Ceritera Ular dan Gergaji


Akibat Amarah Yang Tidak Dikuasai

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Matius 5:44

Pada suatu malam, seekor ular masuk ke dalam gudang tukang kayu, dan merayap ke rak peralatan, secara tidak sengaja ular itu menyenggol sebuah gergaji yang berakibat melukai perutnya. Secara reflek dan emosi dia berbalik, mematuk dan menggigit gergaji itu. Saat mematuk dan menggigit gergaji itu, dia melukai dirinya sendiri dengan mulutnya.

Tanpa memahami apa yang terjadi padanya dan berpikir bahwa gergaji itu menyerangnya, dalam kemarahan dan keputusasaan, ular itu memutuskan untuk melilit gergaji seolah-olah dia ingin mencekiknya dengan seluruh tubuhnya, lalu dia menggoncang gergaji itu dengan seluruh kekuatannya. Akibatnya justru belitan yang kuat itu menyebabkan tubuhnya terluka amat parah, akhirnya ular itu pun mati binasa. Di pagi hari si tukang kayu menemukan bangkai ular tersebut di sebelah gergaji kesayangannya.


Kawanku terkasih dalam Kristus.

Terkadang kita bereaksi dengan amarah, berpikir untuk menyakiti orang yang telah menyakiti kita. Setelah semua berlalu, kita baru menyadari bahwa yang terluka sebenarnya adalah diri kita sendiri. Banyaknya perkataan yang terucap dan tindakan yang dilakukan saat amarah menguasai diri kita, sebanyak itu pula kita melukai diri kita sendiri. Jadi sebenarnya kita sedang menyakiti diri kita sendiri. Akan selalu lebih baik untuk bersikap dalam kasih walaupun itu sulit dalam menghadapi kebencian atau kata kosong!

Tidak ada musuh yang tidak dapat di taklukkan oleh cinta kasih.
Tidak ada penyakit yang tidak dapat di sembuhkan oleh kasih sayang.
Tidak ada permusuhan yang tidak dapat dimaafkan oleh ketulusan.
Tidak ada kesulitan yang tidak dapat dipecahkan oleh ketekunan.
Tidak ada batu keras yang tidak dapat di pecahkan oleh kesabaran.

Semua itu haruslah berasal dari diri kita.
bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat? Yakobus 2:4
Ketahuilah dendam, benci, curiga, pikiran negatif, apapun itu, ia sebenarnya bagaikan ular yang membelit gergaji, telah ribuan kali muncul dalam pikiran kita yang menusuk dan membakar hati kita sendiri.
Secara medis ditemukan bahwa pikiran negatif, sakit hati, amarah dan dendam akan mengakibatkan tidak terkendalinya hormon kortisol dalam tubuh kita yang akan memicu keluarnya sel kanker dari tubuh kita, meningkatkan tekanan darah serta kadar glukosa darah.
Latihlah setiap saat untuk mengampuni, memaafkan dengan tulus, mampu dengan cepat melepaskan dan membuang sampah pengotor hati dan pikiran kita sendiri.

Secara medis ditemukan bahwa pikiran positif, memaafkan dan suka cita akan mengeluarkan hormon endorfin dalam tubuh kita yaitu zat kimia seperti morfin yang dapat dihasilkan secara alami oleh tubuh dan memiliki peran dalam membantu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Semoga bermanfaat..

Comments