Pengambilan Keputusan Etis dalam Organisasi



Mengapa memerlukan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pertimbangan etis?
Di dalam dunia kerja, seorang manajer yang biasanya membuat keputusan membutuhkan pertimbangan etis karena keputusan manajer akan menjadi standar atau mempengaruhi seluruh bawahan dan organisasinya. Selain itu manajer sendiri berada dalam pengawasan apakah sudah mengambil keputusan yang benar atau belum.


Seorang manager harus memiliki karakter etis yang kuat, dan habit dari pemimpin etis yang kuat adalah:
  1. Memiliki karakter personal yang kuat
  2. Memiliki kemauan yang kuat untuk melakukan yang benar
  3. Bersifat proaktif
  4. Mempertimbangkan kepentingan stakeholders
  5. Menjadi role model bagi organisasi
  6. Transparan dan aktif dalam pembuatan keputusan organisasi
  7. Mengambil pandangan holistik mengenai budaya etis perusahaan
  8.  
     

Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Etis

  1. Intensitas Isu Etis, seberapa banyak kita terlibat dalam pengambilan keputusan etis, ditentukan dari keluarga, tempat kerja, agama, profesi dan sebagainya.
  2. Faktor Individual, berkaitan dengan nilai-nilai yang dipegang sendiri melalui pergaulan dan sosialisasi.
  3. Faktor Organisasi, berkaitan dengan budaya organisasi, peraturan yang berlaku dan nilai-nilai yang dijunjung organisasi.
  4. Kesempatan atau Peluang, kondisi organisasi membatasi perilaku etis atau tidak etis.
Contoh isu etis di tempat kerja misalnya diskriminasi, nepotisne, kejujuran , konflik kepentingan, dan sebagainya. Oleh karena itu dalam pekerjaan pun kita harus melakukan pengambilan keputusan etis.

PEDOMAN Pengambilan Keputusan

3 Langkah pedoman saat mengambil keputusan:
    Mengambil keputusan dengan proses P.E.A.C.E
      • P . Problem : Identifikasi problemnya apa, cermati dan selubungi inti masalahnya dengan jernih.
      • E . Emotion : Tenangkan emosi, jangan mengambil keputusan pada saat emosi negatif atau emosi positif meluap-luap. harus dalam keadaan tenang dan netral.
      • A . Analysis : Analisis masalahnya, kapan masalah terjadi? dampaknya apa? siapa yang harus dimintai pertolongan? akibat kepada orang lainnya? adakah kerugian jika saya melakukan ini?dsb.
      • C . Contemplation : Tahap ini, sudah mendapatkan alternatif keputusan, dan pikirkan secara mental dengan tenang dan bayangkan pengambilan keputusan tersebut.
      • E. Equilibrium : Sudah mengambil satu keputusan, apabila hati tenang maka lakukan, apabila hati tidak kunjung tenang, ulangi atau tinjau dari awal.
        Menguji keputusan dengan E.T.H.I.C.S
        • E . Explore : Mempertimbangkan alternatif penyelesaian atau keputusan yang lain
        • T . Truth : Apabila berada pada situasi tertentu, kebenaran harus selalu diutamakan.
        • H . Honor : Apakah keputusan ini terhormat? bukan bentuk lari dari tanggung jawab?
        • I . Identity : Ketahui posisi anda, misalnya anda seorang manajer, apakah keputusan anda sebagai manajer sudah tepat? bagaimana dampaknya terhadap perusahaan? semakin senior anda di dalam pekerjaan = semakin keputusan anda berpengaruh
        • C . Conscience : Diuji dengan hati yang nurani, apakah ini benar? 
        • S . Stakeholder : Pertimbangkan keputusan kita dan akibatnya bagi keluarga kita, orang lain, teman dan sebagainya.
            Melakukan 7 pedoman Robbins dan Husker
            Pedoman yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan:
            1. Pahami Kebijakan etik organisasi anda, apa yg diperbolehkan dan apa yang tidak
            2. Antisipasi konflik yang tidak etis
            3. Berpikir sebelum Bertindak
            4. Mempertimbangkan konsekuensinya
            5. Minta pendapat orang lain
            6. Jangan membiarkan diri terisolasi
            7. Lakukan yang anda yakini benar
            Pertimbangan isu etis digunakan langkah:
            1. Kumpulkan fakta sebanya mungkin
            2. Identifikasi isu etis dari fakta
            3. Identifikasi kelompok yang dipengaruhi isu etis tersebut
            4. Identifikasi konsekuensi yang terjadi
            5. Pertimbangkan karakter dan integritas anda, prinsip anda, ajaran agama anda, dsb
            6. Berpikir kreatif
            7. Periksa intuisi pribadi 
            8. Bersiaplah untuk membela tindakan anda sendiri

            Comments