Cara berpikir dalam Pengharapan …. Kisah Anak Kembar


Sebuah kisah yang manarik tentang cara berpikir yang terbangun dari lingkungan;
Ada sepasang anak laki-laki kembar yang sangat mirip dalam penampilan tetapi sangat bertentangnan dalam hal-hal yang lain. Salah seorang dari mereka merupakan perwujudan dari kesuraman dan kesedihan, seorang yang pesimis yang hamper selalu putus asa dengan apa yang ia lakukan. Sebaliknya, anak laki-laki yang lain benar-benar seorang yang antusiasmenya dalam hidupnya tidak pernah terpuaskan. Kesenjangan yang sangat besar ini menjadi beban pikiran orang tua mereka sehingga akhirnya meminta saran dari seorang ahli psikiater. Sang Psikiater tersebut akhirnya memberi saran dengan memperlakukan kedua anak tersebut dengan cara yang berbeda. Seiring dengan hari Natal yang tiba, maka ia menyarankan untuk member hadia kepada anak-anak tersebut dengan cara yang berbeda. “ Berikan hadiah yang terbaik yang mampu anda berikan kepada anak yang pesimis dan berikan yang optimis sekotak Dus yang berisi jerami”. “ katanya lagi “ ini akan membantu menyeimbangkan sikap mereka.

Pada hari saat Natal, orang tua ini mengamati anak-anaknya yang sedang membuka hadiah-hadiah mereka. Si anak pesimis membuka kadonya terlebih dahulu, ia membongkar sebuah dus yang sangat besar dan menemukan sepeda baru di dalamnya. “ah.... Aku tidak suka..! keluhnya. “Warnanya kurang bagus dan sepeda ini terlalu besar, aku mungkin akan jatuh dan terluka”. Ia kemudia menyingkirkan sepeda itu dan membuka hadiah yang lain. Kali yang ia buka adalah seperangkat computer terbaru lengkap dengan program dan games terbaru. “Aku juga tidak suka” keluhnya. Butuh waktu lama untuk menggunakan keyboardnya dan aku juga tidak terlalu mahir menggunakan joystick. Selain itu computer pun akan sering rusak. Kalau tidak rusak, pasti akan membuat mataku sakit”. Orang tua anak itu sangat terkejut dan beralih ke anak mereka yang satu lagi. Si optimis sedang membuka satu satunya hadiah untuknya. Dengan bersemangat ia membongkar kertas kadonya dan membuka kotaknya. Kemudian ia sangat terlihat gembira dan mulai melempar lempar jerami ke udara. Ia berteriak dengan santa senang “ asyiiik…….. hore……… hore ……….! kalian tidak bisa menipuku …..! dimana hadianya…..! dimana hadianya…..! orang tuanya melihat dengan wajah bingung sambil mendengar si anak berkata “ dengan jerami sebanyak ini, pasti ada seekor kuda poni di sekitar sini!”

Sahabatku… cara berpikir kita mempengaruhi perilaku kita. Perilaku, jika diulang akan menjadi kebiasaaan dan kebiasaan akan menjadi gaya hidup. Baik optimisme maupun pesismisme adalah perilaku yang dipelajari dari lingkungan kita, bukan dorongan, kebetulan ataupun takdir. Melainkan lebih sebagai respon yang kita pilih, kita memilih atau menentukan apa yang menjadi sikap atau respon kita. Perbedaan antara seorang pesimis dengan seorang optimis adalah : ORANG OPTIMIS TERTAWA UNTUK MELUPAKAN, ORANG PESIMIS LUPA UNYK TERTAWA …………… seorang opitmis penuh dengan pengharapan dan pengaharapan di dalam Tuhan Yesus tidak mengecewakan (Roma 5:5)

SEMOGA BERMANFAAT …………..

Comments