Keras kepala... Kepala Batu.... Ilustrasi khotbah


Ada sebuah kisah lama tentang seorang kapten sebuah kapal yang sedang berlayar dalam malam yang gelap dan kelam. Kapten tersebut tiba-tiba memperhatikan sebuah sinar trang langsung didepannya, dan ia tahu bahwa kapalnya sedang ada dalam jalur tabrakan dengan terang itu. Ia bergegas ke radio dan mengirimkan suatu pesan darurat, dengan menuntut kapal tersebut untuk merubah jalurnya sepuluh derajat ke timur.

Beberapa detik kemudian, ia menerima sebuah pesan jawaban. Pesan itu berkata, “Tidak dapat melakukannya. Ubahlah jalur Anda sepuluh derajat ke barat.”

Kapten itu menjadi marah. Ia mengirimkan pesan tidak jelas lainnya. “Aku adalah seorang kapten angkatan laut. Aku menuntutmu mengubah jalurmu.”

Ia menerima pesan kembali beberapa detik kemudian. Pesan itu berbunyi, “Aku adalah kelasi kelas dua. Tidak dapat melakukannya. Ubahlah jalur Anda.”

Kapten itu sekarang sangat marah. Ia mengirimkan sebuah pesan terakhir. Bunyinya, “Aku adalah sebuah kapal perang, dan aku tidak mau mengubah jalurku!”

Ia mendapat pesan pendek sebagai jawaban. Bunyinya, “Aku adalah sebuah mercusuar. Itu pilihan Anda, pak.


Sering kali, kita seperti kapten angkatan laut itu, kita dapat keras hati dan keras kepala. Kita dapat memikirkan semua alasan mengapa kita tidak akan berubah : Mereka sangat menyakitiku, Mereka terlalu bersalah kepadaku, Aku tidak mau mengampuni. Kita sering berupaya mengubah orang lain tanpa berpikir dan mengakui serta bertindak untuk berubah terlebih.

Kisah Ini bisa jadi pelajaran berharga untuk kita, bahwa memaksa orang lain atau lingkungan untuk berubah mengikuti keinginanmu, mungkin bisa saja sesulit menggeser mercusuar. Itu jelas bukan tindakan bijak.

Hal yang bisa kita lakukan adalah menyesuaikan arah kita untuk menghadapi lingkungan, yang tentu saja, hal ini akan jauh lebih mudah untuk dilakukan. Bukan begitu? Jadi, ubahlah dirimu sebelum kamu meminta orang lain berubah. Seperti kata Roma 12:2 berubalah oleh pembaharuan budi dan jangan serupa dengan dunia ini...

Salam dari Timor Barat Indonesia....

Comments