BERKAT BENYAMIN....."rests between HIS shoulders”






Semua suku Israel mendapat berkat dari Musa. Tetapi berkat yang diterima Benyamin ini memiliki keistimewaan. Mengapa Benyamin menerima berkat yang sangat spesial, yang tidak diterima suku-suku Israel lainnya ?

ULANGAN 33 : 1, 12
33:1 Inilah berkat yang diberikan Musa, abdi Allah itu, kepada orang Israel sebelum ia mati.
33:12 Tentang Benyamin ia berkata: "Kekasih TUHAN yang diam pada-Nya dengan tenteram! TUHAN melindungi dia setiap waktu dan diam di antara lereng-lereng gunungnya.

Berkat yang diberikan oleh Musa ini berupa penumpangan tangan yang disertai nubuat tentang masa depan, dan masing-masing suku Israel mendapat berkat yang berbeda. Suku-suku Israel ini menggambarkan orang Kristen yang ada di dunia ini. Kendati hanya dituliskan dalam satu ayat, berkat bagi suku Benyamin ini sangat besar maknanya, dan sangat istimewa. Mengapa Benyamin mendapat berkat khusus ?

KEJADIAN 43 : 29 - 30
43:29 Ketika Yusuf memandang kepada mereka, dilihatnyalah Benyamin, adiknya, yang seibu dengan dia, lalu katanya: "Inikah adikmu yang bungsu itu, yang telah kamu sebut-sebut kepadaku?" Lagi katanya: "Allah kiranya memberikan kasih karunia kepadamu, anakku!"
43:30 Lalu segeralah Yusuf pergi dari situ, sebab hatinya sangat terharu merindukan adiknya itu, dan dicarinyalah tempat untuk menangis; ia masuk ke dalam kamar, lalu menangis di situ.

Sebelum membahas keistimewaan berkat yang diterima Benyamin, kita perlu menyoroti latar belakang kehidupan Benyamin terlebih dahulu. Benyamin adalah anak bungsu Yakub. Merupakan keluarga besar, banyak anak laki-laki yang lahir dari beberapa ibu. Selain Rahel yang menjadi ibu Benyamin, istri Yakub yang lain adalah Lea, dan masih ada dua orang gundik Yakub. Dari antara kesebelas kakak laki-lakinya, hanya Yusuf yang merupakan saudara kandung (seibu) dengan Benyamin. Yusuf menjadi yang sulung, dan Benyamin yang bungsu.

Yusuf adalah gambaran TUHAN YESUS. Yusuf yang merupakan penguasa Mesir saat itu, bandingkan dengan TUHAN YESUS sebagai penguasa, baik di dunia maupun di Sorga. Memang Firaun adalah penguasa Mesir; namun akhirnya Firaun terkubur di laut Teberau pada saat tongkat Musa diangkat. Ini adalah gambaran setan, penguasa kerajaan angkasa, yang akhirnya kalah karena salib YESUS KRISTUS yang membebaskan kita dari belenggu setan.

Benyamin mendapat berkat khusus, karena dia adalah saudara kandung Yusuf. Berkat yang diterima Benyamin juga akan diterima oleh orang Kristen jika dia menjadi saudara kandung TUHAN YESUS. Berkat Benyamin ini tidak diterima oleh saudara-saudara Yusuf yang lain, sebab mereka hanyalah saudara tiri. Bukan hanya saudara tiri, tetapi saudara tiri yang kejam terhadap Yusuf.

Kebencian anak-anak Yakub telah membawa Yusuf dijual oleh kakak-kakaknya sendiri. Hanya Benyamin yang tidak terlibat dalam konspirasi keji ini. Namun roda selalu berputar. Melalui perjalanan panjang, akhirnya Yusuf menjadi perdana menteri Mesir dan kakak-kakak Yusuf pergi ke Mesir untuk membeli bahan pangan karena negeri mereka dilanda kelaparan.

Kita perlu introspeksi diri kita, termasuk saudara kandung yang mengasihi TUHAN YESUS ataukah kita adalah saudara tiri yang menjual dan mengkhianati TUHAN YESUS ? Salah satu ciri kita saudara kandung YESUS KRISTUS adalah kita datang beribadah kepada TUHAN dengan hati yang penuh kerinduan. Orang Kristen yang merasa terpaksa, bahkan takut bertemu TUHAN karena belum membereskan dosanya merupakan tanda, bahwa dia bukan saudara kandung TUHAN YESUS. Jika kita tidak termasuk saudara kandung YESUS KRISTUS, maka berkat yang diterima Benyamin juga tidak akan kita terima.

