APBD KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN PADA BIDANG KESEHATAN TAHUN 2014-2018


APBD KAB.TTS PADA BIDANG KESEHATAN TAHUN 2014-2018


Melanjutkan Sajian Data sebelumnya (APBD Kabupaten TTS pada Bidang Pendidikan Tahu 2014-2018) Sesuai dengan RPJMD Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun 2014-2019, maka Prioritas Pembangunan di jadikan dalam 5 Pilar sebagai berikut : (1) Pilar Pendidikan, (2) Pilar Kesehatan, (3) Pilar Ekonomi dan (4) Pilar Infrastruktur serta (5) Pilar Pemerintahan. Prioritas prioritas ini tidak secara implicit disebutkan tetapi dalam pelaksanaannya khususnya dalam Musrenbang RPKD pilar ini ditekankan dalam bentuk Kelompok Diskusi.

Pilar Kesehatan (selanjutnya dalam tulisan ini disebut juga Bidang kESEHATAN) menjadi salah satu prioritas dengan menetapkan 3 (tiga) Organisasi Pemerintah Daerah (sebelumnya disebut SKPD), yakni Dinas Kesehatan, dan Rumah Sakit Umum Daerah SoE (telah ditetapkan sebagai Badan Layanan Umum Daerah atau BLUD) serta Dinas Kependudukan dan Keluarga Berencana (Sebelumnya bernama : Badan Pemmberdayaan Perempuan dan Keluarga Sejahtera)

Berikut ini saya akan sajikan APBD Kabupaten Timor Tengah Selatan untuk Bidang KESEHATAN tahun 2014-2108. Tentu saja untuk mengetahui apakah Pemerintah (Eksekutive dan Legislative), lembaga yang berkompeten untuk menyediakan APDB telah mensinergikan Visi dan Misi masing masing lembaga untuk kepentingan Masyarakat dan Untuk menyediakan data yang dapat digunakan sebagai pijakan bagi Pengambilan Kebijakan selanjutnya.

Sajian Data dan Informasi kali ini focus pada Belanja Langsung pada APBD Kabupaten Timor Tengah Selatan pada Tahun 2014-2018.

A. Dinas Kesehatan
A.1. Belanja Langsung

Belanja langsung pada Dinas Kesehatan Tahun 2014-2018 dapat dilihat pada grafik garis di bawah ini :


Pada Grafik tersebut terlihat bahwa Belanja Langsung tertinggi adalah pada Tahun 2017, yaitu sebesar Rp. 140.792.219.616
dan belanja langsung terendah pada Tahun 2014, yaitu sebesar Rp. 36.002.135.624

A.2. Perbandingan Belanja Langsung dengan APBD
- Dalam Angka


- Dalam Prosentase


Dari Grafik tersebut terlihat bahwa dalam perbandingan prosentase belanja Langsung Dinas Kesehatan Terhadap Belanja
Langsung APBD tetap yang tertinggi pada tahun 2017, yakni sebesar 19,97% dari Belanja Langsung APBD sedang yang terendah
justru pada tahun 2015, yakni sebesar 8,08% dari APBD

A.3. Belanja Langsung terbesar
Belanja Langsung terbesar adalah pada Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas
/Puskesmas Pembantu dan jaringannya yang dapat dilihat pada Grafik berikut :


Belanja pada Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas /Puskesmas Pembantu dan
jaringannya terendah pada Tahun 2016, yakni sebesar Rp, 7.618.646.184 sedang tertinggi pada tahun 2017, yakni sebesar Rp.
41.866.576.647

A.4. Perbandingan Belanja Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas /Puskesmas Pembantu dan
jaringannya dengan Total Belanja Langsung Dinas Kesehatan

- Dalam Angka

- Dalam Prosentase


Dari sajian tersebut di atas, diketahui bahwa Perbandingan Belanja Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana
dan Prasarana Puskesmas /Puskesmas Pembantu dan jaringannya menghabiskan 15% s/d 33,62% dari total Belanja Langsung
Dinas Kesehatan.
Jika Prosentase ini dikaji, maka tentunya berakibat pada peningkatan penyediaan Sarana dan Prasarana Puskemas dan
jaringannya dan hanya bisa terjawab pada respon masyarakat dari keluaran Program ini.

A.5. Pada sajian kali ini, saya khususkan menambahkan data APBD yang berhubungan dengan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), dimana
Kabupaten Timor Tengah Selatan dikenal sebagai penyumbang tingginya AKI (Angka Kematian Ibu), Angka Kematian Anak di
Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak adalah salah satu Program pada Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah
Selatan yang paling tepat berhubungan dengan KIA seperti yang tercantum dalam APBD Kabupaten Timor Tengah Selatan.

- Dalam Angka


- Dalam Prosentase


Dari Sajian tersebut di atas, dapat diketahui bahwa bahwa Anggaran untuk Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak.
berkisar antara Tujuhratusan Juta Rupiah sampai 5, 3 Milyard Rupiah. Kenaikan pembiayaan Program ini terjadi pada tahun 2017
dan Tahun 2018. Kenaikan pembiayaan ini tentu saja diharapkan berdampak pada penurun angka kematian tetapi untuk sajian angka.
Kematian tidak dapt disajikan kali ini dikarenakan Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan yang tersedia.
pada Webiste Departemen Kesehatan hanya untuk Tahun 2016 sedangkan akan lebih baik jika dilihat pada Tahun 2018.

Peningatan Pembiayaan ini mengindikasikan bahwa Pemerintah (Eksekutif dan Legialtif) berupaya untuk menurunkan Angka Kematian Ibu
dan Anak.

