Tantangan Karakter Orang Percaya


Oleh : Ever Dethan 



Karakter atau watak adalah sifat batin yang memengaruhi segenap pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki manusia atau makhluk hidup lainnya.

Kata karakter dalam Alkitab berasal dari kata Yunani yang berarti alat ukir atau alat pemahat. Dalam bahasa latin, karakter bermakna: ”tools for marking, to engrave.” Webster Dictionary memberi arti, “engrave, inscribe.”


Dengan pengertian di atas dapat dikatakan bahwa karakter adalah “proses memahat jiwa, menandai diri atau mengukir diri sedemikian rupa, sehingga berbentuk unik, menarik dan berbeda.” Secara sederhana
karakter adalah: “melakukan apa yg benar karena hal itu benar. Orang yg berkarakter adalah orang yg melakukan apa yg benar karena alasan yang benar“. Karakter adalah tentang siapa kita, atau ada yang mengatakan tentang diri kita terbuat dari apa.


Karakter terbaik yang harus kita miliki menurut TUHAN YESUS adalah KASIH. karakter Kasih ini kemudian diuraikan dalam Matius 5:1-12; 1 Korintus 13:4-8: Galatia 5:22).

Ada 5 Karakter yang dapat menghancurkan orang percaya dan solusina sebagai berikut :



1. Hypocrisy vs Sincerity and Honesty


Hypocrisy diambil dari bahasa Yunani, ketika seseorang bermain perang, bisa jadi orang baik, penjahat, pendeta, memakai topeng. Virus yang pertama adalah orang yang hidupnya pura-pura. Munafik. Kelihatan di depannya amin, Haleluya, Shalom. Di belakangnya menusuk orang lain, menjelek-jelekkan orang lain.

Seseorang bisa saja tampak baik di depan orang, tetapi lain halnya ketika ia berada ditempat yang gelap. Nah, ditempat yang gelap itulah sesungguhnya karakter aslinya. Pengkhotbah KKR terbesar abad 19, D.L. Moody pernah berkata, “karakter adalah seseorang ditempat yang gelap” (Charles Stanley, Perjalanan Mulia).
Orang begini tidak punya hati yang kudus.

Cara mengatasinya? Lawan kemunafikan adalah Sincerity dan Honesty, ketulusan hati, kejujuran hati. Apa artinya berbuat baik tapi tidak tulus?
Apa gunanya suka memberi tapi tanpa ketulusan,
ujung-ujungnya fulus!
Apa artinya melayani Tuhan tapi hatinya jahat dalam hidupnya? Apa gunanya kita melakukan semua hal dalam hidup kita tanpa ketulusan? Ketulusan berbicara hati nurani. Orang yang tulus akan sangat berbeda. Orang yang tulus adalah orang yang melakukan apa yang Tuhan mau, tidak enak sekalipun.

Otak selalu berbicara "untungnya berapa"? Tapi hati bicara mengenai ketulusan, kejujuran, honesty, hati nurani. Karena itu Alkitab katakan, Amsal 4:23, Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Segala sesuatu, start from your heart, melayani Tuhan harus dengan hati yang tulus, bukan fulus. Tuhan bukan melihat kepintaran, jabatanu pengalaman, Tuhan melihat hati.

2 Selfish vs Learning to give and sharing


Racun kedua adalah selfish. Mementingkan diri sendiri. Kita harus sedih kalau kita menemukan dalam diri Saudara, anak-anak kita, menantu, cucu kita, virus keegoisan ini.
Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. (Yakobus 3:16)
Ada istri membunuh suaminya sendiri. Kakak-beradik karena urusan ratusan-milyaran-triliun rupiah, akhirnya saling membunuh. Kenapa? Karena egois. Ajar anak-anak kita, lawan dari selfish adalah learn to give and sharing. Membagi kehidupan.


