Suatu Hari Nanti ....Beta Ju Bayar


Orang-orang​ Kristen di Skotlandia mengenang pertengahan Tahun 1680-an sebagai masa pembunuhan. Ada seorang bernama John Brown mencintai seorang wanita benama Isable Weir. Saat melamar wanita pujaannya itu, John Brown memperigatkan “ suatu hari naniti aku akan memeteraikan kesaksianku dengan darah” Isabel pu menjawab “Tuhan akan memberikan kasih karunia kepadaku dan akun akan menjadi penghiburanku” Oleh karena kondisi yang membahayakan,maka mereka menikah secara diam – diam dengnan disaksikan oleh seorang Pendeta yang bernama Alexender Peden. Setelah mengucapkan berkat Alexender Peten pu berkata “Suamimu adalah seorang yang baik, simpanlah kain linen ini, karena akan tiba saatnya suamimu akan diambil darimu”
John dan Isabel melayani Tuhan dengan setia, kehidupan mereka selalu diwarnai dengan doa dan mereka terlihat berbahagia. Tuhan mengaruniakan kepada mereka dua orang anak. Keluarga Brown menyembunyikan dan melindungi para pendeta dan pengkhotbah yang dikejar Kerajaan pada saat itu.


Pada suatu pagi di tahun 1685, John Brown bangun bersaat teduh dan menyanyikan Mazmur 27. Sesudah itu para prajurit kerajaan mengepung rumahnya, menangkap dan menggiring keluarga itu ke sebuah lapangan. Komandan Pasukan berteriak agar Brown menaikan doanya karena sebentar lagi ia akan dieksekusi mati, Brown pun berlutut dan berdoa. Ia berdoa bagi istrinya yang sedang mengandung anaknya yang ketiga dan berdoa bagi kedua anaknya. Sesudah berdoa, ia bediri dan memeluk istrinya dan berkata “Sekarang sudah tiba hari yang dulu pernah kukatakan kepadamu saat melamarmu. “Tidak mengapa, “ aku bersedia berpisah denganmu”. Jawab istrinya dengan tegar. Setelah itu sang Komandan menembakan pistolnya ke kepala Brown. Brown pun terhempas dan mati. Kepada Isabel, Komandan itupunn berkata “Sekarang aku inginm tahu bagaimana pendapatmu mengenai suamimu” Dengan berani Isabel menatap sang komandan dan berkata “AKU TIDAK PERNAH SEBANGGA SEPERTI SAAT INI TERHADAP SUAMIKU”

Sebagai pengikut Kristus, ada harga yang harus kita bayar saat kita menyerahkan diri KepadaNya. Tuhan Yesus pernah berkata “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah terlebih dahulu membenci Aku dari pada kamu (Yohanes 15:18). Kita tidak perlu heran saat tekanan, kebencian dan aniaya menghampiri kita, karena sejak awal dunia telah membenci Tuhan Yesus. Akhiri semua yang telah kita mulai dengan sikap pantang menyerah dan pantang Mundur!!

TUHAN MEMBEKATI …. SEMOGA BERMANFAAT

Comments