Pegawai Kristen Yang Berintegritas



everdethan.blogspot – Lembaga apapun di dunia ini membutuhkan integritas personilnya. Lembaga layanan publik seperti pemerintahan, legislatif, yudikatif membutuhkan integritas personilnya. Lembaga layanan publik lainnya seperti LSM, Yayasan, Rumah Sakit, Universitas, sekolah tinggi juga membutuhkan integritas personilnya. Lembaga keagamaan seperti Gereja juga sangat membutuhkan integritas personilnya. Keluarga sebagai lembaga terkecil di dunia ini juga sangat membutuhkan integritas personilnya

Integritas yang tinggi dari personil sebuah lembaga dibutuhkan  untuk mendukung mobilitas perusahaan dalam upaya mencapai pelayanan prima, keuntungan dan produktivitas yang optimal. Pegawai Kristen yang berintegritas dalam sebuah lembaga tentunya akan memiliki nilai lebih.

Mengapa demikian? Dalam bentuk dan jenis pekerjaan sama juga dengan bentuk dan jenis pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai pegawai yang bukan Kristen. Tetapi, bagi seorang pegawai Kristen yang berintegritas, spirit, motivasi dan tujuannya tentulah berbeda dengan para pegawai yang bukan Kristen.

Landasan kerja bagi seorang pegawai Kristen yang berintegritas adalah kebenaran firman Tuhan. Rasul Paulus menegaskan hal itu demikian: “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia” – Kolose 3:23.

Pengertian dan Arti Integritas.

Kata “integritas” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diberi arti dan pengertian yaitu: “mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran”. Jadi, pengertian dan arti integritas ialah kualitas sifat moral di mana ada kesatuan yang utuh antara perkataan dengan perbuatan kita yaitu jujur dalam kata dan perbuatan kit

Pertanyaan penting yang harus diajukan ialah: “Apa ciri dari pegawai Kristen yang berintegritas itu?” Berikut beberapa ciri dari pegawai Kristen yang berintegritas yaitu:


1. Menaati pimpinan atau taat kepada otoritas.
Tentang ketaatan kepada pemimpin di atas, rasul Paulus menulis demikian: “Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan” – Kolose 3:22. Kalimat “hai hamba-hamba..” menunjuk kepada pekerja Kristen yang sudah di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Selanjutnya kalimat “taatilah tuanmu yang di dunia ini” menunjuk kepada pimpinan yang berkuasa atas bawahannya. Ini merupakan implikasi dari sikap takut dan taat kepada Tuhan yang diperlihat oleh setiap pegawai Kristen. Itu sebabnya, setiap pegawai Kristen harus membangun sikap yang benar terhadap kepemimpinan seorang pemimpin dalam perusahaan atau kantor tempat ia bekerja. Apa saja sikap yang benar itu?

Pertama, memiliki kerendahan hati. Manusia dalam natur dosa, berambisi menguasai manusia lainnya. Rela dipimpin dan diatur merupakan bentuk kerendahan hati. Kedua, memiliki kejujuran. Pimpinan tidak selalu tahu apa yang sudah dikerjakan bawahan. Dalam situasi seperti itu, bawahan tergoda untuk melakukan penyimpangan. Tapi dengan menyadari ada Pimpinan di atas semua pimpinan yang selalu memperhatikan, mereka bekerja dengan penuh integritas.

2. Bekerja dengan sepenuh hati.
Rasul Paulus menulis demikian: “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia” – Kolose 3:23. Spirit pegawai Kristen dalam melaksanakan tugas atau pekerjaannya ialah spirit pengabdian kepada Tuhan.

Dan karena spiritnya pengabdian kepada Tuhan, maka tidak ada alasan bagi seorang pegawai Kristen untuk melakukan tugas atau pekerjaan dengan setengah hati. Itu sebabnya sebagai bentuk dari integritasnya kepada Tuhan, ia harus mempersembahkan yang terbaik kepada Tuhan. Dalam bentuk fisik atau yang kelihatan, memang pegawai Kristen itu mengabdi kepada perusahaan yang tidak ada bedanya dengan pegawai non Kristen. Namun yang membedakannya ialah visi pertanggung-jawaban dari pekerjaan yang diemban ialah kepada Tuhan.

Jika motivasi pegawai Kristen ketika melakukan tugas atau pekerjaannya untuk menyenangkan perusahaan, menyenangkan sesama atau menyenangkan pimpinan saja, maka akan ada peluang untuk melakukan pekerjaan atau tugas dengan setengah hati atau bisa memanipulasi pimpinan dan rekan kerja.

