Murid Yesus yang Bernama Yudas Iskariot





everdethan.blogspot.com - Murid Yesus yang bernama Yudas Iskariot ini adalah tokoh dari Alkitab yang paling menjengkelkan bagi Iman Kristen. Dalam masa kekinian​ jarang atau bahkan hampir pasti tidak ada orang yang bernama Yudas. Hal ini disebabkan satu hal, yaitu Yudas identik dengan penghianatan. Pernah suatu saat para Tifosi sepakbola Italia menunjukkan poster bertuliskan Yudas karena pengkhianatan pemain sepakbola andalan mereka yang berpindah membela musuh bebuyutan mereka.

Yohanes mencatat dalam Yohanes 12:1-2, 4 — “ Enam hari sebelum Paskah YESUS datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan YESUS dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk DIA dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan YESUS adalah Lazarus. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid YESUS, yang akan segera menyerahkan DIA.”


Enam hari sebelum Paskah nama Yudas Iskariot banyak dibicarakan, padahal sebelumnya namanya cukup jarang disebut. Bahkan salah satu tokoh yang paling banyak disebut menjelang kematian YESUS KRISTUS adalah Yudas Iskariot. Ketika TUHAN YESUS memunculkan nama ini dengan jelas tentu ada maksudnya. Ada peringatan dan pelajaran bagi kita semua khususnya dalam perayaan Paskah dari kisah kehidupan Yudas Iskariot.


Ada 3 Kebenaran dari kisah Yudas Iskariot:

1. Yudas Iskariot adalah seorang bendahara.


Yohanes 12:6 — “ Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya." dikatakan bahwa Yudas Iskariot adalah bendahara dari TUHAN YESUS. Seorang yang dipercaya untuk memegang uang. Kehidupan Yudas ini juga menggambarkan kehidupan kita sebagai jemaat TUHAN, meskipun pandangan kita terhadap Yudas Iskariot jelek dan jahat.




Pertama, Yudas adalah murid YESUS KRISTUS, ia percaya dan melayani TUHAN YESUS. Demikian juga dengan kita, kita percaya dan juga melayani TUHAN YESUS.


Kedua, Yudas adalah seorang bendahara, ternyata kita juga seorang bendahara. Dalam Lukas 16:1-9, TUHAN YESUS menggambarkan murid-murid-NYA sebagai bendahara walaupun konteksnya itu adalah tentang bendahara yang tidak jujur.

Selama berada di dunia, kita adalah bendahara dan bukan pemilik hidup kita. Ini yang seringkali kita lupa dan tidak sadari. Kita menganggap segala yang ada dan kita punyai adalah milik kita, padahal semua itu hanya dititipi dan dipercaya sama TUHAN YESUS. Entah itu harta benda, jabatan, istri atau anak, dsb. Itu semua bukanlah milik kita tetapi hanya titipan karena dipercaya oleh TUHAN YESUS. Ada yang dipercayakan banyak dan ada yang sedikit. Hal ini bukan berarti TUHAN YESUS tidak adil. Dipercaya banyak juga bukan milik kita, dipercaya sedikit juga bukan milik kita. Kita cuma bendahara yang ditugaskan TUHAN YESUS untuk mengatur segala sesuatu yang dipercayakan dalam hidup kita.


Ini yang dilupakan oleh Yudas Iskariot. Ia lupa bahwa uang yang ditangannya bukanlah miliknya. Yudas hanya dipercaya untuk menyimpan dan mengelolanya. Alkitab berkata bahwa Yudas sering mencuri uang yang dipegangnya di dalam kas. Yudas lupa bahwa ia hanya seorang bendahara sehingga ia menggunakan uang tersebut dengan sesuka hatinya. Sebenarnya inilah inti dari dosa Yudas mengapa kemudian akhirnya begitu fatal hingga akhirnya ia mati bunuh diri, yaitu hatinya dikuasai oleh cinta akan uang. “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” 1 Timotius 6:10


Jadi salah satu tujuan YESUS KRISTUS mati di kayu salib adalah untuk mencabut dari hati kita rasa cinta akan uang, sebab inilah akar dari segala kejahatan. Jika jemaat sadar bahwa kita adalah bendahara dan bukan pemilik harta benda itu maka kita semua akan hidup aman. Yudas lupa dan memakai uang itu dengan sembarangan. Ayat ini terjadi dalam kehidupan Yudas, akhirnya hidupnya menyimpang dari iman.


Berbeda dengan Ayub, dalam penderitaanya yang luar biasa ia tetap bersyukur kepada TUHAN. Demikianlah orang Kristen yang sadar bahwa segala yang ada pada kita bukanlah milik kita. Kita hanya dipercaya atau dititipi. Jika sewaktu-waktu semua hal itu lenyap kita tidak menyimpang dari iman. Sekalipun Ayub adalah seorang yang sangat kaya namun ia sadar bahwa semua itu bukan miliknya. katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang memengambil terpujilah nama TUHAN!" Ayub 1:21


2. Yudas Iskariot adalah orang yang munafik

Matius 26:47-19 — “ Waktu YESUS masih berbicara datanglah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi. Orang yang menyerahkan DIA telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: "Orang yang akan kucium, itulah DIA, tangkaplah DIA." Dan segera ia maju mendapatkan YESUS dan berkata: "Salam RABI," lalu mencium DIA."