1 KORINTUS 15 : 20
Tetapi yang benar ialah, bahwa KRISTUS telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.

TUHAN YESUS yang mati dan bangkit untuk menyelamatkan kita adalah Kakak Sulung orang-orang beriman. Hal ini telah digambarkan melalui kehidupan Yusuf, yang “mati” terlebih dahulu, namun kemudian menjadi penguasa Mesir dan menyelamatkan saudara-saudaranya dari ancaman bencana kelaparan.

Ciri lain bahwa kita dan TUHAN YESUS adalah saudara sekandung adalah adanya kemiripan, baik dalam tindakan, tutur kata, maupun iman. Ciri TUHAN YESUS yang sangat menonjol adalah penuh kasih, sebab DIA adalah Kasih. Kasih yang nyata, baik dalam kehidupan suami isteri.

Ditemani oleh suaminya, seorang istri yang tengah hamil pertama berkonsultasi ke dokter kandungan tentang proses persalinan agar mudah melahirkan dan anak sehat. Dokter menganjurkan agar sang suami mengajak istrinya jalan kira-kira satu dua kilometer sehari agar proses persalinan menjadi lebih mudah. Dengan antusias, sang suami ingin “menuruti” saran dokter. Dia bertanya, “Dokter, bolehkah istri saya berjalan sambil memanggul stik golf?” Bukannya sayang istri, ternyata sang suami malah mau memanfaatkan istrinya sebagai caddy !!!

Dua keranda sedang dalam perjalanan ke arah pekuburan, diiringi oleh seorang wanita yang berjalan di belakangnya. Sedangkan di belakang wanita itu berjalan banyak perempuan lainnya membentuk satu barisan panjang. Ketika ada yang bertanya siapa yang meninggal, wanita itu menjawab, bahwa itu adalah suami dan ibu mertuanya, yang meninggal karena digigit anjing.

Digigit anjing ? Penanya tertarik dan ingin meminjam anjing istimewa itu, siapa tahu suami dan mertuanya akan bernasib sama dengan suami dan mertua wanita itu. Dia bertanya, “bolehkah saya meminjam anjing Ibu ?” Wanita itu menjawab, bahwa si penanya itu harus antri paling belakang, karena para wanita yang membentuk barisan itu semuanya sudah antri ingin meminjam anjingnya !!!

Kedua ilustrasi di atas adalah contoh orang-orang yang bukan saudara kandung TUHAN YESUS.

MATIUS 12 : 48 - 50
12:48 Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: "Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?"
12:49 Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
12:50 Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

Sewaktu TUHAN YESUS sedang mengajar, Maria yang menjadi ibu jasmani TUHAN YESUS datang bersama dengan “adik-adik” TUHAN YESUS (setelah YESUS lahir, Maria melahirkan beberapa orang anak). Kepada orang yang memberitahu kedatangan Maria dan saudara-saudara-NYA, TUHAN YESUS menjawab, bahwa yang menjadi ibu-NYA dan saudara-saudara-NYA adalah murid-murid-NYA. Terkesan seolah-olah TUHAN YESUS tidak mau mengakui ibu dan saudara-saudara-NYA, namun sebenarnya TUHAN YESUS ingin menegaskan, bahwa DIA adalah ALLAH sendiri. DIA bukan manusia yang lahir dari benih manusia, namun DIA adalah ALLAH yang mengambil rupa seperti manusia.

TUHAN YESUS menjelaskan, bahwa orang yang menjadi saudara-NYA adalah orang yang melakukan kehendak BAPA di Sorga. Melakukan kehendak BAPA bukan sekedar pergi ke gereja dan ikut ambil bagian dalam Perjamuan Kudus. Menerima Perjamuan Kudus tanpa melakukan kehendak BAPA yaitu hidup sesuai dengan Firman TUHAN, maka hal itu belum menunjukkan seseorang sebagai adik kandung TUHAN YESUS yang layak mendapat berkat Benyamin.

KEJADIAN 43 : 34
Lalu disajikan kepada mereka hidangan dari meja Yusuf, tetapi yang diterima Benyamin adalah lima kali lebih banyak dari pada setiap orang yang lain. Lalu minumlah mereka dan bersukaria bersama-sama dengan dia.

Semua saudara Yusuf dijamu hidangan dari meja Yusuf, artinya semua orang Kristen mendapat pemeliharaan TUHAN. Tetapi yang diterima Benyamin lima kali lipat dibandingkan yang diterima saudara-saudaranya yang lain. Angka lima memiliki makna anugerah. Angka lima menunjuk lima lubang luka TUHAN YESUS (lubang bekas paku di kedua tangan dan kaki-NYA dan lubang bekas tombak di lambung-NYA).

