Merangkul Musuh.... Roma 12:20



Roma 12:20
Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.


Dalam dunia sepak bola saat Sir Alex Ferguson masih menjadi pelatih Menchester United dan Pep Guardiola melatih Barcelona serta Jose Mourinho di Real kemudian Inter terjadi persaingan yang tensinya sangat tinggi. Persaingan antara klub sepak bola tersebut kadang menyerempet masalah prinadi di antara mereka, tetapi satu yang penting persaingan tersebut menghasilkan pertandingan sepak bola yang sangat berkualitas bahkan Liga Champion Eropa saat itu menghasilkan penonton yang mengalahkan Piala Duna. Permusuhan mereka memaksa mereka memacu diri untuk meningkatkan kapasitas dan mengelolanya untuk upaya kemenangan.


Pernah Abraham Lincoln lakukan juga mengelola kemenangan dengan sangat bijak, seperti kita ketahui bahwa Abraham Lincoln adalah salah satu Presiden Amerika Serikat yang paling melegenda. Sebelum Lincionc terpilih sebagai presiden, seorang lawan politik menghina di depan umum, "Hai orangAmerika, kalian tak perlu melibas orangutan di kebun binatang, lihat saja Lincoln. " Sebuah pemyataan kasar yang sangat merendahkan karena menyerang ├▒sik. Setelah Lincoln menjadi presiden, ada posisi lowong sebagai penasihat Angkatan Laut. Aneh, Lincoln justru memilih orang yang 'pernah. menghinanya itu. Ketika ditanya penasihatnya mengapa memilih orang tersebut dengan enteng menjawab, "Bukankah kita sedang membahas urusan negara, bukan urusan pribadi? " Terbukti sudah kualitas kepribadian Lincoln sebagai seorang negarawan besar.


Kristin Paget adalah hacker alias spesialis penjebol keamanan dari sistem informasi banyak perusahaan besar di dunia. Namun menariknya, perusahaan-perusahaan yang sudah berhasil ditembus oleh Paget justru mengucapkan terima kasih kepadanya. Mereka senang, Paget membantu menemukan celah kekurangan pada pertahanan sistem informasi mereka. Apple Inc., salah satu perusahaan raksasa teknologi informasi dunia, akhirnya merekrut Paget untuk menjadi bagian tim riset guna menguji keamanan pada sistem operasi mereka.
Menarik untuk mempelajari reaksi para tokoh-tokoh di atas dalam menghadapi "musuh" mereka. Musuh yang secara logika seharusnya layak dibenci, justru diperlakukan sebaliknya. Alih-alih disingkirkan dan dibalas, Lincoln dan Apple Inc. justru merangkul para musuhnya untuk menjadi bagian tim mereka di dalam mewujudkan visi yang lebih besar.


Sejatinya, kritik seorang "musuh" adalah masukan yang paling objektif. Mereka 'melihat' dari sisi kinerja dan hasil akhir yang nyata, di saat sahabat kita tidak berani untuk menyatakan fakta yang sebenarnya. Jangan lekas tersinggung ketika berhadapan dengan penentang pemikiran kita (Ams 25:12). Abaikan kemasannya, ambil isinya! Jangan juga terlalu dipikirkan cara kritik tersebut disampaikan, fokuskan perhatian pada isinya. Di sisi lain, cara kita memperlakukan musuh akan menunjukkan kebesaran jiwa kita. Melibatkan dan memberi tempat kepada para penentang sesungguhnya akan menjadikan tim kita lebih kokoh. Kita juga butuh anggota tim yang bisa mengevaluasi dari sisi yang berbeda, sesuatu yang kita sendiri tidak mampu melihat atau menyadarinya. Jangan singkirkan mereka. Coba analisa cara berpikir mereka, siapa tahu ada banyak solusi hebat bakal dihasilkan saat berkolaborasi dengan mereka. Perbedaan pendapat akan membuat sebuah tim menjadi "berwarna". Sebuah tim akan menjadi hebat ketika di dalamnya berkumpul anggota tim dari beragam keahlian dan latar belakang. Ketika kritik disampaikan, jangan melibatkan perasaan secara berlebihan, arahkan pandangan kepada hal yang lebih besar.


Semoga bermanfaat....

Comments