Yudas menyerahkan TUHAN YESUS dengan sebuah ciuman, hatinya membenci YESUS KRISTUS tetapi di luar kelihatannya mengasihi TUHAN YESUS. Kita harus hati-hati terhadap dosa kemunafikan. Ini adalah salah satu dosa yang paling dibenci oleh TUHAN YESUS sehingga dalam Injil berulang kali disebutkan. Apakah itu dosa kemunafikan, yaitu luar dan dalamnya tidak sama. Di luar kelihatannya hebat dan luar biasa, kelihatan seperti orang benar tetapi di dalam lain yaitu jahat atau tidak benar. Ini adalah dosa yang sangat rawan terhadap siapapun juga.


Sangat mudah bagi setiap orang untuk menjadi munafik. Pasti banyak alasan untuk menyembunyikan segala dosa dan kesalahan. Demikian juga halnya dengan Yudas, sampai malam terakhir sebelum ia menghianati TUHAN YESUS, ke-sebelas murid lainnya tidak tahu bahwa kalau yang dimaksud oleh TUHAN YESUS itu adalah Yudas, yaitu orang yang akan menghianati YESUS KRISTUS. Selama 3,5 tahun mereka berkumpul dan melayani bersama. Bahkan ketika malam terakhir ketika YESUS KRISTUS berkata kepada Yudas “lakukanlah apa yang apa yang ingin kau lakukan”, murid-murid masih berpikir bahwa TUHAN YESUS sedang menyuruh Yudas untuk membeli barang-barang yang akan diberikan kepada orang miskin. Berarti kelihatannya Yudas itu orang yang baik dan luar biasa dalam pandangan murid-murid yang lain, padahal Yudas pergi hendak menyerahkan TUHAN YESUS. Hati-hati dengan dosa kemunafikan.
“Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah.” Amsal 27:6


Hati-hati terhadap orang munafik sebab ia mencium secara berlimpah-limpah. Tetapi seorang kawan sejati memukul kita dengan maksud baik. Namun yang lebih penting dari itu adalah hati-hati jangan sampai kita menjadi orang yang munafik.


3. Yudas Iskariot menjual TUHAN YESUS KRISTUS dengan harga 30 uang perak


Matius 27:3 — “ Pada waktu Yudas, yang menyerahkan DIA, melihat, bahwa YESUS telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua,"
Fokus kita adalah kepada “30 uang perak”. Ini adalah harga rata-rata seorang budak belian pada masa itu. Jadi TUHAN YESUS yang selama ini menjadi GURUnya dan yang juga telah melakukan mujizat, dijual oleh Yudas dengan harga seorang budak belian. 30 uang perak sama dengan 120 dinar, kira-kira gaji empat bulan kerja. Dari hal ini kita dapat melihat bahwa YESUS KRISTUS tidak dapat ditukar dengan upah kerja apapun. Meskipun itu upah empat bulan kerja kita. TUHAN YESUS sangat berharga dalam kehidupan kita dan TUHAN YESUS jauh lebih berharga dari apa pun, jadi jangan ditukar pekerjaan atau apapun yang berharga di dalam hidup kita.

Namun inti yang mau disampaikan di sini adalah bahwa YESUS KRISTUS dijual dengan harga seorang budak, itu artinya bahwa TUHAN YESUS menggantikan posisi kita sebagai seorang budak dan kita bebas. Sebenarnya kita adalah budak dari maut dan dosa, tetapi TUHAN YESUS menggantikan posisi kita sebagai budak sehingga kita menjadi orang yang merdeka. Artinya sekarang ini kita menjadi orang merdeka, bukan budak dosa atau sakit penyakit, kemiskinan ataupun masalah-masalah yang sekarang sedang kita hadapi. Itu juga berarti kita berhak menolak sakit penyakit karena TUHAN YESUS sudah menggantikan kita.


Ketika TUHAN YESUS disalib, TUHAN YESUS sudah menanggung segala dosa, sakit penyakit dan juga masalah kita. Sekarang kita bukan budak lagi, melainkan menjadi anak TUHAN YESUS KRISTUS, ahli waris Kerajaan Sorga.

“IA sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-NYA di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-NYA kamu telah sembuh.” 1 Petrus 2:24
Kesimpulan:
- INGAT! Kita adalah BENDAHARA bukan pemilik.
- Waspadalah terhadap dosa KEMUNAFIKAN!
- Kita sudah MKRISTU


Tuhan Yesus memberkati.... semoga bermanfaat

Comments