TIM DOA DAN SIHIR PUTIH???


oleh Ever Dethan

Fenomena Tim Doa yang menjamur di SoE dan seluruh wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan disebabkan karena Pencurahan Kuasa Roh Kudus pada tahun 1965 (Jermia Manu, Buku Jejak Jejak Kaki Tuhan di SoE). Hal ini mengindikasi bahwa kepercayaan akan kemampuan Supranatural yang ada pada Tuhan dapat ditransfer bahkan diimpartasi kepada mereka yang percaya kepada Tuhan Yesus.

Berdasarkan Buku bapak Jermia Manu tentang Peristiwa Pencurahan Roh Kudus di SoE dan Seluruh Wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan, maka dapat di ketahui bahwa pada awal awalnya semua Tim Doa dan atau Kelompok Doa yang terbentuk memang melayani dengan pola yang Alkitabiah. Tetapi Fenomena yang terjadi beberapa tahun belakangan ini berbeda sehingga muncul sebuah TANYA BESAR
“ APAKAH TIM DOA YANG ADA SEKARANG INI MELAYANI SECARA ALKITABIAH ATAU SEMENTARA MEMPRAKTEKAN ILMU SIHIR PUTIH ATAU SEORANG PENIPU?????”

Berikut ini bebarapa Kasus yang berhubungan dengan pelayanan Tim Doa Kekinian, kasus – kasus ini saya alami maupun diceritakan oleh beberapa Teman :

Kasus 1 :

Saya pernah bertugas di suatu lembaga yang berhubungan dengan para pendamping Desa. Suatu kali saya menangani masalah yang dialami oleh seorang Pendamping Desa Karena Proses pengadaan ternak sapi untuk modal Kelompok Masyarakat macet. Untuk memecahkan masalah tersebut sang pendamping meminta bantuan Doa seorang Tim Doa sehingga proses pengadaannya menjadi lancar. Setelah berdoa sang Tim Doa tersebut menawarkan jasa untuk membantu mencari suplier ternak sapi berjumlah 20 ekor dengan harga untuk setiap sapi sebesar rp.4.000.000,- sehingga totalnya 80.000.000. Pendamping desa tersebut menyetujui. Beberapa saat kemudian uang sebesar 80.000.000 diserahkan kepada Tim Doa. Setelah sebulan Tim Doa hanya berhasil menyerahkan 20 ekor sapi sedang 20 ekor lagi sampai dengan 2 tahun tidak dapat diserahkan alias hilang ditangan Tim Doa. Pendamping Desa tetap dimintai pertanggungjawaban atas dana masyarakat sebesar 40.000.000,- dan kemudian dipecat.

Kasus 2 :

Seorang teman di Kupang mengalami sakit yang parah. Setelah berobat di Rumah Sakit dan juga beberapa Dokter, teman saya dan suaminya pun mencari alternative lain dengan mencari bantuan dari seorang Tim Doa. Akhirnya mereka berhasil menghubungi seorang Tim Doa yang berdomisili di Noenmat Kecamatan Amanuban Barat. Sakit yang di derita teman saya ini adalah luka – luka di sekujur tubuh. Tim Doa tersebut mangakui bisa mendoakaan sampai sembuh dengan syarat dari Doa adalah bersedia disumbur (diludahi) pada seluruh tubuh dalam keadaan tidak memakai Pakaian tetapi tetap disaksikan suaminya. Pasangan suami istri tersebut pada kesempatan pertama menolak syarat tersebut tetapi akhirnya mereka menerima setelah sakitnya semakin buruk dan tidak sembuh. Singkatnya setelah disumbur maka teman saya itupun berangsur angsur sembuh.

Kasus 3 :

