Fenomena Nazar........ Nadzar



Apa itu nazar? apakah suatu janji dapat disebut nazar? Apakah Tuhan akan memberi hukuman bagi orang​yang melanggar nazarnya?

Mengenai nazar, maka Tuhan tidak pernah memerintahkan umatNya untuk bernazar, tetapi dipihak lain Tuhan juga tidak melarang umatNya bernazar. Namun, Tuhan mengatur atau memberikan ketentuan-ketentuan tentang Nazar.


Nazar bukanlah sesuatu yang diharuskan, sekali diucapkan Nazar menjadi hutang yang mengikat orang yang harus segera dilunasi/ dibayarkan kepada Tuhan (Ulangan 23: 21).

Nazar dalam bahasa ibrani “nadar” yang artinya suatu kehendak atau keinginan yang dinyatakan kepada Allah. Nazar merupakan janji yang diucapkan dan pada saatnya akan ditepati.


Nazar adalah janji seseorang dengan sukarela ke pada Tuhan untuk menyerahkan sesuatu/ menguduskan sesuatu miliknya (kehidupannya atau hartanya) untuk Tuhan.


Alasan orang bernazar :

1. Alasan yang benar.

Diucapkanoleh orang yang beriman kepada Tuhan, misalnya : Yakub (Kejadian 28: 10- 22), Yefta (Hakim-hakim 11: 29- 30) dan Hanna (1 Samuel 1: 9- 12).

a. Nazar diucapkan oleh orang yang benar-benar terdesak dan tidak ada kemungkinan mendapat pertolongan = satu-satunya pertolongan dari Tuhan. Nazar untuk menyatakan kesungguhan hatinya dalam doa dan pengharapannya kepada Tuhan (Yakub, Yefta dan Hanna benar-benar berada dalam keadaan kepepet/ terdesak).

b. Nazar diucapkan untuk menguatkan iman terhadap janji Tuhan, misalnya Yakub, kepadanya Tuhan menjanjikan berkat Abraham. Sebagai tanggapan imannya atas janji Tuhan tsb. Yakub bernazar sbb: "Lalu bernazarlah Yakub: Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku. Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepadaMu" (Kejadian 28: 20- 22). Catatan: Yakub bernazar mempersembahkan persepuluhannya. Di jaman Yakub, Tuhan belum menyatakan persepuluhan adalah milik Tuhan.Karena itu Nazar Yakub tentang persepuluhannya itu benar bahkan dengan demikian melalui nazarnya Yakub justru menetapkan dengan sukarela bahwa sepersepuluh dari pendapatannya adalah milik Tuhan.

c. Untuk mengucap syukur atas segala kebaikan Tuhan. Contohnya: Daud setelah menjadi raja bernazar untuk tidak berhenti berusaha mendirikan bait Allah, maka seumur hidupnya dia sekuat tenaga mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk mendirikan bait Allah (tanah, material dan gambarnya, mengorganisasi sistim pelayanan di Bait Allah sampai tuntas) – Mazmur 132: 2- 5; 1 Tawarikh 29: 2 – 5.


2. Alasan Yang salah

Diucapkan oleh orang fasik, misalnya:

a. Nazar yang diucapkan untuk maksud yang salah, seperti Nazar Absalom yang didalamnya tersembu-nyi maksud jahat, y.i. memberontak terhadap ayah-nya, hasilnya adalah justru kebinasaan Absalom sendiri – 2 Samuel 15: 8.

Dalam prakteknya, nazar seperti ini sering digunakan orang Kristen, seperti membawa persembahan ke gereja dan
"bernazar" (natzar) untuk orang yang memusuhi nya atau menyakiti nya dengan maksud supaya musuhnya itu mendapat pembalasan dari Tuhan.
Bagi saya Tuhan bukanlah Perancang sebuah pembalasan dendam. Karena itu praktek nazar seperti ini adalah menyimpang dari Firman Tuhan dan merupakan praktek animisme di dalam gereja.

b. Nazar yang diucapkan untuk memancing berkat Tuhan. Misalnya: Segala sesuatunya sudah berja-lan baik, tetapi agar usahanya makin maju orang bernazar – kalau Tuhan membuat usaha saya ini makin maju maka saya akan menyerahkan ......... Nazar seperti ini salah, sebab dasar nazar ini ada-lah keserakahan, mau mancing-mancing Tuhan.

Nazar yang belum dibayar/ ditepati adalah hutang kepada Tuhan (Bilangan 30: 6). Bernazar tapi mengingkarinya =

1. Kebodohan dalam Pengkhotbah 5: 3 dituliskan sbb "Kalau engkau bernazar kepada Allah janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh.

2. Membawa diri sendiri ke dalam jerat - "Suatu jerat bagi manusia ialah kalau ia tanpa berpikir mengatakan "Kudus," dan baru menimbang-nimbang sesudah bernazar"(Amsal 20: 25; Ulangan 23: 21 – 23).

Selain itu ada beberapa hal yang bukan nazar tetapi sering sekali dinazarkan seperti Persepuluhan, persembahan sulung, anak sulung dan hal-hal yang najis/ dosa (Imamat 27).

Tuhan memberkati .... Semoga bermanfaat...

Comments