Berkuasa atas orang? ..... Self Regulation 1 Korintus 9:25




Mustahil mungkin kata yang tepat jika kita terus menerus berusaha untuk menaklukkan dunia. Sebab utamanya tidak ada yang bisa. Tetapi bisa saja terjadi tidak mustahil jika kita mulai dengan menguasai diri sendiri. Hal ini disebabkan karena kita akan terlihat lebih bisa atau lebih berpengaruh apabila kita mampu meningkatkan kemampuan pengendalian diri atau penguasaan diri.

Ada contoh yang bisa kita ambil memahami bagian ini, yaitu Jenghis Khan? panglima besar Mongolia pada jaman perang dahulu kala yang tersohor karena kemampuan perangnya.


Jenghis khan seorang panglima perang yang mampu mengalahkan ribuan musuh dan menjadi sangat terkenal, namun pada kenyataannya ia dikalahkan oleh musuh terbesar yang tidak terlihat kasat mata yaitu dirinya sendiri.


Sang panglima, harus dikalahkan oleh dirinya sendiri karena telah membunuh sang rajawali setianya hanya karena sang rajawali menyambar pundi air minum secara tiba-tiba saat sang panglima sedang ingin minum dari air sungai yang diambil menggunakan pundi air minum tersebut. Karena hal ini dilakukan berulangkali oleh sang rajawali, akhirnya sang panglima pun tidak mampu mengendalikan kemarahannya lalu dibunuhnya sang rajawali setianya itu dengan sebilah pedang. Matilah sang rajawali itu dihadapannya.


Apakah yang terjadi kemudian? Beberapa menit setelah membunuh sang rajawalinya, sang panglima pun berjalan menyusuri sungai hingga akhirnya sampai di mata air sungai tersebut. Betapa terkejutnya saat ingin mengambil air minum di mata air tersebut ternyata ada bangkai manusia yang telah membusuk. Akhirnya dia menjadi sadar bahwa rajawalinya tadi berusaha memberitahukan bahwa air sungai yang akan diminumnya telah tercemar oleh bangkai manusia.


Pengendalian diri atau Penguasaan diri merupakan satu aspek penting dalam kecerdasan emosi ( Emotional Quotient ). Aspek ini penting sekali dalam kehidupan manusia sebab musuh terbesar manusia bukan berada di luar dirinya, namun justru berada di dalam dirinya sendiri. Dengan demikian, kemana pun seseorang pergi, maka orang tersebut selalu diikuti oleh “Musuh” nya.

Sekalipun terkadang banyak orang berdalih bahwa lingkungannyalah yang membuat tidak bisa berkembang atau lingkungannya pula yang membuat dia stress, namun jika dicermati lebih lanjut, kemungkinan besar aspek penguasaan diri inilah yang belum berkembang secara optimal.


Ada Tiga kondisi yang seringkali memicu seseorang untuk tidak menguasai diri:


#1. Saat kenyamanan kita terganggu

#2. Saat orang-orang bahkan diri kita disakiti

#3. Saat hak kita direbut oleh orang




Ada tiga Keinginan duniawi menurut Rasul Yohanes yang harua dikuasai orang percaya, yakni:

1. Keinginan mata (keserakahan)
2. Keinginan daging ( hawa nafsu)
3. Keangkuhan hidup



Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal........” 1 Korintus 9:25


Tiga hal yang penting untuk dikuasai oleh orang percaya :


#1. Pikiran.

2 Korintus 10:5b "...Kami menawan segala pikiran dan menaklukannya kepada Kristus."
Jadi bisa disimpulkan, bila pikiran kita terus terisi oleh Firman Tuhan, segala perbuatan dan tindakan kita akan terarah & terkontrol.


#2. Lidah atau ucapan.

1 Petrus 3:10 (TB) "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.


#3. Mata.

"Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu." (Matius 6:22-23). JIka kita tidak dapat menguasai mata kita, maka kita akan mudah sekali untuk terjerumus di dalam dosa. Sebagai contoh: banyak sekali remaja jaman sekarang yang tidak dapat menguasai matanya dan malah menonton / melihat pornografi. Juga karena tidak tahan dan silau akan kemewahan dunia, banyak orang yang rela menimbun kekayaan dari cara yang tidak halal, seperti korupsi.


Semoga bermanfaat....

Comments