SEMBUH DARI LUKA BATHIN



AMSAL 27:9 & MAZMUR 147:3

DEFENISI LUKA BATIN :

Apa yang disebut dengan luka batin?
Luka pada jiwa seseorang karena mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan di dalam hidupnya dan orang tersebut tidak dapat bereaksi sesuai dengan kehendaknya.

Dalam Alkitab dapat dijumpai istilah lain untuk luka batin :

1. Robek Jiwa (Amsal 27:9)
2. Remuk hati
3. Patah hati dan luka hati (Mazmur 147:3)

Apa yang menyebabkan seseorang mengalami luka batin ?

Orang-orang yang paling dekat dalam keluarga bisa yang paling sering melukai perasaan. Orang-orang tersebut mungkin adalah orang tua, anak, kerabat, sahabat, suami, istri, pacar, kakak, adik dll.

Penyebab luka-luka batin :

1. Penolakan : Penolakan pada masa di dalam kandungan, Penolakan pada masa anak-anak, Penolakan pada masa dewasa/tua./
2. Kurang kasih sayang.
3. Dilukai : Hukuman yang tidak pada tempatnya, Perkataan/ penilaian yang menyakitkan, Pelecehan sexual, Dikhianati/ditipu/ selingkuh
4.Traumaa masa lalu : Sering ditakut-takuti/diintimidasi/dianiaya,
5. Terlalu dimanjakan

Dampak Luka Batin

1.Secara tubuh; menimbulkan berbagai penyakit (Mazmur 32:3; Amsal 17:22; Amsal 14:30)
2.Secara roh; susah untuk mengasihi / intim dengan Tuhan. (1 Yohanes 4:20,21; Mat 6:12, 14-15;
3.Secara Jiwa Lukas 15:28-32; 1 Samuel 18:7-12; 1 Raja-raja 19:4)

A) Offensif : Superior, Terlalu terbuka (berlebihan), Ucapan pahit, Emosi labil, Kritik berlebihan, Curiga berlebihan, Pemberontak, Suka bertengkar / berkelahi
B) Defensif : Inferior, Tertutup, Trauma / Phobia, Frigid, Hati yang menyimpan dendam, Frustasi / Patah semangat


Bagaimana Saya Bisa Mengalami Pemulihan Hati ?

Pertama : Mengakui dan ceritakan luka hati Saudara pada Tuhan lewat gembala, konselor, teman seiman yang dewasa.

(Yakobus 5:16) “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya”

Kedua : Datang kepada Tuhan Yesus Kristus YESUS memikul penderitaan kita di KAYU SALIB.
(Yesaya 53:4-5) Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggung-nya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengiradia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam olehkarena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

Ketiga : Ambil keputusan untuk mengampuni orang yang melukai Saudara.

Berdoalah dan ampuni orang tersebut sekarang (Saudara perlu menyebutkan nama orang tersebut dan mengucapkan pengampunan Saudara dalam doa Saudara).

Melalui SALIB kita dapat MENGAMPUNI
(Kolose 3 : 13) SABARLAH kamu seorang terhadap yang lain, dan AMPUNILAH seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti TUHAN TELAH MENGAMPUNI KAMU, kamu perbuat jugalah demikian. Kita mengampuni dengan IMAN dalam nama YESUS BUKAN dengan
PERASAAN kita.

Keempat : Tolak pembelaan pikiran

(Roma 2:14) Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri.
(Roma 2:15) Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.

Misalnya : ”Itukan sudah lama, atau Itukan hanya masalah kecil, atau Segala sesuatu semakin baik kok! atau Mungkin saya terlalu sensitif !, atau Ah, kan tidak ada yang sempurna!”

Kelima : Terimalah pemulihan dari Tuhan dan ijinkan Roh Kudus bergerak
memulihkan Saudara.

Keenam : Berdamailah dengan orang yang telah menyakiti. (Ber-damai di sini bukan berarti harus memiliki hubungan seperti belum pernah terjadi apa2, tetapi lebih kepada keinginan untuk memiliki hubungan tanpa sakit hati walaupun tidak harus menjadi “akrab”)

Sumber : catatan Khotbah Minggu 18 Juni 2017 di GBI MAWAR SARON SO'E

Comments