Latihan badani....





Latihan naik sepeda beresiko jatuh, belajar berenang beresiko tenggelam. Dengan didampingi instruktur yang berpengalaman, resiko itu menjadi minimal dengan hasil maksimal. Tak perlu gamang menghadapi problema yang memang diijinkan TUHAN terjadi dalam hidup kita. TUHAN YESUS sedang melatih kita berperang agar kita memiliki pengalaman dan kemampuan menyelesaikan problema.

YOHANES 16 : 33 — “ Semuanya itu KUkatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam AKU. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, AKU telah mengalahkan dunia.”

Pernyataan TUHAN YESUS dalam ayat di atas ini seolah-olah tidak masuk akal dan kontradiktif. Dengan jelas YESUS KRISTUS mengatakan, “AKU telah mengalahkan dunia.” Tetapi TUHAN YESUS juga mengatakan, bahwa di dalam dunia, kita mengalami penganiayaan, lebih tepatnya trouble (versi NIV) atau masalah, kesusahan. Jika kita menyimak dengan lebih teliti ayat di atas tersebut, TUHAN YESUS telah mengalahkan dunia (dengan segala masalahnya), bukan meniadakan masalah. TUHAN YESUS menyajikan realitas kehidupan di dalam dunia ini: Kristen atau bukan, di dalam dunia ini tetap menghadapi masalah. Tetapi TUHAN YESUS sudah mengalahkan masalah itu.

HAKIM-HAKIM 3 : 1 - 2
3:1 Inilah bangsa-bangsa yang dibiarkan TUHAN tinggal untuk mencobai orang Israel itu dengan perantaraan mereka, yakni semua orang Israel yang tidak mengenal perang Kanaan.
3:2 -- Maksudnya hanyalah, supaya keturunan-keturunan orang Israel yang tidak mengenal perang yang sudah-sudah, dilatih berperang oleh TUHAN.

Pada masa hakim-hakim memerintah Israel ini, bangsa Israel sudah tidak lagi mengembara di padang gurun; mereka telah berada di tanah Kanaan. Hal ini menggambarkan orang Kristen yang telah mengalami hidup kelimpahan. Tinggal di tanah Kanaan yang subur bukan berarti tanpa masalah. Masalah itu berasal dari gangguan bangsa-bangsa lain yang masih tinggal di Kanaan yang merupakan wilayah teritorial bangsa Israel. TUHAN mengijinkan hal itu terjadi. Tujuannya adalah untuk menguji orang Israel, dan memberikan pengalaman untuk berperang bagi mereka yang tidak punya pengalaman berperang.

Penyebab masalah yang mampir dalam hidup orang Kristen bukan selalu karena dosa. Memang kita harus mawas diri dan mengoreksi hidup kita, apakah kita masih hidup di dalam Firman TUHAN atau tidak. Pengalaman bangsa Israel ini berlaku pula bagi kita. Sebab menjadi orang Kristen tidak identik dengan bebas dari masalah yang memang bertujuan melatih kemampuan kita dalam menghadapi masalah.

Seorang ibu bersama anak perempuannya datang kepada HAMBA TUHAN untuk berkonsultasi. Ibu ini bermaksud menjual rukonya, namun belum laku juga. HAMBA TUHAN mengajaknya berdoa bersama, dan HAMBA TUHAN katakan bahwa dia akan mengalami kemenangan bersama TUHAN. Kemudian dia mengatakan ada masalah lain lagi, yakni anak perempuannya ingin bercerai, tapi belum terlaksana. Dia minta didoakan agar rencana cerainya ini berjalan mulus. Ini salah !!! Tentu HAMBA TUHAN tidak mau berdoa agar rencananya ini terlaksana. Masalah dalam rumah tangga memang ada, tapi jangan menyerah terhadap masalah. Sebab TUHAN YESUS sudah mengalahkan masalah, dan tugas kita hanya merebut kemenangan dalam perang “bohong-bohongan” untuk mengalahkan musuh yang sebenarnya sudah kalah.

