CARA HIDUP ORANG PERCAYA...FILIPI 1: 1



FILIPI 1: 1
1:1 Dari Paulus dan Timotius, hamba-hamba Kristus Yesus, kepada semua orang kudus dalam Kristus Yesus di Filipi, dengan para penilik jemaat dan diaken.


* Hari ini, kita akan belajar 3 cara hidup orang percaya dari kalimat salam ini:

... 1. Responsif.

Lembaga Alkitab Indonesia memulai kalimat salam ini dengan kata “dari”. Sedangkan dalam teks yunani, kalimat salam ini dimulai dengan kata PAULUS. (Paulus merupakan kata benda nama diri berkasus nominatif, artinya berfungsi sebagai subyek).Walaupun dalam kalimat salam ini tidak ada kata kerjanya, tetapi dapat dimengerti bahwa kata kerjanya adalah mengirim atau memberi. Jadi terjemahan yang tepat berdasarkan teks aslinya adalah Paulus mengirim salam, artinya Pauluslah yang berinisitaif lebih dulu untuk mengirim/memberi salam.

Dari kalimat ini, kita bisa mempelajari sebuah prinsip Firman yaitu seorang percaya adalah seorang yang RESPONSIF, arti yang memiliki kesediaan untuk aktif lebih dulu berinisiatif memberi salam kepada sesamanya.

2. Rendah hati.

Kata “dan” dalam bahasa hukum struktur artinya sejajar. Dengan kata sambung ini, Timotius dianggap sebagai seorang yang ikut mengirim salam bersama-sama dengan paulus. Siapakah Timotius? Ia adalah seorang anak muda yang pemalu, penakut, sakit-sakitan (tubuh sering lemah dan pencernaannya terganggu => 5:23 ; 1 Kor. 16:10-11). Anak muda ini berasal dari keluarga biasa yang tidak punya pengaruh atau tidak terkenal di daerahnya; ia bertobat melalui pelayanan Paulus dan dalam perjalanan pengabaran Injil (Kis. 16) ia menjadi pembantu Paulus; namun yang menarik dalam kepenulisan surat filipi ini, Paulus mensejajarkan dirinya dengan Timotius. Padahal kita tahu, bahwa kedudukan dan prestasi Paulus itu jauh lebih tinggi daripada Timotius.

Siapakah Paulus?
a. Keturunan Benyamin (keturunan Ningrat karena Raja Pertama Israel Saul berasal dari suku ini)
b. Pakar Filsafat yunani
c. Anggota farisi yang aktif => Pakar Perjanjian Lama
d. Anggota sinagoge dan sanhendrin => terkemuka dan kaya raya
e. Pelayan Injil lintas benua yang sangat produktif

Apa prinsip yang bisa kita pelajari dari kata “dan” ini ?
Jawabannya adalah kerendahan hati. Kata Paulus berasal dari bahasa latin yang berarti kecil. Dalam menulis surat, ia tidak memakai nama yahudi (yaitu Saul), karena nama yahudinya menunjukkan bahwa ia keturunan raja (ningrat). Paulus tidak mau menggunakan nama Yahudinya ini, karena ia sadar bahwa ia adalah orang yang kecil di hadapan Tuhan. Paulus sadar bahwa semua manusia itu setara-sama kedudukannya di mata Tuhan.

Sebagai orang percaya, Jangan pernah meremehkan orang !!!
Karena setiap orang PASTI PUNYA POTENSI, hanya saya seringkali lingkungan di sekitarnya yang menutup potensi yang dimiliki oleh orang tersebut.
Nah! Tugas kita orang2 percaya adalah membantu orang-orang yang ada di sekitar kita yang Tuhan gerakkan untuk menemukan tujuan hidupnya, potensinya (kekuatannya) dan bantu mereka untuk bisa mengembangkan potensi mereka supaya bisa menjadi berkat buat sesama

3. Melepaskan Hak.

Kata ”hamba-hamba” diambil dari istilah douloi yang merupakan bentuk jamak dari kata doulos, yang berarti “budak”. Pemakaian gelar ini menunjukkan identitas Paulus dan Timotius. Budak adalah milik tuannya. Konsep perbudakan romawi mendukung makna ini. Budak-budak Roma adalah merupakan benda milik tuannya. Mereka bisa diperjual-belikan, bahkan kalau tuannya ingin membunuhnya-pun bisa. Jadi budak tidak punya hak untuk hidupnya. Semuanya, seantero hidupnya adalah milik tuannya. Jadi maksud Paulus menuliskan identitas ini adalah bahwa ia ingin mengatakan kepada jemaat Filipi bahwa ia dan Timotius sudah tidak mempunyai hak untuk hidup lagi. Semuanya milik Tuhan Yesus. BUDAK hidup hanya untuk mengabdi kepada Tuan/ Majikannya


* Dua macam hak yang sering kita pertahankan dan TUNTUT :

1. Hak untuk MEMBALAS.

Dunia tidak pernah bisa memahami ajaran Kristus yang mengajarkan kalau kamu ditampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu (Mat. 5:39). Yesus memberi ilustrasi ini untuk mengajarkan sebuah prinsip hidup yaitu jangan mau kalah dengan kejahatan, tetapi kalahkan kejahatan dengan kebaikan, dengan kasih. Ajaran Kristus yang agung ini dianggap merugikan dan konyol oleh dunia. Dunia mengajarkan kejahatan harus dibalas dengan kejahatan bahkan pembalasan itu harus lebih kejam. Tidak demikian dengan orang percaya. Pembalasan itu hak Tuhan. Tugas dan tanggung jawab kita adalah membalas kejahatan dengan kebaikan. Jika jahat saya balas dengan jahat, mis: jika saya ditampar dan saya balas menampar, bahkan meninju, membanting, kemudian menginjak-injaknya, maka tindakan itu menyiratkan 3 hal penting:

a. Tindakan orang lainlah yang menentukan tindakan saya (hidup dikendalikan orang lain. Mereka pegang remote control atas hidup kita). Saya hanya reaktif, pemberi tanggapan belaka terhadap tindakan orang kepada saya.
b. Saya menjadi persis sama atau bahkan lebih jahat daripada orang yang berlaku jahat kepada saya
c. Saya telah ikut serta menambah pertumbuhan kejahatan. Kejahatan menang atas kita !!! Karena kejahatan mengubah kita jadi ikut-ikutan jahat (semakin buruk).

Kita HARUS AKTIF MEMERANGI KEJAHATAN dengan KASIH, MENGAMPUNI, MENDOAKAN, MEMBERKATI dll. Artinya Hidup kita tidak dikendalikan oleh orang lain, tapi oleh KRISTUS.

2. Hak untuk MEMILIKI.

Seluruh hidup kita ini adalah Milik Tuhan semata-mata. Hidup kita ini sudah dibeli dari pasar perbudakan dosa oleh pengorbanan Yesus Kristus.

Dia harus semakin bertambah, ku harus semakin berkurang.
Nama Yesus saja disembah. benar pujian  ini Yesus terlebih besar.... didalam ku dan di dalam mu... Selama lamanya...

Comments