Penabur pada masa kelaparan



Ishak mengalami mujizat yang ekstra luar biasa. Alkitab katakan bahwa melalui masa kelaparan yang dialami Ishak pada waktu itu, Ishak akhirnya mengalami mujizat, dimana ia menjadi kaya, makin lama makin kaya.


Apa yang dilakukan oleh Ishak pada masa itu? (Kejadian 26:1-13)

#1. Hidup Intim dengan Tuhan

Ketika masa kelaparan, Tuhan menampakkan diri kepada Ishak.
Tuhan akan menampakkan diri kepada orang yang hidupnya intim dengan-Nya (Kejadian 26:2). Ini adalah rahasia yang penting! Kalau Saudara mau mengalami apa yang Saudara inginkan, yaitu menjadi kaya kian lama kian kaya dan menjadi sangat kaya dalam segala hal, maka nomor satu Saudara harus hidup intim dengan Tuhan!

#2. Jangan Pergi ke Mesir

Tuhan melarang pergi ke Mesir dan Ishak taat. Mesir adalah simbol sistem dunia atau cara-cara dunia. Mungkin Saudara sedang mengalami "masa kelaparan" dalam hidup Saudara hari-hari ini, tetapi meskipun demikian, jangan memakai cara-cara dunia! Saat ini ada banyak anak-anak Tuhan masih memakai cara-cara dunia dalam dunia usaha. Prinsipnya; yang penting dapat keuntungan finansial. Lalu berpikir bahwa semuanya itu dari Tuhan, padahal cara-cara yang mereka pakai bukanlah seperti apa yang Tuhan kehendaki dan banyak yang telah tertipu seperti itu. Hati-hati! Hari-hari ini, kalau Saudara diberkati, Saudara harus yakin bahwa berkat itu adalah dari Tuhan. Kalau Saudara mau mendapat berkat yang lestari dan tidak jatuh-bangun, jangan memakai cara-cara dunia!

#3. Menunggu Waktunya Tuhan

Tuhan berkata kepada Ishak, "Pergilah ke negeri yang akan Aku tentukan". Disini Ishak taat dan mau menunggu kapan Tuhan akan memberitahu, dan kemana ia harus pergi dan ia tidak gegabah. Demikian juga dengan kita, kita harus menunggu! Sebab pada waktunya, Tuhan akan memberitahu Saudara, kemana harus pergi dan apa yang harus dilakukan. Tetapi masalahnya, seringkali perintah Tuhan itu tidak masuk akal. Pesan saya adalah jangan sampai Saudara tidak mentaati perintah-Nya. Tetap lakukan saja! Dan katakan kepada-Nya, "Tuhan, aku percaya!" Sebab memang kebanyakan Tuhan menuntun kita dengan cara yang tidak masuk akal!
21 tahun gereja ini ada dan Tuhan memimpin saya untuk gereja ini, kebanyakan dengan cara yang tidak masuk akal. Namun yang kita lakukan hanyalah percaya, berjalan dan jadi! Oleh sebab itu mari kita katakan bersama-sama, "Yesus, aku percaya!"
Dan Tuhan Yesus berkata, "Akulah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepada-Ku, dia akan hidup walaupun dia sudah mati! Dan setiap yang hidup yang percaya kepada-Ku, dia tidak akan mati selama-lamanya! Percayakah engkau akan hal ini? Percayakah engkau akan hal ini?" (Yohanes11:25).

#4. Tinggal Sebagai Orang Asing di Negeri itu

Tuhan berkata kepada Ishak supaya menjadi orang asing di negeri itu. Saudara ingat bahwa kita di bumi ini adalah orang asing. Kewarganegaraan kita bukan di bumi ini tetapi Kerajaan Allah atau di sorga nanti. Karena itu jangan terikat dengan dunia ini. Saya kuatir kalau Saudara terikat, maka ini bisa dibayangkan seperti kaki Saudara yang terikat dengan beban yang berat di bumi, maka ketika "rapture", Saudara tidak bisa terangkat naik karena terlalu "berat".

#5. Menabur Pada Masa Kelaparan

Pada tahun itu juga, pada masa kelaparan Ishak menabur. Ishak menabur benih secara harafiah, padahal tidak mudah untuk mencari benih pada masa kelaparan itu, namun demikian Ishak tetap menabur. Apa dampaknya? Tuhan memberkati Ishak pada tahun itu juga 100 kali lipat!

Tuhan memberkati...
Semoga bermanfaat ....

Comments