayani pasti mendapat upah, tidak akan kekurangan. Jadi waktu kita beribadah, memberi persembahan, melayani, ada upahnya. Mari melayani TUHAN dengan pengertian seperti ini sehingga sepanjang tahun kita tetap semangat melayani.

Apa upahnya ?
Upahnya adalah 100x lipat pada masa ini juga di bumi dan menerima hidup yang kekal. Matius 19:27-29 — “ Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada YESUS : "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut ENGKAU; jadi apakah yang akan kami peroleh?" Kata YESUS kepada mereka: "AKU berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-NYA, kamu, yang telah mengikut AKU, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Dan setiap orang yang karena nama-KU meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal."

Band. Markus 10:28-30 — “ Berkatalah Petrus kepada YESUS : "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut ENGKAU!" Jawab YESUS : "AKU berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena AKU dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal."

Mungkin saat itu Petrus sedang lemah dan apabila TUHAN tidak menjawab, mungkin ia bisa undur. Jika saat melayani kita memikirkan hal ini, tentu pelayanan kita tidak asal-asalan karena TUHAN memberi upah 100x lipat di bumi dan memberi kekekalan di surga.

2 penyebab tidak mendapat upah:

1. Motivasi yang salah
Jika kita melayani tetapi dengan motivasi yang salah, kita tidak mendapat upah. Upah itu kita dapatkan dari TUHAN. Jika kita mengharapkan upah dari manusia, minta dihargai, dipuji orang, maka kita tidak akan mendapat dari TUHAN. salah satu motivasi yang salah adalah jika kita melayani karena rutinitas. Matius 6:1 — “ Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari BAPAmu yang di sorga."

2. Tidak tekun
Ibrani 10:35-36 — “ Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak ALLAH, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu."

Jika pertama bersemangat melayani tetapi makin lama makin undur, kita tidak akan mendapat upah. Kita harus tekun dan semakin baik supaya mendapat upah. Jangan sampai kehilangan upah karena mundur.

Mari mulai tahun yang baru layani TUHAN dengan penuh semangat karena ada upah yang besar dari TUHAN. 1 Korintus 15:58 — “ Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan TUHAN! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan TUHAN jerih payahmu tidak sia-sia."

Comments