Masalah yang diijinkan TUHAN YESUS itu melatih kita berperang. Dan sebagai Instruktur, TUHAN YESUS tahu kekuatan kita. YESUS KRISTUS juga amat sangat tahu kekuatan musuh yang kekuatannya seperti macan sekarat dan ompong. Jadi tidak mungkin TUHAN YESUS mengijinkan kita, anak-anak-NYA sendiri untuk dibantai musuh. Semahir-mahirnya orang Kristen belajar Firman secara teori, dia tetap perlu praktek atau memiliki pengalaman dalam memecahkan masalah. Dengan memiliki “jam terbang” mengalahkan problem, dia akan punya kepercayaan diri saat menghadapi masalah di lain waktu. Lulus ujian dalam masalah akan membawa kita naik kelas kehidupan.

MAZMUR 144 : 1 — “ Dari Daud. Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang.”

Daud adalah salah satu anak TUHAN yang matang imannya, dan dia juga senasib dengan kita yang tidak terlepas dari peperangan. Pertempuran dihadapi Daud bukan dengan takut atau mengomel dan berkata, “Ya ampun, musuhnya besar sekali !!!” Tidak. Sebaliknya Daud memuji TUHAN yang melatihnya untuk berperang. Inilah teladan yang diberikan Daud dalam menyikapi pelatihan dari TUHAN.

Pelatihan yang diberikan TUHAN ini terjamin keamanannya. Sebagai contoh, jika kita menyerahkan anak kita untuk belajar berenang, tentunya kita yakin bahwa guru atau instrukturnya pasti bertanggung jawab terhadap keselamatan murid-muridnya. Ke dalam tangan seorang manusia yang terbatas kemampuannya saja kita bisa percaya, terlebih lagi kita harus benar-benar yakin bahwa TUHAN yang menjadi instruktur kita dalam memerangi masalah pasti akan menjaga kita dengan aman. Dengan memiliki keyakinan seperti itu, kita akan mampu memuji TUHAN dalam menghadapi peperangan terhadap masalah seperti yang ditunjukkan oleh Daud. Inilah landasan kita dalam berpikir positif. Kita tidak berpikir positif tanpa ada dasarnya, alias nekat dan ngawur. Sikap positif kita itu didasarkan TUHAN YESUS yang menjamin keamanan dan kemenangan kita.

HAKIM-HAKIM 3 : 3 - 4
3:3 Yang tinggal ialah kelima raja kota orang Filistin dan semua orang Kanaan, orang Sidon dan orang Hewi, yang mendiami pegunungan Libanon, dari gunung Baal-Hermon sampai ke jalan yang menuju ke Hamat.
3:4 Mereka itu ada di sana, supaya Ia mencobai orang Israel dengan perantaraan mereka untuk mengetahui, apakah mereka mendengarkan perintah yang diberikan TUHAN kepada nenek moyang mereka dengan perantaraan Musa.

Daftar musuh orang Israel cukup panjang. Yang ada di urutan pertama adalah bangsa Filistin. Kita tentu ingat, bahwa salah satu dedengkot Filistin yang terkenal adalah Goliat yang merupakan gambaran setan. Mengapa setan tetap dibiarkan mengganggu kehidupan orang Kristen ? Setan sudah kalah. Tetapi setan diijinkan TUHAN menakut-nakuti orang Kristen untuk melatih kita berperang melawan setan. Dengan memiliki pengalaman, bukan sekedar teori, maka orang Kristen akan tegar dalam menghadapi masalah di saat-saat mendatang.

Tidak ada seorang pun yang memiliki imunitas terhadap masalah. Di mana pun kita berada, musuh itu ada. Musuh itu tersebar di seluruh penjuru Kanaan, dari gunung Baal-Hermon sampai ke Hamat, artinya apapun juga profesi yang kita tekuni, masalah tetap mengikuti orang Kristen.

Jika kita tahu tujuan TUHAN YESUS mengijinkan musuh menyerang kita, yaitu untuk menguji apakah kita mau mendengar dan mentaati Firman TUHAN, maka kita tidak akan takut menghadapi musuh. Sikap kitalah yang menentukan kemenangan atau kekalahan. Taat kepada Firman TUHAN, yaitu TUHAN YESUS sendiri, maka kita yang berada di dalam naungan YESUS KRISTUS pasti menang, sebab TUHAN YESUS telah mengalahkan dunia.

HAKIM-HAKIM 3 : 5 - 6
3:5 Demikianlah orang Israel itu diam di tengah-tengah orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.
3:6 Mereka mengambil anak-anak perempuan, orang-orang itu menjadi isteri mereka dan memberikan anak-anak perempuan mereka kepada anak-anak lelaki orang-orang itu, serta beribadah kepada allah orang-orang itu.