B. Rumah Sakit Umum Daerah SoE

a. Belanja langsung


Dari grafik tersebut terlihat bahwa belanja langsung terendah pada tahun 2014, yakni sebesar Rp. 17.787.841.437 sedang terbesar
pada tahun 2017 sebesar Rp. 33.847.246.208.

b. Perbandingan dengan belanja lansung dengan Belanja Langsung APBD
- Dalam Angka


- Dalam Prosentase


c. Belanja Langsung terbesar Rumah Sakit Umu Daerah SoE adalah Program Peningkatan Sarana dan Prasarana. Berikut ini Data tentang
Pembiayaan Program ini :


Dari sajian di atas diketahui bahwa belanja berkisar dari empat milyard sampai 20 milyard lebih dimana yang terendah pada tahun
2014, yakni Rp. 4.963.002.500 dan yang terbesar pada tahun 2015, yakni sebesar Rp. 20.034.990.072.

d. Perbandingan Belanja Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit dengan Total Belanja Langsung:
- Dalam Angka


- Dalam Prosentase



e. Belanja Program Peningkatan Mutu Layanan Kesehatan BLUD

Ada hal yang menarik dalam APBD 2017 dan 2018, yakni tersedianya Program Peningkatan Mutu Layanan Kesehatan BLUD. Program ini.
muncul setelah ditetapkannya RSUD SoE sebagai Badan Layanan Umum Daerah atau BLUD. Kegiatan Kegiatan yang termasuk dalam Program
ini adalah (1) Belanja Pegawai BLUD, (2) Belanja Barang dan Jasa BLD dan (3) Belanja Modal Peralatan Mesin .
Berikut ini sajian datanya :

- Perbandingan Dalam Angka


- Perbandingan dalam Prosentase


Dari Sajian data tersebut di atas, ditemukan bahwa Pembiayaan untuk Program ini hamper separuh dari Total Belanja Langsung.
bahkan pada Tahun 2017 sampai pada 60% terhadap Total Belanja Langsung. Dari Total Belanja untuk Program Peningkatan Mutu.
Layanan Kesehatan BLUD Separuhnya adalah Belanja Pegawai, yakni 49,01% pada tahun 2017 dan 52,32%.

Tentunya keluaran dari Program Peningkatan Mutu Layanan Kesehatan BLUD adalah Kualitas Pelayanan yang Prima karena berdasakan.
sajian tersebut hasilya harus dinikmati oleh pengguna layanan RSUD SOE dalam hal ini masyarakat Kabupaten Timor Tengah Selatan.
khusus untuk ini, maka perlu dilakukan kajian yang mendalam bahwa terjadinya peningkatan belanja pegawai untuk layanan kesehatan
BLUD akan berdampak meningkatnya kualitas layanan pegawai BLUD. Sesuai dengan teori, maka yang perlu dikaji dalam kualitas.
layanan adalah Tangibles, Empati, Reliability, Responsive dan ASURANCE

C. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

OPD ketiga yang berhubungan dengan Bidang Kesehatan adalah Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, yang sebelumnya
bernama Badan Pemberdayaan Perempuan, Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera.
Berikut ini sajian data APBD Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana


1. Belanja Langsung,



Dari sajian di atas diketahui bahwa belanja berkisar dari tiga milyard sampai enam milyard lebih dimana yang terendah pada t
tahun 2014, yakni Rp. 3.023.926.700 dan yang terbesar pada tahun 2016, yakni sebesar Rp. 6.166.127.578

2. Perbandingan Belanja Langsung Dinas Pengendalian Penduduk dan KB terhadap Belanja Langsung APBD.

- Dalam Angka


- Dalam Prosentase



3. Belanja terbesar adalah Program KB yang dapat disajikan sebagai berikut :



4.Perbandingan Belanja Program KB terhadap Total Belanja Langsung Langsung Dinas Pengendalian Penduduk dan KB.

- Dalam Angka


- Dalam Prosentase



D. Gabungan Belanja Bidang Kesehatan

1. Total Belanja Langsung Bidang Kesehatan (3 OPD)


Dari sajian tersebut, diketahui bahwa belanja langsung Bidang Kesehatan terrendah adalah pada tahun 2014, yakni sebesar Rp.
56.813.903.761 dan belanja tertinggi pada tahun 2017, yakni sebesar Rp. 179.241.862.926.

2. Perbandingan Belanja Langsung Bidang Kesehatan terhadap Belanja Langsung APBD :

- Dalam Angka


- Dalam Prosentase


Berdasarkan data tersebut, dapat dijelaskanbahwa belanja langsung Bidang Kesehatan terendah adalah pada tahun 2014, yakni.
sebesar 13,15% dari Total Belanja Langsung APBD sedang dan belanja tertinggi pada tahun 2017, yakni sebesar 25,30% dari Belanja
Langsung APBD.

Dalam Bidang Kesehatan masalah-masalah yang bsa dipetakan untuk diupayakan pemecahan adalah Jumlah kematian ibu, bayi dan balita yang masih tinggi, sering terjadinya kejadian luar biasa, banyaknya kasus kekerasan terhadap peremupuan dan anak, jumlah pasangan usia subur yang banyak tidak mengikuti program KB, banykanya kasus penyakit yang disebabkan kurangnya pemahaman hidup sehat, jumlah tenaga kesehatan yang kurang memada, tingginya prevelensi balita kurus, pendek dan kurang gizi.

Kabupaten Timor Tengah Selatan sementara terjadi perggantian kepemimpinan tentu saja merupakan momentum yang tepat untuk melakukan perubahan dengan berani mengambil Keputusan dan bertindak untuk mengalahkan masalah Kesehatan di Kabupaten TTS…… Semoga bermanfaat…

Salam majunya TTS…………….

Comments