Geografi Singkat Kabupaten Timor Tengah Selatan



       GEOGRAFI


1.    Posisi Astronomis        
Kabupaten Timor Tengah Selatan terletak di antara 124° 04' 04" sampai 124° 00' 01" Bujur Timur dan 09° 28' 13" sampai 10° 10' 16" Lintang Selatan.

2.  Kondisi Geografis
Luas Wilayah Daratan Kabupaten Timor Tengah Selatan yaitu 3.955,36 Km² atau 395.536 Ha
Kabupaten Timor Tengah Selatan secara administratif terdiri dari 32 Kecamatan, 12 Kelurahan dan 266 Desa.

Gambar 

Jumlah Wilayah Administrasi,  Luas Wilayah 



Data  tersebut menunjukkan  bahwa kecamatan yang terluas adalah kecamatan Amanuban Selatan yang memiliki 10 desa dengan luas wilayah adalah 326,01 Km2 (8,24%), sedangkan kecamatan terkecil adalah kecamatan Kota SoE dengan 11 kelurahan dan 2 desa seluas 28.080 Km2 (0,71%). Kecamatan dengan jumlah desa/kelurahan terbanyak adalah kecamatan Mollo Utara yaitu sebanyak 18 desa, sedangkan kecamatan dengan jumlah desa terkecil adalah kecamatan Fatumnasi, Mollo Tengah, Noebeba dan Santian, masing-masing memiliki 5 desa.

Batas-batas wilayah yaitu:

a.        Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Timor Tengah Utara
b.        Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Timor/ Laut Hindia
c.          Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Kupang
d.        Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Malaka

3.    Kondisi Klimatologi

a.  Berdasarkan kondisi klimatologi, maka Kabupaten Timor Tengah Selatan memiliki iklim tropis, dimana musim hujan berlangsung dalam durasi sangat pendek yaitu 4 bulan dimulai dari bulan nopember sampai dengan februari dengan tinggi curah hujan mencapai 700 mm, sedangkan musim kemarau durasinya sangat panjang yaitu 8 bulan. Pada musim hujan suhu udara dapat mencapai titik terendah yaitu 15oC. Sedangkan pada musim kemarau yang umumnya terjadi pada bulan Maret sampai bulan Oktober, suhu udara rata-rata meningkat yaitu 34oC.

2. Kondisi curah hujan tahunan tertinggi yang terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan bervariasi antar wilayah sejak Januari sampai Desember. Selengkapnya rincian bulan penghujan dengan intensitas tertinggi dan cakupan wilayah dapat pada tabel dibawah ini.

Bulan Penghujan dengan Intensitas Curah Hujan Tertinggi 

Per kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Selatan




Data tersebut menunjukkan bahwa bulan penghujan dengan kondisi curah hujan tertinggi yang terjadi pada setiap kecamatan bervariasi. Untuk kecamatan Amanuban Barat curah hujan tertinggi terjadi pada bulan januari dengan intensitas 650–700 mm demikian juga untuk kecamatan Noebeba curah hujan tertinggi terjadi di bulan Januari namun intensitasnya hanya mencapai 200 s/d 250 mm, sedangkan untuk kecamatan Fatumnasi, Tobu, Polen intensitas curah hujan tertinggi sebesar 650-700 mm terjadi pada bulan Maret dan Desember. Untuk Kecamatan Nunbena, Mollo Selatan, Mollo Tengah, Oenino curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Desember dengan intensitas 600 s/d 650 mm. Sedangkan pada kecamatan Mollo Utara, Kuatnana, Batuputih, Amanuban Selatan, Kuanfatu, Kualin, Amanuban Tengah, Kolbano, Amanuban Timur, Fautmolo, Fatukopa, KiE, Kot’olin, Boking, Nunkolo, Noebana, Santian, Amanatun Utara, Toianas dan Kokbaun curah hujan tertingginya hanya mencapai 450 s/d 500 mm yang juga terjadi pada bulan Desember.