Makanan yang dihidangkan ini menggambarkan berkat jasmani yang kita terima di dunia ini. Berkat jasmani ini kita peroleh karena anugerah TUHAN. Sebagai saudara kandung TUHAN YESUS, kita tidak perlu ngoyo dalam bekerja. Nafkah, kesehatan, kesuksesan, kebahagiaan kita dijamin, dan merupakan anugerah TUHAN.

Orang Kristen yang berusaha dengan kekuatan tenaganya mungkin menuai sukses. Tapi coba kita tengok saudara-saudara tiri Yusuf yang hanya mendapat satu bagian saja. Belum lagi hati mereka dag dig dug, karena perbuatan masa lalu mereka. Sedangkan Benyamin mendapat berkat lima kali lipat yang diikuti dengan hati yang penuh damai sejahtera tanpa rasa cemas. Apalagi ketika Yakub, meninggal, saudara-saudara Yusuf semakin cemas.

KEJADIAN 45 : 22
Kepada mereka masing-masing diberikannya sepotong pesalin dan kepada Benyamin diberikannya tiga ratus uang perak dan lima potong pesalin.

Berkat berikutnya yang diterima oleh saudara-saudara Yusuf adalah pakaian. Lagi-lagi Benyamin mendapat lima potong, sedangkan yang lainnya hanya memperoleh sepotong. Pakaian yang melambangkan kebenaran ini, yang kita terima sebagai “Benyamin” merupakan anugerah TUHAN.

Kebenaran di dunia ini bisa dibolak-balik dengan cara yang sangat licik, dan juga tidak abadi. Seseorang yang diputuskan benar di pengadilan, tetapi ketika keluar ruang sidang dan menabrak orang, dia bisa dinyatakan bersalah dalam kasus yang berbeda. Namun kebenaran yang merupakan anugerah TUHAN itu adalah kebenaran sejati, yang membawa kita pada hidup kekal.

Benyamin mendapat 300 keping uang perak. TUHAN YESUS dijual seharga 30 keping uang perak untuk menebus kita. Penebusan TUHAN YESUS ini diberikan kepada kita sebesar sepuluh kali lipat atau secara genap atau sempurna, sebab angka sepuluh melambangkan kegenapan.

ULANGAN 33 : 12
Tentang Benyamin ia berkata: "Kekasih TUHAN yang diam pada-NYA dengan tenteram! TUHAN melindungi dia setiap waktu dan diam di antara lereng-lereng gunungnya."

Musa menyebut Benyamin sebagai kekasih TUHAN. Sebutan yang sangat indah ini diberikan sebab Benyamin adalah saudara kandung Yusuf, gambaran TUHAN YESUS. Kita sebagai “Benyamin” boleh bersandar dengan aman di dalam TUHAN. Dunia memang banyak masalah, dan itu tidak bisa kita hindari. Tapi kita dengan aman berada di dalam TUHAN YESUS, sehingga ketika masalah datang, yang bertemu dengan masalah itu TUHAN YESUS terlebih dahulu. Masalah itu diselesaikan TUHAN, kita tidak perlu cemas atau sibuk menangkisnya.

MAZMUR 61 : 5
Biarlah aku menumpang di dalam kemah-MU untuk selama-lamanya, biarlah aku berlindung dalam naungan sayap-MU! Sela

Masuk di dalam kemah sembahyang atau Tabernakel memberikan keamanan bagi kita, Benyamin rohani. Tabernakel melambangkan Sorga. Berarti dalam hidup kita selama di dunia ini, kenikmatan Sorga sudah kita rasakan. BAPA di Sorga menjamin hidup kita, adik kandung TUHAN YESUS.

Berkat lainnya yang dikatakan Musa tentang Benyamin adalah TUHAN melindungi setiap waktu. Di dalam Alkitab versi NIV “for HE shields him all day long.” Perlindungan dari TUHAN ini tidak ada tandingannya. Security 24 jam yang digembar-gemborkan dalam promosi rumah atau apartemen tidak dapat menjamin keamanan, terbukti ada yang kebobolan pencuri. Bahkan keamanan berlapis-lapis tidak mungkin dapat menandingi perlindungan TUHAN ini. Sebab bukan malaikat yang dikirim TUHAN untuk melindungi kita, tetapi TUHAN sendiri yang menjadi perisai kita, yang melindungi kita sepanjang hari.

Tentu kita penasaran, seperti apakah perlindungan yang dijanjikan TUHAN ini ?

MAZMUR 91 : 3 - 6
91:3 Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk.
91:4 Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.
91:5 Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang,
91:6 terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.

Jerat penangkap burung merupakan jerat yang dipasang oleh orang yang tidak menyenangi kita. Misalnya ada orang yang ingin menjegal kita di dalam bisnis, sehingga kita yang tidak salah bisa dinyatakan bersalah. TUHAN merupakan “penasehat hukum” yang terbaik, yang bukan saja membela kita, tetapi juga menghindarkan kita dari jerat tersebut.

