Berpikir Positif.... Kisah Raja dan perdana menterinya



Raja dengan Perdana Menteri-nya :

Di Daratan India tersebutlah sebuah Kerajaan yang diperintah oleh seorang Raja yang didampingi seorang Perdana Menteri yang bijak. Raja ini mempunyai kegemaran berburu binatang di hutan.
Pada suatu ketika sang Raja hendak melaksanakan kegiatan berburunya. Sebagaimana biasa sebelum berangkat melaksanakan kegemarannya, Sang Raja seperti biasa mempersiapkan sendiri sarana berburunya seperti busur dan anak panah serta sebuah pisau kecil kesayangannya dengan harapan nantinya dapat digunakan semaksimal mungkin untuk berburu. Tali busur dibentangkannya dengan baik demikian juga anak panah dan pisau kecilnya diasah supaya tajam dan mampu menembus kulit binatang yang hendak diburunya.

Tanpa disadari ketika mengasah pisaunya, tangan sang Raja terluka kena sayatan pisau yang begitu tajam sekali. Sang raja kaget bercampur heran. Baru kali pisau yang diasahnya melukai tangannya. “Tidakkah ini pertanda buruk buat kerajaanku” pikir Sang Raja.
Sang Raja kemudian memerintahkan pengawalnya untuk memanggil Perdana Mentrinya untuk diajak membahas kejadian yang baru saja dialaminya.

“Perdana Menteri, coba kamu pikirkan apa gerangan yang akan terjadi dengan kerajaanku”. Tanya Sang Raja
“Memangnya kenapa tuanku, apa yang telah terjadi sehingga Tuanku menanyakan hal seperti itu pada hamba”, Perdana Mentri balik bertanya.

Sang Raja akhirnya bercerita tentang apa yang menimpanya sehingga jari tangannya terluka dan berdarah. “Tidakkah ini pertanda buruk akan menimpa kerajaanku, Perdana Menteriku, Apakah mungkin akan ada pemberontakan yang akan mengacaukan kerajaan ini”, Tanya Sang Raja.

“Tuanku, menurut hamba ini adalah pertanda baik buat kerajaan. Tuanku harus bersyukur kepada Tuhan atas apa yang baru saja tuanku alami,” jawab Perdana Menteri. Belum selesai Perdana Mentrinya menjelaskan, Sang Raja keburu memotongnya dan marah-marah.
Apa…! Hardik Sang Raja. Ini pertanda baik bagi kerajaan dan kamu ternyata senang ya…aku terluka hingga jari tanganku cacat. Kurang ajar kamu perdana menteri, kamu malah menyuruhku bersyukur atas kecelakaan yang aku alami. Kamu memang perdana mentri yang kurang ajar. Sang Raja rupanya marah besar atas pendapat yang disampaikan Perdana Menterinya.
“Pengawal tangkap Perdana Mentri dan jebloskan ke penjara”, perintah Sang Raja kepada pengawalnya.
Perdana Mentri tidak melakukan perlawanan. Dia dengan tenang dan suka cita menerima hukuman yang diberikan Rajanya seraya mengucapkan terima kasih atas hukuman yang dijatuhkan kepadanya.
Setelah menjebloskan perdana mentrinya ke penjara kerajaan, Sang Raja akhirnya berangkat juga ke hutan melaksanakan niatnya untuk berburu dengan beberapa orang pengawalnya. Ditengah hutan Sang Raja sempat memburu seekor kijang dengan semangatnya sehingga tanpa disadari sang Raja akhirnya terpisah dengan pengawalnya dan tersesat. Dalam kebingungannya untuk kembali menemui pengawalnya Sang Raja akhirnya tertangkap oleh kelompok suku terasing yang terisolir ditengah hutan. Sang Raja dijebloskan ke penjara dan dari pembicaraan orang-orang suku tersebut diketahui akan menjadikan Sang Raja kurban persembahan yang sudah biasa dilakukan oleh suku tersebut. Betapa kagetnya Sang Raja ketika tahu dirinya hendak dijadikan persembahan kurban oleh suku tersebut. Sang Raja Takut bukan kepalang, para pengawalnya tidak ada yang bisa membantu menyelamatkannya, karena tidak satupun pengawalnya yang ada didekatnya saat itu.. “jangan-jangan ini adalah karmaku yang telah memenjarakan Perdana Mentri-ku yang tidak bersalah”, pikir Sang Raja. Dalam ketakutan Sang Raja berdo’a agar terbebas dari ancaman menjadi kurban suku primitip tersebut.
Ketika hendak dimulainya pelaksanaan upacara kurban suku tersebut, Kepala Suku memerintahkan anak buahnya untuk memeriksa kondisi calon kurban. Dan….alangkah kecewanya Kepala Suku ketika mengetahui calon kurbanya ternyata cacat jari tangannya sehingga tidak layak untuk dijadikan kurban persembahan. “Kau Mahluk tak berguna, pergi au”, umpat Kepala Suku. .
Sang Raja yang telah dilepaskan oleh suku terasing tersebut segera berlari menyelamatkan diri. Dan beberapa saat kemudian akhirnya Sang Raja dapat bertemu kembali dengan pengawalnya. Sang Raja kemudian mengajak pengawalnya untuk pulang ke Kerajaan.
Sesampai di istana, sang raja memerintahkan untuk memanggil Perdana Mentri-nya yang telah dijebloskannya ke penjara. Kepada Perdana Mentri-nya, sang Raja meminta maaf dan minta penjelasan kenapa Perdana Menteri menyarankan untuk mensyukuri musibah yang telah dialami sang raja dan kenapa Perdana Mentri berterima kasih serta bersyukur atas telah dijebloskan ke Penjara.
“Tuanku, luka yang tuanku alami hendaknya disyukuri, karena tuanku telaah diberi kesempatan untuk beristirahat demikian juga karena luka tersebut tuanku telah terselamatkan yaitu batal menjadi kurban persembahan suku primitive ditengah hutan. Sementara hamba bersyukur karena kalau tidak dipenjara maka kemungkinan besar saya akan menggantikan tuanku sebagai kurban persembahan suku primitive tersebut”, kata Sang Perdana Menteri.

“kamu benar perdana Mentri, kamu sangat bijak, aku bangga punya pendamping sepertimu” puji sang Raja.
Demikianlah akhir dari cerita sang Raja dengan Perdana Mentrinya, dimana cerita tersebut memberikan gambaran bahwa kita hendaknya selalu bisa memaknai sejelek apapun yang kita alami sebagai sesuai yang bermakna positif, karena dibalik semua ada rencana tersembunyi yang tidak kita ketahui yang tentunya dibuat sang khalik.

Semoga bermanfaat....

Comments