Selain bangsa Filistin, ada enam bangsa lainnya yang menjadi musuh Israel, yaitu bangsa Kanaan, Het, Amori, Feris, Hewi dan Yebus. Enam adalah angka manusia; enam musuh ini menggambarkan keduniawian dan hawa nafsu kita. Kembali lagi ke Hakim-Hakim 3:4, musuh akan dapat kita lawan jika kita menurut Firman TUHAN. Sayang seribu sayang, orang Israel yang sudah berada di tanah Kanaan, sudah hidup enak, mengambil sikap yang bertentangan dengan Firman TUHAN.

Israel bukannya memerangi musuh (padahal TUHAN sudah mengalahkannya), tetapi malah menandatangani pakta perdamaian dengan mereka. TUHAN membiarkan musuh itu tetap ada bukan dengan tujuan untuk diajak main catur dalam pertandingan persahabatan, tetapi agar Israel memiliki pengalaman berperang. Akibatnya sungguh fatal: orang Israel digiring musuh untuk melakukan penyembahan kepada allah atau dewa-dewa yang disembah musuh.

Contoh adalah ada anak TUHAN yang meminta HAMBA TUHAN untuk mendoakannya agar dia sembuh dari penyakitnya. Namun ternyata dia sudah menyambangi paranormal dan mendapatkan jimat. HAMBA TUHAN memberinya ultimatum: memilih TUHAN atau kuasa gelap. TUHAN tidak mau berbagi ruang hati dengan setan. Orang yang masih asyik dengan kuasa gelap tidak ada gunanya didoakan. Orang yang plin-plan juga membuat setan juga geleng-geleng kepala. Sebab awalnya setan diundang, kemudian diusir, lalu diundang lagi.

YAKOBUS 4 : 4 — “ Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan ALLAH? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh ALLAH.”

Saat orang Kristen menjalin hubungan dengan keduniawian dan kuasa gelap, saat itu dia telah berlaku tidak setia. Orang yang bersikap demikian menjadikan dirinya musuh ALLAH. Berarti bukan ALLAH yang memusuhinya, tetapi orang Kristenlah yang membuat dirinya memusuhi ALLAH. Jadi semua tergantung sikap kita, apakah kita mau menjadikan diri kita sahabat ALLAH atau musuh ALLAH.

Tidak ada untungnya bersahabat dengan dunia dan bertentangan dengan ALLAH. TUHAN telah mengalahkan dunia dan setan. Mengambil sikap bersahabat dengan dunia dan setan sama dengan menjadi orang yang kalah. Sebaliknya bersahabat dengan ALLAH yang menang akan membawa kemenangan bagi kita.

HAKIM-HAKIM 3 : 7 - 8 — “ Orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, mereka melupakan TUHAN, ALLAH mereka, dan beribadah kepada para Baal dan para Asyera. 8 Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel, sehingga IA menjual mereka kepada Kusyan-Risyataim, raja Aram-Mesopotamia dan orang Israel menjadi takluk kepada Kusyan-Risyataim delapan tahun lamanya.”

Sikap bersahabat dengan dunia mengakibatkan orang Israel melupakan TUHAN. Bangkitnya murka TUHAN, sehingga IA menjual Israel dalam ayat 8 bukan berarti TUHAN itu pemarah. TUHAN YESUS sudah membeli kita dengan darah-NYA di kayu salib. Tentunya kita harus mau menerima penebusan YESUS KRISTUS, sebab TUHAN YESUS tidak pernah memaksa manusia untuk menerima-NYA. Jika kita bersahabat dengan dunia dan menjadikan diri kita musuh YESUS KRISTUS, dengan sendirinya kita terjual (menggadaikan diri) kepada setan, tanpa TUHAN YESUS menjual kita. Sudah pasti kekalahan dialami. Terbukti Israel takluk kepada musuh selama delapan tahun.

HAKIM-HAKIM 3 : 9 — “ Lalu berserulah orang Israel kepada TUHAN, maka TUHAN membangkitkan seorang penyelamat bagi orang Israel, yakni Otniel, anak Kenas adik Kaleb.”