Akibat dari referendum di Provinsi Timor Timur pada Tahun 1999. maka terjadinya pengungsian besar besaran ke wilayah Timor Barat. Sebagai salah satu staf yang bertugas sebagai Tim Penanggulangan Bencana Pengungsi, maka saya diberi kepercayaan untuk menjaga Posko Penyambutan semua pengungsi. Waktu bertugas di Posko tersebut adalah setiap hari dari Pukul 7:00 -21:00. Suatu hari terjadi suatu peristiwa yang tidak diinginkan, yaitu Posko tersebut kemalingan dan maling mengambil uang operasional kurang lebih 20.000.000,-. Untuk menemukan sang maling, maka pihak pimpinan menggunakan segala cara termasuk meminta bantuan seorang Tim Doa. Tim doa tersebut didatangkan dari desa. Sang tim doa menyatakan bahwa setiap orang yg diduga sebagai malingnya akan diketahui jika berjabat tangan dengan dia. Hal ini disebabkan karena sang maling ketika berjabat tangan dengan sang Tim Doa, maka tangannya akan lengket sehingga tidak bisa dilepas. Setiap orang baik yang bertugas di lembaga tersebut maupun petugas yang berjaga di Posko harus berjabat tangan dengan sang Tim doa, Termasuk saya. Saya orang pertama yang berjabat tangan dengan tim doa tersebut (Puji Tuhan tangan saya tidak lengket..... Hehehe). Tibalah giliran sesorang dan tangannya sedikit lengket menurut Tim Doa, tetapi naas, orang yang dituduh tidak terima sehingga sang tim doa menerima pukulan dan tendangan bertubi-tubi. Sang Tim Doa pun dilarikan ke Rumah Sakit.

Kasus 4 :

Seorang teman merasa tidak nyaman di rumahya. Dia merasa ada kuasa kegelapan yang mengganggu dia. Teman tersebut juga merasa usaha Kiosnya macet dan tidak berkembang. Dia pun meminta bantuan Tim doa, tim doa datang bertiga. Sebelumnya Tim Doa menanyakan gejala dangan samar samar menyelidiki tentang musuh kliennya. Setelah berdoa, Tim doa menyatakan bahwa rumah teman tersebut sementara diguna gunai. Untuk membuktikannya, mengajak mengelilingi 4 sudut rumah. Hasilnya Ditemukan jarum jahit dan benang Berwarna merah yang ditanam dalam tanah. Anehnya kelihatan sekali bahwa itu adalah bekas galian baru, tetapi tetap diklaim oleh Tim Doa sebagai guna guna. Kemudian Tim Doa mendoakan rumah tersebut menggunakan air dan garam dan menyatakan bahwa rumah tersebut telah disterilkan dari gangguan kuasa gelap tetapi sebelumnya Tim doa akan mendeskripsikan sang pengirim Guna guna dimana cirinya adalah sama dengan musuh sang klien. Saat pulang Tim Doa akan meminta bekal Berupa uang yang biasanya ratusan ribu rupiah.

Kasus 5 :

Ini adalah kisah yang baru saja terjadi, yaitu pada akhir April 2017. Seorang tersangka kasus Pembunuhan di wilayah Polsek Amanuban Selatan menyembunyikan diri di sebuah rumah yang pemiliknya adalah seorang Tim Doa. Sang Buron tersebut meminta bantuan Tim Doa yang berdomisili di Pope, Kecamatan Noebeba. Tujuan buron tersebut sebenarnya adalah meminta bantuan doa supaya kasus pembunuhan tersebut hilang sehingga pihak polisi tidak bisa menangkap dia. Syarat yang diajukan adalah Uang dan Ayam Jantan Berwarna merah. Doa baru dimulai dan tidak bisa diteruskan karena digrebek oleh Polisi. Sang Tim Doa diinterogasi karena menyembunyikan tersangka pembunuhan.

Apa itu Tim Doa??

Tim Doa adalah dua atau tiga orang dan lebih yang berkumpul secara rutin untuk melaksanakan kegiatan Do
a. Biasanyanya Tim Doa dipimpin oleh seseorang yang dianggap mempunyai Karunia Rohani. Karunia Rohani ini yang normalnya berdasarkan Karunia Roh Kudus seperti yang dicatat dalam Alkitab khususnya pada Kitab Korintus, seperti Penglihatan, berkata kata hikmat, berkata kata pengetahuan, bernubuat, mujizat, kesembuhan, iman, membedakan macam macam roh dan berbahasa Roh serta menafsirkan bahasa Roh (1 Korintus 12:7-10). Pada kenyataanya di SoE dan sekitarnya dalam Tim Doa Karunia Roh yang menonjol adalah Penglihatan, berkata kata hikmat dan bernubuat, serta Membedakan roh.

