haters Balik Arah



2 Samuel 3:6-10

Selama ada peperangan antara keluarga Saul dan keluarga Daud, maka Abner makin mendapat pengaruh di antara keluarga Saul.
Saul mempunyai gundik yang bernama Rizpa; dia anak perempuan Aya. Berkatalah Isyboset kepada Abner: "Mengapa kauhampiri gundik ayahku?"
Lalu sangat marahlah Abner karena perkataan Isyboset itu, katanya: "Kepala anjing dari Yehudakah aku? Sampai sekarang aku masih menunjukkan kesetiaanku kepada keluarga Saul, ayahmu, kepada saudara-saudaranya dan kepada sahabat-sahabatnya, dan aku tidak membiarkan engkau jatuh ke tangan Daud, tetapi sekarang engkau menuduh aku berlaku salah dengan seorang perempuan?
Kiranya Allah menghukum Abner, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika tidak kulakukan kepada Daud seperti yang dijanjikan TUHAN dengan bersumpah kepadanya,
yakni memindahkan kerajaan dari keluarga Saul dan mendirikan takhta kerajaan Daud atas Israel dan atas Yehuda, dari Dan sampai Bersyeba. "


Abner adalah panglima Saul, raja Israel, yang tentu turut memusuhi Daud. Ia menjadi sosok yang memegang peranan penting dalam setiap pertempuran antara keluarga Saul dengan keluarga Daud. Namun, kekecewaan kepada Isyboset, anak Saul, membuatnya berbalik memihak Daud dan bersumpah untuk menjadikan Daud sebagai raja atas seluruh Israel. Kisah selanjutnya, Daud menjadi raja atas seluruh Israel. Daud tak pernah berpikir bahwa Tuhan akan membuat situasi berbalik arah yakni orang yang memusuhinya di peperangan menjadi akses terbesar untuk memunculkannya sebagai raja Israel.


Kita sering berpikir bahwa haters tidak pernah mendatangkan sesuatu yang baik, melainkan hanya membuat hidup kita lebih buruk. Namun melalui kisah ini, Tuhan mencelikkan mata hati kita bahwa di balik kata "haters" terdapat pintu Tuhan yang terbuka untuk membuat kita melakukan terobosan pandangan untuk lebih memahami kehendakNya. Namun sering kali kepicikan pikiran atau kemarahan membutakan mata hati kita.


Sering kali kita tidak mengerti jalan Tuhan di dalam hidup kita, tetapi keterbukaan hati membuat kita jauh lebih mudah untuk memahaminya. Semakin luas keterbukaan hati kita, semakin jauh jangkauan pandangan mata rohani kita, sehingga kita dapat mengerti bahwa Tuhan tidak begitu saja mengizinkan orang-orang yang membenci dan menyakiti tanpa ada maksud Tuhan di dalamnya. Di manakah kebesaran sebuah pengampunan tanpa adanya hati yang terluka? Di manakah teladan kasih yang sempurna tanpa hadirnya musuh dalam hidup? Yesus dikelilingi oleh mereka yang berteriak dengan penuh kebencian, "Saiibkan Dia! " Tetapi, dengan membiarkan diri disalib, di situlah kasih yang agung ditunjukkan. Yesus tidak bereaksi terhadap kebencian dan caci maki yang dilontarkan kepadaNya, melainkan membiarkan diriNya diperlakukan sedemikian rupa sampai rencana Bapa di genapi di dalam hidupNya.


Ceritera lain dalam kehidupn Daud sangat menarik ketika Simei mengutuki dan melemparinya dengan batu. Sebuah kata atau bahkan banyak kalimat kutuk yang dikeluarkan oleha para haters bisa saja mengahasilkan reaksi marah dan dendan yang berlebihan apa lagi jika berada dalam posisi seperti Daud yang memegang kekuasaan. Segala kapasitas yang dimiliki Daud saat itu bisa saja digunakan dengan gampang, segampang menjetikan jari untuk bereaksi terhadap kutukan Simei. Tindakan Simei menimbulkan kemarahan besar Abisai, pengawai Daud. Tetapi, Daud hanya berkata, "Biarlah ia mengutuki! Sebab apabila TUHAN berfirman kepadanya: Kutukilah Daud, siapakah yang akan bertanya; mengapa engkau berbuat demikian? " Lalu Daud melanjutkan perjalanannya, sementara Simei terus mengutuk. Bukankah banyak di antara kita bereaksi seperti Abisai yang penuh dengan kemarahan dan ingin menghentikan perjalanan untuk sekadar membalas sakit hati yang ada? Teladanilah Daud! Tanggalkan panas hati dan lanjutkan perjalanan hidupmu untuk makin mendekat kepada rencanaNya. Ingat, kita tidak mempunyai hak untuk menanyakan keberadaan Simei dalam hidup kita. Kita hanya memiliki hak untuk tidak membiarkannya menghentikan langkah kita untuk lebih mengenal rencanaNya. Mari kita membiarkan Tuhan bekerja dengan segala caraNya untuk menggenapi rencanaNya yang terindah bagi kita, sekalipun di luar jangkauan pengertian kita.


Semoga beermanfaat ............

Comments