Langkah yang tepat saat kekalahan menghadapi masalah adalah kembali kepada TUHAN YESUS. Kasih YESUS KRISTUS dinyatakan dengan membangkitkan seorang penyelamat. Cukup seorang penyelamat, tidak perlu banyak orang untuk merebut kemenangan kembali. Penyelamat yang diutus TUHAN itu adalah Otniel; arti nama Otniel adalah Lion of God. Otniel berasal dari suku Yehuda. Otniel ini adalah gambaran TUHAN YESUS, singa dari Yehuda. Langkah gontai menghadapi kekalahan akan berganti langkah tegap bersama singa dari Yehuda yang membawa kemenangan.

Mengandalkan uang sebagai sahabat tidak akan membawa jalan keluar. Seorang jemaat memiliki problem ditipu teman bisnisnya. Perjuangan keras selama 3 tahun tidak membawa hasil, malah dia harus keluar uang ekstra karena diperas. Akhirnya dia berkonsultasi kepada HAMBA TUHAN, mengatakan tidak kuat lagi menghadapinya. Dia sudah tidak punya uang untuk mengurus agar uangnya kembali, dia juga tidak bisa berbisnis lagi karena modalnya sudah terkuras habis. HAMBA TUHAN mengajaknya agar tidak mengandalkan uangnya untuk menyelesaikan urusannya ini.

Caranya adalah kembali kepada TUHAN. HAMBA TUHAN berdoa agar dia menang, sebab TUHAN mengijinkan ini terjadi bukan untuk membuat dia celaka, tetapi untuk melatih berperang. HAMBA TUHAN meminta dia berserah kepada TUHAN YESUS KRISTUS yang dapat menolong dengan cara apapun juga. Tidak lama kemudian dia menulis surat tentang masalahnya itu kepada Mabes Polri tanpa menyebutkan surat itu ditujukan kepada siapa (tanpa nama). TUHAN YESUS sungguh ajaib !!! Di Mabes Polri, surat itu dibaca, dan beliau tergerak menangani kasus ini dan menelpon untuk membuat appointment dengan dia. Dengan bersandar kepada TUHAN, masalah terselesaikan hanya dalam hitungan minggu dengan biaya selembar perangko saja.

HAKIM-HAKIM 3 : 10 - 11
3:10 Roh TUHAN menghinggapi dia dan ia menghakimi orang Israel. Ia maju berperang, lalu TUHAN menyerahkan Kusyan-Risyataim, raja Aram, ke dalam tangannya, sehingga ia mengalahkan Kusyan-Risyataim.
3:11 Lalu amanlah negeri itu empat puluh tahun lamanya. Kemudian matilah Otniel anak Kenas.

Sebelum menolong bangsa Israel mengalahkan musuh, Otniel menghakimi orang Israel terlebih dahulu. TUHAN YESUS mau menegur kita terlebih dahulu agar kita menyadari kesalahan kita. Sebab jika TUHAN YESUS langsung menolong tanpa kita tahu kesalahan kita, maka di kemudian hari kita akan jatuh dalam masalah berikutnya. Yang maju berperang adalah kita. Yang maju mengalahkan musuh kita adalah TUHAN YESUS. Namun itu terjadi setelah saldo dosa dan kesalahan ditarik dari kehidupan kita. Kita hanya meraih kemenangan yang diberikan YESUS KRISTUS; TUHAN YESUS yang menyerahkan musuh yang sudah dibekuk-NYA ke dalam tangan kita.

Israel aman selama 40 tahun pada masa Otniel menjadi hakim mereka. Empat puluh tahun adalah gambaran kehidupan manusia dari lahir sampai meninggalkan dunia ini. Berarti aman selama 40 tahun adalah aman seumur hidup kita di dunia. Memang masalah tetap ada, tetapi tetap aman, sebab TUHAN memberi kemenangan bagi kita.

ZAKHARIA 4 : 6 — “ Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah Firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan Roh-KU, Firman TUHAN semesta alam.

Merupakan hal yang salah jika berpikir kemenangan atas musuh itu bukan diperoleh dengan kemampuan kita sendiri. Ingatlah pada awal pembahasan kita ini, bahwa kita menang adalah karena TUHAN YESUS telah mengalahkan dunia. Tak bisa dipungkiri, bahwa setiap hari ada peperangan baru bagi setiap anak TUHAN. Namun itu hanyalah pelatihan yang diberikan TUHAN YESUS, agar kita memiliki kecakapan bertempur. Sebab sebelum kita menghadapinya, musuh itu sudah dijinakkan oleh TUHAN. Kita menang, itu adalah jaminan dari TUHAN YESUS jika kita selalu bersama dengan YESUS KRISTUS, Amin.

Comments