Perlindungan lainnya yang diberikan TUHAN adalah agar kita terlepas dari penyakit sampar. Dua kali penyakit sampar disebut dalam ayat-ayat di atas, tetapi ada perbedaan di antara keduanya. Penyakit sampar yang busuk MAZMUR 91 : 3, adalah penyakit biasa yang menyerang kesehatan kita. Sedangkan penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap adalah “penyakit” yang disebabkan oleh kuasa gelap. Penyakit sampar yang disebutkan terakhir ini yang lebih menakutkan bagi sebagian orang.

Seorang HAMBA TUHAN ditelpon oleh JEMAATNYA yang sedang dalam perjalanan ke rumah sakit. Karena dia merasakan tangannya dingin, jantung berdebar-debar, dan bahkan sesak nafas. Ternyata sebelumnya dia menemukan jimat di kamar karyawannya. Sebagai anak TUHAN, dia berdoa dan kemudian mencipratkan minyak urapan ke kamar tersebut. Karyawan tersebut merasa “gerah” dan akhirnya pamit berhenti kerja. Di dalam hatinya, karyawan tersebut tidak senang dan mengirim santet ke dia. HAMBA TUHAN merasakan ada kuasa gelap yang mengganggu nya dan HAMBA TUHAN berdoa meminta perlindungan dan kelepasan dari TUHAN.

Melihat kondisinya, dokter yang menangani di UGD melakukan cek darah dan dia diberi oksigen. Kuasa TUHAN bekerja. Tak lama kemudian, kondisinya membaik. Tubuhnya sudah mulai hangat dan semua gejala di atas sudah tidak terasa lagi. Hasil pemeriksaan darah sangat baik. Dokter internis menyatakan, dia tidak mengidap kelainan apapun. Dia tidak perlu dirawat dan boleh pulang.

Inilah contoh perlindungan TUHAN dari penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap.

Sedangkan berkat ketiga yang diterima Benyamin di dalam Ulangan 33 : 12 adalah “diam di antara lereng-lereng gunungnya.” Di dalam Alkitab NIV “rests between HIS shoulders” atau bersandar di antara kedua bahu TUHAN, yakni di dada TUHAN. Bahu adalah lambang kekuasaan atau kekuatan. Kekuatan TUHAN sangat berbeda dengan kekuatan manusia yang sangat terbatas. Di dalam dekapan TUHAN, perlindungan sempurna kita rasakan. Berkat ini hanya diterima oleh Benyamin, yang dipeluk oleh Yusuf. Saudara-saudara yang lain tidak menerima pelukan Yusuf ini.

KEJADIAN 45 : 14
Lalu dipeluknyalah leher Benyamin, adiknya itu, dan menangislah ia, dan menangis pulalah Benyamin pada bahu Yusuf.

Yusuf merangkul Benyamin dengan penuh kerinduan. Sebagai saudara kandung TUHAN YESUS, kalau kita bersekutu dengan DIA di dalam Perjamuan Kudus, kita juga menerima pelukan TUHAN seperti yang diterima Benyamin. Yusuf memeluk Benyamin, maka Benyamin juga memeluk Yusuf. Peluklah TUHAN YESUS jika TUHAN sudah memeluk kita. Harus ada timbal balik dalam hal ini. Lupakan memeluk uang atau popularitas; yang perlu kita peluk hanyalah TUHAN YESUS.

LUKAS 15 : 20
Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.

Seandainya kita telah jauh dari TUHAN dan hidup dalam dosa, bagaimana agar kita mendapat pelukan TUHAN YESUS ?

Kita perlu mendekat kepada TUHAN YESUS seperti anak terhilang ini yang memberanikan diri pulang ke rumah ayahnya.

Seberapa jauh kita sudah meninggalkan TUHAN YESUS, datanglah kepada YESUS KRISTUS.

Anak terhilang ini tidak mempedulikan resikonya, yang penting dia mau datang mendekati ayahnya.

Saat ayahnya melihatnya, sang ayah berlari mendekatinya dan merangkul anaknya yang telah beberapa waktu lamanya meninggalkannya.

Seberapa besar dosa yang telah kita perbuat, kalau kita memberanikan diri datang kepada TUHAN YESUS, memohon dipeluk TUHAN seperti Yusuf memeluk Benyamin, maka TUHAN akan memeluk kita.

Tidak ada yang lebih indah dari pelukan TUHAN YESUS, yang menyediakan perlindungan dan berkat-berkat-NYA bagi kita, “Benyamin” yang dirindukan TUHAN, Amin.


TUHAN YESUS Memberkati.

Comments