APBD KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN PADA BIDANG PENDIDIKAN TAHUN 2014-2018



Sesuai dengan RPJMD Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun 2014-2019, maka Prioritas Pembangunan di jadikan dalam 5 Pilar sebagai berikut : (1) Pilar Pendidikan, (2) Pilar Kesehatan, (3) Pilar Ekonomi dan (4) Pilar Infrastruktur serta (5) Pilar Pemerintahan. Prioritas prioritas ini tidak secara implicit disebutkan tetapi dalam pelaksanaannya khususnya dalam Musrenbang RPKD pilar ini ditekankan dalam bentuk Kelompok Diskusi.

Pilar Pendidikan (selanjutnya dalam tulisan ini disebut juga Bidang Pendidikan) menjadi salah satu prioritas dengan menetapkan 2 (dua) Organisasi Pemerintah Daerah (sebelumnya disebut SKPD), yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (sebelumnya bernama Dinas Pendidikan dan Pemuda dan Olah Raga) dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (sebelumnya bernama Badan Perpustakaan dan Kersiapan Daerah.

Berikut ini saya akan sajikan APBD Kabupaten Timor Tengah Selatan untuk Bidang Pendidikan tahun 2014-2108. Tentu saja untuk mengetahui apakah Pemerintah (Eksekutive dan Legislative), lembaga yang berkompeten untuk menyediakan APDB telah memenuhi Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003, yang mengamanatkan untuk menyediaan APBD sebesar 20% untuk bidang Pendidikan.
Sajian Data dan Informasi kali ini focus pada Belanja Langsung pada APBD Kabupaten Timor Tengah Selatan.

A. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

A.2. Belanja Langsung
Belanja langsung pada dinas Pendidikan Tahun 2014-2018 dapat dilihat pada grafik garis di bawah ini :
Pada Grafik tersebut terlihat bahwa Belanja Langsung tertinggi adalah pada Tahun 2018, yaitu sebesar Rp. 123.907.515.574 dan belanja langsun terenda pada Tahun 2016, yaitu sebesar Rp. 36.098.949.797


A.2. Perbandingan Belanja Langsung dengan APBD
- Dalam Angka

- Dalam Prosentase
Dari Grafik tersebut terlihat bahwa hanya pada Tahun 2014 belanja langsung Dinas Pendidikan melampaui aturan 20% APBD untuk bidang pendidikan , yakni 22,67% dari Total APBD Kabupaten TTS. Prosentase terendah ada pada tahun 2015, yakni sebesar 10,13%.


A.3 Belanja Langsung terbesar
Belanja Langsung terbesar adalah pada Program Wajib belajar Sembilan Tahun yang dapat dilihat pada Grafik berikut :

Belanja pada Program Wajar Sembilan Tahun terendah pada Tahun 2016, yakni sebesar Rp, 17.286.599.692 sedang tertinggi pada tahun 2018, yakni sebesar Rp. 105.064.363.174

A4. Perbandingan Belanja Publik dan Belanja Pegawai
Belanja pegawai dalam belanja langsung pada APBD berkisar antara 4% sampai 12%, dimana yang tertinggi pada Tahun 2016


B. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

B.1. Belanja langsung

Dari grafik tersebut terlihat bahwa belanja langsung terendah pada tahun 2015, yakni sebesar Rp. 1.967.033.500 sedang terbesar pada tahun 2017 sebesar Rp. 3.843.575.776.

B.2 Perbandingan dengan belanja lansung pada APBD

B.2.1 Dalam Angka
B.2.2 Dalam Prosentase

C. GABUNGAN BELANJA LANGSUNG BIDANG PENDIDIKAN

C.1 DALAM ANGKA

C.2. Dalam Persentase

Dari Grafik tersebut terlihat bahwa hanya pada Tahun 2014 belanja langsung Bidang Pendidikan melampaui aturan 20% APBD untuk bidang pendidikan , yakni Rp. 100.956.625.058 atau sebesar 22,67% dari Total APBD Kabupaten TTS. Prosentase terendah ada pada tahun 2016, yakni sebesar 39.823.054.447 atau sebesar
07,62% dari Total APBD Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Berdasarkan sajian data tersebut di atas, maka dapat di simpulkan Belanja langsung untuk bidang Pendidikan berdasarkan APBD Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun 2014-2018 terjadi fluktuatif tetapi paling banyak tidak memenuhi 20% anggaran pendidikan untuk dari APBD.

Kabupaten Timor Tengah Selatan sementara terjadi perggantian kepemimpinan tentu saja merupakan momentum yang tepat untuk melakukan perubahan dengan berani mengambil Keputusan dan bertindak untuk mengalahkan masalah pendidikan di Kabupaten TTS. Bahwa berdasarkan pemetaan sementara oleh penulis, maka beberapa factor penyumbang masalah pendidikan sebagai berikut :
Sangat rendahnya angka partisipasi murni pada setiap jenjang pendidikan, tingginya angka putus sekolah, tidak meratanya distribusi fasiltas pendidikan dan tenaga guru, tenaga penhajar yang berkualifikasi rendah di setiap jenjang pendidikan.
Salam Maju nya TTS….. semoga bermanfaat

Comments