Iri hati??? ..... Masa sih...



Menurut Kamus besar Bahasa Indonesia, Iri hati (bahasa Inggris: envy, bahasa Latin: invidia), terkadang disebut juga dengki atau hasad, adalah suatu emosi yang timbul ketika seseorang yang tidak memiliki suatu keunggulan—baik prestasi, kekuasaan, atau lainnya—menginginkan yang tidak dimilikinya itu, atau mengharapkan orang lain yang memilikinya agar kehilangannya.

Ciri-Ciri Orang Yang Mempunyai Sifat Iri "

#1. Selalu Ingin Tahu Yang Anda Lakukan Dengan Tujuan Yang Tidak Baik
#2. Selalu Ingin ‘Reply’ Yang Anda Katakan Dan Membalas Yang Anda Lakuka
#3. Senang Disaat Anda Susah Dan Susah Disaat Anda Senang
#4, tidak mau mengakui kehebatan orang lain.
#5. enggan menerima kekalahan sendiri.
#6. Enggan mengucapkan selamat atas keberhasilan rekan kerja / teman / saudara.
#7 Suka mencari-cari musuh untuk di bawa dalam persaingan sempit.
#8. Suka membuka kejelekan atau masalah orang lain.
#9. Suka kecewa jika di tegur & tidak pernah mau berkaca diri sendiri sehingga sering berontak terhadap pemimpin.
#.10. Cenderung banyak membicarakan atau mengekspos kejelekan orang lain.

Bahaya iri hati :

#1. Orang iri hati mudah menyimpan dendam.
#2. Orang iri hati mudah menghalalkan segala cara untuk menang.
#3. Orang iri hati mudah melupakan Firman Tuhan.
#4. Orang iri hati mudah kecewa dan sakit hati.


Cara mengatasi iri hati :


#1. Sadari bahwa iri hati adalah dosa.

Dosa adalah pelanggaran dari perintah dan larangan Tuhan. Sifat dari dosa adalah menimbulkan kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. Dosa membuat manusia terpisah dengan Tuhan.
Yakobus dalam suratnya menulis tentang iri hati demikian: "Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat" - Yakobus 3:16.
Dengan demikian dapat dikatakan juga bahwa iri hati adalah dosa yang dapat membuat kekacauan disetiap komunitas.

#2. Mendekatkan diri pada Tuhan.

Nasehat firman Tuhan tentang hal itu demikian: "Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu. Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! Dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati" - Yakobus 4:7-8.

Sikap iri hati lahir dari kesombongan dan keegoisan manusia. Iblis pun begitu cerdik memanfaatkan keadaan tersebut. Ia berupaya membawa orang yang iri hati ke jurang yang dalam, sehingga orang itu tetap terpenjara dalam wilayah iri hati. Kesombongan menyebabkan Allah berpaling dari doa serta menahan kehadiran dan kasih karunia-Nya. Oleh sebab itu cara terbaik yang pantas dilakukan ialah mendekatkan diri kepada Allah, lawanlah Iblis dengan iman yang teguh, dan membereskan tindakan serta sikap hati yang benar dan sesuai dengan firman Tuhan.

#3. Penuhi hati dengan pikiran positif.

Rasul Paulus menulis: "Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu" Filipi 4:8.

Ketika kita menetapkan untuk bersikap iri hati, maka kita akan kehilangan sukacita, damai sejahtera dan berkat Allah akan menjauh atau tertutup.

Agar dapat mengalami damai sejahtera dan kemerdekaan dari rasa iri hati, kita harus menetapkan hati dan pikiran pada hal-hal yang benar, mulia, adil, suci, dstnya. Rasul Paulus berkata bahwa apabila kita melakukan hal itu, maka: "Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu" - Filipi 4:9. Kuasa dan kasih karunia Yesus Kristus akan memenuhi seluruh kehidupan kita.
Penuhi hati dengan pikiran positif.
Rasul Paulus menulis: "Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu" Filipi 4:8. Ketika kita menetapkan untuk bersikap iri hati, maka kita akan kehilangan sukacita, damai sejahtera dan berkat Allah akan menjauh atau tertutup.

Agar dapat mengalami damai sejahtera dan kemerdekaan dari rasa iri hati, kita harus menetapkan hati dan pikiran pada hal-hal yang benar, mulia, adil, suci, dstnya. Rasul Paulus berkata bahwa apabila kita melakukan hal itu, maka: "Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu" - Filipi 4:9. Kuasa dan kasih karunia Yesus Kristus akan memenuhi seluruh kehidupan kita.

#4. Membiasakan diri untuk bersyukur.

Rasul Paulus menulis dalam suratnya kepada orang Kristen di Tesalonika, demikian: "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu" - 1 Tesalonika 5:18.

Mengucap syukur merupakan gaya hidup Kerajaan Allah. Gaya hidup ini tidak terjadi secara otomatis. Perlu ditumbuh-kembangkan. Dengan kekuatan sendiri memang mustahil bisa kita lakukan. Mintalah kekuatan dan pertolongan kuasa Roh Kudus, maka kita akan terbebas dari rasa iri hati. Dengan mengucap syukur, kita mengakui bahwa Allah berdaulat penuh atas hidup dan segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita.

Mengucap syukur merupakan tanda bahwa kita mengetahui pemeliharaan Allah yang sempurna atas hidup kita. Mengucap syukur berarti kita menerima segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita itu atas restu dari Allah. Mengucap syukur punya makna bahwa kita membiarkan kasih karunia Allah dan pertolongan-Nya mengalir secara leluasa dalam kehidupan kita.

Tuhan memberkati....
Semoga bermanfaat...



Comments