Kondisi Kemiskinan Kabupaten TTS dalam Bidang Pendidikan


Provinsi Nusa Tenggara Timur terdiri dari 21 Kabupaten dan 1 Kota, dimana masing-masing Kabupaten/Kota memiliki jumlah penduduk miskin yang bervariasi. Jumlah penduduk miskin tertinggi pada tahun 2016 terdapat pada Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yaitu dengan angka kemiskinan 1.384.300 atau 29,89 % dan jumlah penduduk miskin terendah pada tahun 2016 terdapat pada Kabupaten Nagekeo dengan jumlah penduduk miskin 191.800 atau 13,621% (BPS,2017) seperti terlihat pada Tabel ini :

Tabel
Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Tahun 2015-2016

selanjutnya berdasarkan data BPS juga dapat dilihat kondisi KEMISKIKAN Kabupaten Timor Tengah Selatan Dari tahun 2013-2017 sebagai berikut :
Berdasarkan data diatas dapat di lihat bahwa jumlah penduduk miskin di Kabupaten TTS pada tahun 2013 adalah sebesar 126.010, dan pada tahun 2014 mengalami penurunan menjadi 122.460, tetapi pada tahun 2015 kembali mengalami kenaikan menjadi 144.010. Sedangkan pada tahun 2016 kembali mengalami penurunan menjadi 138.430 dan berdasarkan data terbaru dari BPS pada tahun 2017 kembali menurun menjadi 136.450.

Dari data diatas dapat dilihat bahwa jumlah penduduk miskin Kabupaten TTS dalam dua tahun terakhir yaitu tahun 2016 dan 2017 mengalami penurunan namun belum signifikan karena Pemerintah Kabupaten TTS menetapkan target penurunan angka kemiskinan 1% setiap tahunnya tetapi hal tersebut belum tercapai padahal telah banyak program penanggulangan kemiskinan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten TTS sendiri maupun Program dari Pemerintah Pusat.


apabila dipetakan kemiskinan di Kabupaten Timor Tengah Selatan berdasarkan Desil satu atau 10% terendah, maka dapat dilihat pada peta berikut ini :

1. Jumlah Rumah Tangga menurut status kesejahteraan Desil 1 (10% terendah)

2. Jumlah Individu menurur status kesejahteraan Desil 1 (10% terendah)

Salah satu penyumbang tingginya angkat kemiskinan di Kabupaten Timor tengah Selatan adalah bidang pendidikan. Berdasarkan data TNP2K, Maka kondisi KEMISKIKAN bidang pendidikan sebagai berikut :

1. Jumlah anak bersekolah USIA 7-12 tahun dengan status kesejahteraan 40% terendah :

2. Jumlah anak bersekolah USIA 13-15 tahun dengan status kesejahteraan 40% terendah :

3. Jumlah anak bersekolah USIA 16-18 tahun dengan status kesejahteraan 40% terendah :

Selanjutnya Menurut Data pada Tim Nasional Penanggulangan Kemiskinan Jumlah anak dengan status kesejahteraan yang tidak bersekolah dapat dipetakan sebagai berikut :

1. Jumlah anak tidak bersekolah USIA 7-12 tahun dengan status kesejahteraan 40% terendah :

2. Jumlah anak tidak bersekolah USIA 13-15 tahun dengan status kesejahteraan 40% terendah :

3. Jumlah anak tidak bersekolah USIA 16-18 tahun dengan status kesejahteraan 40% terendah :


berdasarkan pernyataan Bapa Kepala BAPPEDA Kabupaten Timor Tengah Selatan bahwa telah terjadi penurunan angka kemiskinan kurang lebih 0,8% sesuai peberitaan di media cetak lokal, maka bisa disimpulkan bahwa strategi dan Program serta Kegiatan penaggulangan kemiskinan di Kabupaten Timor Tengah Selatan tidak berpengaruhi secara signifikan sehingga perlu dilakukan tindakan secara cepat dan tepat untuk menghasilkan penurunan angka kemiskinan secara signifikan.

Semoga Tulisan saya ini dapat membuat dasar bagi para calon legislatif maupun penyusunan RPJMD bagi perubahan pada masyarakat Kabupaten Timor Tengah Selatan....


Dilarang Copy Paste broooo.....!!!!!!

Comments