Salah satu tempat yang paling dahsyat adalah di gereja. Engkau bisa belajar melayani dengan tulus. Anak-anak muda belajar melayani. Ada seorang anak muda, satu kali pacarnya direbut seorang pemuda lain. Suatu kali, saat dia menjadi usher, ternyata si perebut pacarnya itu datang. Secara manusia ingin memukul, tapi dia belajar berkorban. Dia menyalami dengan baik.
Gereja adalah satu tempat equip yang paling dahsyat. Di gereja harus muncul Pengusaha paling hebat karena sudah dipersiapkan! Di gereja harus dipersiapkan umat yang layak agar nama Tuhan dipermuliakan! Gereja bukan tempat berdoa saja, bukan cuma mencari wajah Tuhan. Mencari wajah Tuhan itu harus! Tapi gereja harus mempersiapkan orang-orang yang akan menjadi entrepreneur-entrepreneur yang dahsyat. Amin! Bawa anak-anak kita ke komunitas, ajar untuk melayani. Baik di gereja, di perusahaan. Kata kuncinya: melayani.




3. Instant vs Sacrifice


Semua ingin cepat. Inilah salah satu virus yang menghancurkan karakter orang percaya.
Sisi bahaya juga dari instan. Dalam hidup kita harus ajarkan yang namanya Sacrifice. Pengorbanan. Perjuangan. Tidak ada keberhasilan tanpa perjuangan. Jangan gampang-gampang anak-anak diberi uang banyak, mereka akan jadi orang yang sangat lemah. Ajarkan anak-anak dari kecil, ketika mau HP, tahan dulu, tabung dulu. Saatnya tiba baru dikasih.


Empat "P" dalam hidup:

1. ketika orang ada Problem,
2. ditambah Pain (sakit, gesekan),
3. ditambah Pressure (tekanan),
4. Akan menghasilkan orang percaya yang punya Purity (kemurnian) dan karakter yang kuat!


Tidak ada kesedihan yang lebih sedih kalau anak kita hancur, cerai, habis, tidak ada gunanya. Mungkin kita kaya hebat pelayanan di mana-mana, tapi kalau anak kita hancur, tidak ada gunanya. Selagi masih ada kesempatan, bawa kepada Kristus!


4 Pessimism vs Optimism


Pesimisme itu sangat berbahaya. Mungkin ada anak yang curhat sama Papanya, "Pa, saya mah bodoh di kelas, IQ saya bukan cuma jongkok, tapi tiarap, teman-teman bilang saya ngomongnya cadel, idungnya cut bray, teman-teman ngomong Papa kamu supir angkot, miskin, kamu mah ngga bisa apa-apa!"
Orang pesimis tidak akan pernah sukses dalam hidupnya. Ajarkan anak-anak Anda dalam hidup ini untuk Optimism. Iman mengalahkan segala-galanya. Iman bernyanyi pada waktu malam, walaupun belum ada matahari. Iman, bahwa selalu ada jalan keluar di dalam Yesus Kristus Tuhan. Selalu ada mujizat terjadi karena Yesus Tuhan!

5 Rebel vs Respect

Ini yang paling penting. Tantangan ke lima, pemberontakan. Generasi ini sudah masuk dalam generasi rebellion, pemberontak. Banyak anak yang berontak pada orang tuanya. Di Perusahaan-Perusahaan, banyak kali saya melihat orang-orang yang tidak menghormati pemimpinnya, tidak submission. Banyak orang yang tidak menghormati orang yang sudah ditetapkan Tuhan!

Apa akar masalahnya? Karena sejak kecil anak itu tidak diajarkan hormati orang yang lebih tua, tidak menghormati pemimpinnya. Mungkin orang yang lebih tua, pemimpin, memang banyak kesalahan, tapi Tuhan suruh bukan tanduk tapi tunduk! Amin!
Ajarkan sejak kecil respect, menghormati. Dalam Alkitab ada hubungan covenant, takut akan Tuhan. Hormat akan orang tua, atasan, juga di gereja, ini sangat penting, ajar sejak kecil anak untuk takut akan Tuhan! Takut akan Tuhan adalah awal dari semua pengetahuan dari dunia ini. Takut akan Tuhan artinya menghormati Tuhan.

Apa akibatnya kalau sejak kecil menghormati Tuhan? Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya. Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi. TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka. (Mazmur 25:12-14.

Tuhan memberkati kita...semoga bermanfaat.

Comments