Oleh karena itu, sebagai pegawai Kristen yang berintegritas, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu: pertama, selalu libatkan Tuhan dalam tugas atau pekerjaan yang dilakukan. Berdoalah kepada Tuhan, mohonlah bimbingan Roh Kudus dan mintalah hikmat dari Tuhan supaya dalam melaksanakan tugas atau pekerjaan tidak melakukan penyimpangan karena ada Tuhan yang mengawasi.

Bekerja bagi pegawai Kristen yang berintegritas merupakan momen untuk bersekutu dengan Tuhan,rasakan kehadiran-Nya, mengalami pertolongan-Nya ketika ada kesulitan, tantangan dalam bekerja dan menyaksikan keajaiban pertolongan-Nya dalam pelaksanaan tugas atau pekerjaan serta memuliakan Tuhan atas campur tangan-Nya dalam totalitas tugas atau pekerjaan yang dilakukan; kedua, lakukan tugas secara total.

Rasul Paulus tegaskan bahwa “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu...”. Pesan ini menegaskan bahwa sebagai pegawai Kristen yang berintegritas haruslah melakukan pekerjaannya secara total. Secara total artinya mengerahkan segala daya, upaya, tenaga, waktu, skill dan pengetahuan yang dimiliki untuk keberhasilan kerja yang dilakukan.

Bagi Paulus suatu pekerjaan bisa berhasil secara optimal bila dilakukan dengan total, yaitu sepenuh hati. Kata “hatimu” dalam frasa “perbuatlah dengan segenap hatimu” dalam teks aslinya menggunakan kata “psukhe” yaitu “jiwa”. Jiwa berbicara tentang eksistensi secara utuh seseorang. Dalam kapasitas itulah seorang pegawai Kristen yang berintegritas mengerjakan tugas atau pekerjaannya. 

3. Menjaga kepercayan yang Tuhan berikan.
Rasul Paulus menulis demikian: “Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah, Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya. Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang” – Kolose 3:24-25.

Paulus tegaskan bahwa Kristus adalah Pimpinan kita dan kita mengabdi kepada-Nya. Karena Kristus adalah Pimpinan kita dan Dia bertanggung-jawab penuh atas hidup kita yang mengabdi kepada-Nya, maka Dia sendirilah yang akan memberkati hidup kita dan melimpahkan segala berkat kepada kita karena kita layak menerimanya. Oleh karena itu, kita harus menati diri sedemikian rupa, sehingga kita layak dikucuri berkat yang sudah ditentukan oleh Kristus sebagai Pimpinan kita yang adil dan penuh kasih.

Sebagai pegawai Kristen yang berintegritas, maka ada beberapa hal yang harus mendapat perhatian penuh dari kita, yaitu: pertama, sadari bahwa tugas, pekerjaan dan jabatan yang ada pada kita itu adalah sebuah kepercayaan. Karena itu adalah sebuah kepercayaan, maka harus dijaga dengan penuh integritas.

Sebab kalau tidak, maka hal tersebut akan diambil dari pada kita karena memang itu hanyalah sebuah kepercayaa. Dengan kesadaran tersebut, orang percaya yang bekerja, akan melakukan tugasnya dengan penuh tanggung jawab di hadapan Tuhan;

kedua, harapkanlah berkat dari Tuhan. Dalam konteks abad pertama, seorang hamba (budak) tidak mendapat upah dari tuannya untuk sesuatu yang dikerjakannya. Kristus Sang Tuanlah yang akan memberikan bagian bagi mereka. Dalam konteks masa sekarang, seorang percaya yang bekerja akan mendapat upah (gaji).

Namun lebih dari sekadar gaji, orang percaya yang bekerja sesuai kehendak Tuhan, kelak akan menerima reward di dunia yang akan datang. Sebaliknya, mereka yang bekerja dengan serampangan akan mendapat ganjaran – Kolose 3:25. Jangan melakukan kecurangan, apalagi sampai berbuat curang seperti korupsi milik kantor atau perusahaan dan merampok uang perusahaan hanya karena ingin memenuhi kebutuhan hidup Anda. Harapkanlah berkat dari Tuhan dan Dia pasti memenuhi apa yang menjadi kebutuhan Anda karena Anda bekerja dengan penuh integritas.

Amin....
Tuhan berkati... Semoga bermanfaat



Comments