  • Kondisi Hidrologi

  • Daerah Aliran Sungai

Hidrologi merupakan kondisi air, pergerakan air, dan kualitas air dipermukaan bumi yang ditujukan untuk kesejahteraan hidup manusia. Selengkapnya kondisi Hidrologi Kabupaten Timor Tengah Selatan disajikan pada Gambar berikut ini :


Peta Daerah Aliran Sungai (DAS) Kabupaten Timor Tengah Selatan




peta menunjukan bahwa dalam wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan terdapat 2 Daerah Aliran Sungai (DAS) besar yaitu DAS Mina dan DAS Benenain serta 6 DAS kecil yaitu DAS Fail, DAS Muke, DAS Siu, DAS Tuke, DAS Menu, DAS Tumutu. DAS Mina memiliki tangkapan air seluas 273.300 Ha dan memiliki aliran utama yaitu sungai Noelmina sepanjang 97 km, melewati kecamatan Batuputih, Amanuban Selatan, Fatumnasi, Mollo Barat, Mollo Tengah, Mollo Selatan, Mollo Utara, Nunbena; Sedangkan DAS Benain memiliki tangkapan seluas 97.750 Ha dengan aliran utamanya adalah sungai Benanain sepanjang 135 km, melewati kecamatan Oenino, Polen, Amanuban Timur, Fatukopa, Amanatun Utara, Kokbaun, Toianas, Boking, Kota SoE, Kuatnana, Amanuban Tengah, KiE, Fautmolo; DAS Fail melewati kecamatan Nunbena; DAS Siu melewati kecamatan Kolbano; DAS Tuke melewati kecamatan Kot’olin; DAS Menu melewati kecamatan Nunkolo, Boking dan Amanatun Selatan; DAS Tumutu melewati kecamatan Santian, Noebana dan Toianas, DAS Muke melewati kecamatan Kualin, Kuanfatu dan Noebeba.


Kondisi Topografi

Topografi umumnya menyuguhkan relief dan identitas suatu bentuk bentang lahan (landform) yang dikelompokan atau ditentukan berdasarkan perbedaan ketinggian/elevasi (altitude) dari permukaan laut (dpl). Kondisi topografi wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan meliputi daerah pegunungan, dataran tinggi dan dataran rendah termasuk daerah pantai. Visualisasi kondisi topografi Kabupaten Timor Tengah Selatan disajikan pada gambar berikut.

Peta Elevasi Kabupaten Timor Tengah Selatan


Peta elevasi menunjukan bahwa wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan terletak pada ketinggian yang beragam dari permukaan laut (dpl) dengan perincian : 

Ketinggian 0–500 m dpl meliputi Kecamatan Mollo Barat (Desa Salbait, Fatukoko, Besana, Oe’uban dan Koa), Mollo Selatan (desa Tuasene, Kesetnana, Bisene), Batuputih (desa Oebobo, Tupan, Oehela, Hane, Boentuka), Fatukopa (Desa Nunfutu, Taebone, Besnam, Fatukopa), Amanuban Selatan, kecamatan Kualin (desa Kiufatu, Tuafanu, Kualin, Oni, Toineke, Nunusunu) kecamatan Noebeba (desa Naip, Oe’ekam), kecamatan Amanuban Timur, kecamatan Boking, kecamatan Amanatun Utara, kecamatan Toianas, kecamatan Mollo Utara (desa Nefokoko), kecamatan Polen (desa Balu dan Puna), kecamatan Santian (desa Manufui, Poli, Naifatu) kecamatan Kuatnana (desa Tubmonas) kecamatan Noebana (desa Fatumnasi, Noebana dan Mella) kecamatan Oenino (desa Oenino, Pene Utara, Noenoni, Niki-niki Un, dan Abi) kecamatan Kolbano (desa Kolbano, Oetuke, Noesiu dan Pene Selatan), kecamatan Kotolin (desa Hoibeti, Nualunat, dan Panite) kecamatan Kuanfatu (desa Basmuti dan Kelle), kecamatan Amanatun Selatan (desa Lanu), kecamatan Kokbaun (desa Niti, Sapnala dan O’baki), kecamatan Nunkolo (desa Op dan Nunkolo);