Dalam prakteknya ada Tim Doa yang Benar dan ada Tim Doa yang tidak benar. Untuk itu kita perlu membedakan keduanya dengan lebih menekankan kepada Tim Doa yang Benar. Ciri sebuah Tim Doa yang Benar :
1. Pemimpin dan anggota anggotanya adalah mereka yang terdaftar sebagai jemaat pada
sebuah Gereja Lokal.
2. Pemimpin dan anggotanya adalah mereka yang aktif sebagai pelayan dan aktifis dalam
sebuah Gereja Lokal.
3. Intensitas dan durasi Waktu dalam doa mereka melebih intensitas dan durasi kebanyakan
anggota jemaat dimana mereka berjemaat
4. Pemimpin dan anggotanya adalah mereka yang memenuhi syarat Diaken seperti yang ditulis
dalam 1 Timotius 3:1-12.
Untuk itu Tim Doa adalah mereka yang tidak mengalami
kecanduan seperti kecanduan Miras, Roko, Sirih Pinang, Narkoba, Pornografi dan
Pornoaksi.
5. Intensitas dan durasi Membaca dan merenungkan Alkitab melebihi rata rata dari jemaat
local dimana mereka berjemaat.
6. Taat dan tunduk pada otoritas pemimpin gereja local.

Jika cirri cirri tersbut tidak dipenuhi oleh seorang atau sekelompok Tim Doa, maka sudah sangat pasti Tim Doa tersebut akan mengalami penyimpangan dan kalau dibiarkan akan terjerumus ke dalam apa yang saya sebut Kejatuhan Pelayanan bahkan lebih parah lagi menjadi seorang pelayan Palsu.

Kejatuhan pelayanan oleh TIM Doa disebabkan karena jika sebuah penglihatan tidak diberikan untuk orang yang di doakan makan akan terjadi penipuan oleh Tim Doa supaya tetap ada pada status sebagai orang yang diberi Karunia. Hal ini bisa terjadi seperti pada contoh KASUS 1 di atas.

BAGAIMANA DENGAN PRAKTEK ILMU SIHIR PUTIH???


Sebenarnya Ilmu Sihir Putih ini diketahui dari para praktisi ilmu sihir dan juga kesaksian dari bapak Samuel Sahputra dalam majalah Cresendo sekitar akhir tahun 80 an serta kesaksian dari Bapak Daud Toni, seorang yang sebelumnya adalah pelaku ilmu sihir juga kesaksian dari Ki Gendeng Pamungkas paranormal yang terkenal.

Sebelumnya kita memberikan pengertian tentang Ilmu Sihir.
Sihir dapat didefinisikan sebagai suatu tindakan menghasilkan kekuatan yang melampau kekuatan manusia biasa melalui perantara agen-agen supranatural
. Sihir dari segi istilah merupakan satu perbuatan menyakiti atau mempengaruhi badan, hati atau akal orang yang disihir secara tersembunyi (ghaib) yang melibatkan makhluk halus, dan dilakukan di luar hukum alam bagi mencapai tujuan tertentu, contohnya menyakiti seseorang, mengobati penyakit dan juga meramal masa depan. Penggunaan istilah sihir dalam alam Melayu pada kebiasaannya merujuk kepada ilmu hitam.
Ilmu Sihir berusaha mempengaruhi orang dan keadaan-keadaan dengan daya supra alami atau ilmu gaib. Hal itu bisa saja disertai ramalan, walaupun ramalan berarti usaha memakai daya supra alami untuk mengetahui peristiwa-peristiwa tanpa mempengaruhinya.

Ilmu sihir terdapat di mana-mana dan kebanyakan terdiri dari sihir 'hitam' maupun 'putih'.

1. Sihir Hitan. Ilmu hitam atau di Indonesia lebih sering disebut guna-guna, merupakan
jenis ilmu sihir untuk mengendalikan alam (termasuk kejadian, obyek, orang, dan
fenomena fisik) melalui mistik, paranormal, atau supranatural. Sihir hitam berusaha
mendatangkan hal-hal yg buruk melalui upaya kutuk, jampi, menghancurkan patung
seseorang yg dimusuhi, atau menghubungi roh-roh jahat
2.
Sihir Putih adalah sihir yang dilakukan dengan niat berbuat baik atau memberikan
bantuan. Sihir putih berusaha membatalkan kutuk atau jampi-jampi, dan memakai
kekuatan-kekuatan gaib untuk kebaikan diri sendiri atau orang lain

Sihir Putih dan Tim Doa???

