PENJAGA SESAMA ....


Oleh : Ever Dethan



Yehezkiel 33:7-9
33:7 Dan engkau anak manusia, Aku menetapkan engkau menjadi penjaga bagi kaum Israel. Bilamana engkau mendengar sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka demi nama-Ku.
33:8 Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Hai orang jahat, engkau pasti mati! -- dan engkau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.
33:9 Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu supaya ia bertobat dari hidupnya, tetapi ia tidak mau bertobat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu.
...................

Pada saat kita mendengar kata “penjaga”, maka padaumumnya kita akan berpikir tentang satuan pengamanan (satpam), polisi, anjing penjaga, atau hal-hal lain yang berkaitan dengan penjagaan suatu tempat penting atau penjagaan suatu barang yang berharga. Contoh Akanpenagai iadala Satpam, Polisi, Hansip, tapi dalam bacaan Alkitab kita hari ini, kita sedang berbicara tentang peran kita sebagai seorang penjaga yang ditetapkan oleh Tuhan.

Pada ayat 7, kita melihat bagaimana Tuhan menetapkan Yehezkiel untuk menjadi penjaga bagi kaum Israel (ay. 7a). Penetapan Yehezkiel menjadi penjaga ditetapkan oleh Tuhan sendiri karena memang itu adalah wewenang Tuhan yang tdiak dapat diganggu gugat. Tugas Yehezkiel menjadi penjaga bagi kaum Israel sebenarnya cukup sederhana, yaitu jika Yehezkiel mendengar Firman dari Tuhan, maka Yehezkiel bertugas untuk memperingatkan mereka (kaum Israel) demi nama Tuhan (ay. 7b).


Meskipun sepintas terlihat cukup sederhana, akan tetapi tanggung jawab sebagai seorang penjaga tidaklah sesederhana itu. Memang tugas utama seorang penjaga adalah menjaga. Dalam konteks ini, Yehezkiel diberi tanggung jawab untuk menjaga kaum Israel (bangsanya sendiri).
Ia harus menjaga kaum Israel dengan cara menyampaikan Firman Tuhan kepada mereka.
Dalam ayat-ayat selanjutnya bahkan Tuhan menjelaskan secara lebih rinci apa yang harus Yehezkiel lakukan sebagai seorang penjaga. Kepada orang-orang jahat dimana Tuhan berfirman bahwa mereka pasti (harus) mati (ay. 8a), maka Tuhan menuntut Yehezkiel untuk memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya. Jika Yehezkiel tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan si orang jahat tersebut, sehingga orang jahat tersebut mati dalam kesalahannya, maka Tuhan akan menuntut pertanggungjawaban atas nyawa orang jahat itu kepada Yehezkiel (ay. 8b). Sebaliknya, jika Yehezkiel memperingatkan orang jahat tersebut supaya ia bertobat tetapi ia tidak mau bertobat, maka orang jahat tersebut akan mati dalam kesalahannya, tetapi Yehezkiel akan tetap hidup karena telah melakukan tugasnya sebagai seorang penjaga (ay. 9).

Ketiga ayat dalam bacaan Alkitab kita hari ini terlihat sederhana tetapi sebenarnya sangat sulit untuk dilakukan. Saya percaya jika Yehezkiel ditugaskan Tuhan untuk menjadi penjaga bagi kaum Israel, maka masing-masing dari kita pun ditugaskan Tuhan untuk menjadi penjaga bagi orang lain. Siapa orang lain yang harus kita jaga? Saya yakin Tuhan sudah menetapkan orang-orang tertentu yang memang harus kita jaga. saya dapat katakan bahwa orang-orang tersebut adalah keluarga kita (terutama orang tua kita, pasangan kita, dan anak-anak kita, namun dapat juga keluarga yang lebih luas lagi), teman-teman terdekat kita (misal teman kerja kita, teman sebangku di sekolah kita), pendeta atau gembala sidang kita, dan juga sejumlah jemaat Tuhan di gereja atau persekutuan tempat kita beribadah. Kita harus menjadi penjaga mereka sama seperti mereka juga harus menjadi penjaga bagi kita. Artinya adalah kita sama-sama mengingatkan jika mereka menyimpang dari jalan Tuhan, maka adalah suatu kewajiban bagi kita untuk mengingatkannya.

Bagian kita adalah menyampaikan Firman Tuhan dan memperingatkan orang-orang yang telah menyimpang dari jalan Tuhan. Bagian kita harus kita lakukan, dan soal apakah orang tersebut mendengarkan kita, itu bukanlah bagian kita, tetapi bagian orang itu, bahkan juga adalah bagian Tuhan. Kita tidak akan dapat mengubah hati seseorang jika bukan Tuhan yang terlebih dahulu mengubah hati mereka. Akan tetapi, ketika kita sudah melakukan tugas kita sebagai seorang penjaga, itu sudah lebih dari cukup. Tuhan menuntut kita setia melakukan tugas kita sebagai seorang penjaga. Sudahkah kita melakukannya dengan setia?.

Tuhan Berkati.... Semoga bermanfaat


Comments