Ketinggian 501–1000 m meliputi kecamatan Mollo Utara (desa Halme, Lelobatan, Bosen, Netpala, O’besi, Taetop, Leloboko, Kokfeu, Tofen), kecamatan Mollo Tengah (desa Pika, Binaus dan Oe’ekam), kecamatan Mollo Selatan (desa Biloto, Bikekneno dan Oinlasi), kecamatan Fatumnasi (desa Nenas), kecamatan Tobu (desa Tobu, Bestobe dan Huetalan), Kecatamatan Kota SoE, kecamatan Batuputih (desa Tuakole dan Benlutu), kecamatan Polen, kecamatan Amanuban Barat (desa Tubuhue, Haumenbaki, Mnelalete, Tublopo, Pusu, Nulle, Nusa dan Nifukani), kecamatan Kuatnana (desa Enonetes, O’of, Naukae, Tetaf, Supul, Lakat  dan Oe’ue), kecamatan Amanuban Tengah, kecamatan Oenino (desa Neke dan Hoi), kecamatan KiE, kecamatan Nunbena, kecamatan Santian (desa Santian dan Nenotes), kecamatan Noebana (desa Suni), kecamatan Kolbano (desa Se’I, Nununamat, Ofu, Haonobenak, Pana, Oeleu dan Babuin), kecamatan Fautmolo (desa Nunuhkniti, Sillu, Kaeneno, Oeleon, Tunis, Bileon dan Besleu), kecamatan Kot’olin (desa Nunbena, Fatuat, Bineno dan Obibi), kecamatan Amanuban Timur (desa Pisan), kecamatan Kuanfatu (desa Olais, Kusi, Kelle, Tunan, Oebo, Taupi, Lasi dan Kakan), kecamatan Noebeba (desa Fatutnana, Teas, Oepliki, Oebaki dan Enonabuasa), kecamatan Amanatun Selatan, kecamatan Amanatun Utara (desa Nasi), kecamatan Kokbaun (desa Benahe, Lotas dan Kol’oto), kecamatan Toianas, kecamatan Nunkolo (desa Saenam, Nenoat, Fat, Sahan, Hoineno dan Haumeni);


Ketinggian 1.001–1.500 m dpl meliputi kecamatan Fatumnasi (desa Nuapin), kecamatan Mollo Utara (desa Eon’besi, Fatukoto, Bijaepunu, To’manat, Tunua, Ajoibaki, Sebot, dan Lusmollo), kecamatan Tobu (desa Tutem, Tune, Sau’balan dan Bonleu), kecamatan Mollo Tengah (desa Nekemunifeto dan Kualeu), kecamatan KiE (desa Fatu’ulan), kecamatan Amanatun Selatan (desa Fatulunu, Kualeu dan Nunleu), kecamatan Nunkolo (desa Putun); 


Ketinggian 1501–2000 m dpl meliputi kecamatan Fatumnasi (desa Fatumnasi dan Kuanoel).

Geologi


Secara geologi Kabupaten Timor Tengah Selatan memiliki jenis batuan sebagai berikut : 


Batuan sedimen; merupakan hasil pengendapan larutan jenuh, batuan dan fragmen mineral dan sisa-sisa bahan organik yang mati sebagai akibat dari perubahan kondisi fisik atau pengaruh kegiatan organisme yang hidup di dalamnya. Batuan sedimen terdiri dari batuan gamping, kalisutit, batu pasir, lanau, serpih dan lempung.



Batuan beku; merupakan batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras dengan atau tanpa proses kristalisasi baik di bawah permukaan sebagai batuan instrusif maupun di atas permukaan bumi sebagai ekstrutif. Batuan beku terdiri dari batuan ultra dan diorite.


Batuan malihan/metamorf; merupakan batuan yang terbentuk dari proses metamorfisme batuan-batuan sebelumnya karena perubahan temperatur dan tekanan. Batuan malihan/metamorf terdiri dari batu sabak, filit, sekis, amfibolit dan granolith.

Selanjutnya sebaran jenis batuan per kecamatan disajikan pada peta geologi  berikut ini :


Peta Geologi Kabupaten Timor Tengah Selatan





Comments