Dalam bukunya, Demons in the World Today (Tyndale House, 1983), Dr. Unger berbicara tentang sihir “putih”:
Sihir putih adalah sihir hitam yang mengenakan topeng kesalehan. Ini biasanya, dalam menjalan sihir, menggunakan nama Allah, Kristus, dan Roh Kudus, atau frase-frase dan istilah-istilah dari Alkitab, namun karakternya bersifat demonic. Ini dilakukan banyak orang yang menyebut diri Kristen… Ini disebut [sihir] “putih” karena dikampanyekan di bawah panji terang.
“Sihir putih secara sempurna digambarkan dalam peringatan Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus ” II Korintus 11:14-15

“Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang
. Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka”

Kitab Kisah Para Rasul mencatat Pelayanan dari Rasul Petrus dan Rasul Yohanes saat di Samaria dengan menumpangkan tangan di atas jemaat dan jemaat menerima Roh Kudus, maka seorang Tukang Sihir benama Simon berreaksi sebagai berikut :



“Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka, serta berkata: ‘Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus’” (Kisah Rasul 8:18-19).

Jika kita telusuri kisah tentang Simon si Tukang Sihir pada ayat – ayat sebelumnya, kita akan menemukan bahwa
Simon si Tukang Sihir ini telah menjadi Kristen dan Simon telah dibaptis bahkan menjadi bagian dari Tim Pelayanannya Rasul Filipus
. Simon si Tukang Sihir ini maih tetap berprespektif Sihir Putih meskipun ia telah menjadi salah satu bagian dari Tim Pelayanan Rasul Filipus.

Simon masih berpikir seperti seorang tukang sihir, dalam terminologi magis. Ia berpikir bahwa kuasa Tuhan dapat dikendalikan, dan disalurkan melalui dia. Ia berpikir bahwa ia dapat mengucapkan kata-kata tertentu [seperti kata-kata mantra] dan kemudian memperoleh apa yang ia inginkan. Ia berpikir tentang suatu ”kukuatan” manipulasi dari pada berdoa kepada Tuhan. Bagi saya, betapa banyak orang-orang yang seperti Simon itu hari ini!

Berdasarkan pada Kasus 2-5 seperti yang saya sampaikan pada awal tulisan ini, maka saya berani menyampaikan bahwa
Praktek Praktek TIM Doa seperti itu adalah Praktek Praktek Dukun Penganut Sihir Putih.
Para Pelayan dalam Tim Doa seperti itu adalah mereka yang tidak pernah bergereja atau rutin beribadah dalam sebuah komunitas yang melaksanakan AJARAN TUHAN YESUS secara Alkitabiah.
Hal ini disebabkan pada satu hal utama ,yaitu : Kurangnya Pengenalan yang Benar Akan Siapa Tuhan melalui Pengajaran Firman Tuhan Yang Benar, seperti dikatakan oleh nabi Hosea dslam Hosea 4:6
(TB) Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.

Praktek Praktek Imu Sihir Putih;

Adapun Praktek Praktek Ilmu Sihir Putih seperti yang ditulis Alkitab sebagai berikut :

Dukun (Yeh 13:18
), juru mimpi (Yer 27;9), tukang ramal (Yer 27:9), ahli sihir (Kel 22:18), pemanggil arwah (2 Raj 23:24), imam dewa asing (2 Raj 23:5, 20), orang berilmu (Kel 7:11-12), ahli jampi (Dan 2:2), penyembah berhala (Why 21:8), pendusta (1 Tim 4:1-3), anti Kristus (1 Yoh 2:18-19, 22), nabi palsu (Ul 13:1-5), rasul palsu (2 Kor 11:13-15), penyunat palsu/pekerja jahat/ anjing-anjing (Flp 3:2), penelaah (Ul 18:10),
pemantera (Ul 18:11; Mzm 58:6)
, imam sewaan (2 Raj 16:10-15), tukang serapah (Mzm 58:6)

AKIBAT-AKIBAT MELAKUKAN PRAKTEK ILMU SIHIR PUTIH


Secara fisik: syaraf terganggu, kemandulan, kematian
Secara psikis: takut, marah, bunuh diri, hawa nafsu, depresi
Secara rohani: tertutup terhadap firman Tuhan,roh sanksi, menghujat, tidak mewarisi kerajaan Sorga
Dalam keluarga: kacau, terkutuk, tidak normal, cacat
Akibat kekekalan: tidak mewarisi Kerajaan Allah



Tuhan Yeus Memberkati. Semoga Bermanfaat

Comments