Menyoal BUNUH DIRI





Saat menyiapkan tulisan ini, saya merasa adanya kedukaan yang mendalam menyelimuti kota SoE. Sedih, kecewa, menyesal bahkan derai air mata atas keputusan fatal yang telah diambil oleh beberapa orang di kota SoE. Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus dan melayani Tuhan Yesus saya menyaksikan galaunya raut wajah sang Pendeta ketika memimpin ibadah penghiburan​ maupun ibadah pemakaman. Saya juga pernah melihat ekspresi kegalauan ayah saya, Pdt. OBi Dethan saat memimpin ibadah seperti itu pada tahun 90an ketika salah satu Jemaat GBI memutuskan pulang sendiri sebelum dipanggil pulang Bapa di Surga.

Saya mau berbagi dalam bentuk tulisan dengan tetap memandang sedapat mungkin juga dari keluarga yang ditinggalkan seperti Bapak, Mama, kakak atau adik yang sangat terpukul dengan peristiwa bunuh diri ini.

Begitu banyak pertanyaan ketika peristiwa bunuh diri terjadi. Dalam tulisan ini, saya batasi pada pertanyaan yang paling sering dikemukakan.

A. Alasan seseorang bunuh diri.

Setidaknya ada 10 (sepuluh) alasan bunuh diri, tetapi dalam tulisan ini saya fokus pada 4 alasan utama, yaitu :


1. Depresi

Ini dia penyebab paling umum yang paling sering ditemui sebagai alasan mengapa seseorang dapat melakukan tindakan seperti bunuh diri, tidak lain dan tidak bukan adalah depresi. Berbeda halnya dengan frustasi dan stres yang sekedar emosi, depresi adalah sebuah kondisi medis berkepanjangan dimana Anda merasa tertekan dan tidak bersemangat sepanjang waktu. Singkatnya dalam jangka waktu yang relatif panjang, Anda merasa sedih, gelisah, kosong, putus asa, tidak berdaya, tidak berarti, dan seterusnya. Jika pada umumnya, perasaan-perasaan seperti ini hanya terjadi secara sementara, maka orang-orang dengan kelainan medis ini menderitanya secara berkepanjangan.

Depresi ini bisa dikatakan sebagai tingkat paling akhir dari frustasi - stres - rasa takut yang berlebihan.

2. Kesepian

Percayakah Anda bahwa seseorang yang sangat eksis di sosial media dengan teman atau follower sampai ribuan, pada nyatanya mungkin saja adalah orang yang sangat kesepian? Kesepian atau kesendirian sendiri adalah sebuah perasaan sedih dimana seseorang merasa tidak ada yang peduli dengan dirinya atau ia tidak memiliki orang-orang yang dapat dikasihi dalam hidupnya. Bentuk lain dari kesepian ini adalah isolasi yang dapat dilakukan oleh orang lain atau diri Anda sendiri.

Apapun itu, pada nyatanya isolasi dan kesepian adalah hal-hal yang memang dapat menyebabkan seseorang bunuh diri. Perasaan seperti ini dapat terjadi karena banyak hal namun beberapa yang paling signifikan dalam hal bunuh diri adalah kehilangan orang terkasih, kehilangan anak, hidup sendiri, atau menderita penyakit terminal.

Kita bisa melihat orang terkenal seperti aktor Robin Williams, penyanyi Whitney Houston, penyanyi Elvis Presley, penyanyi Kurt cobain adalah mereka yang mengambil keputusan bunuh diri karena kesepian.

3. Kegagalan

Dalam era modern ini setiap individu dituntut berprestasi, karena itu kegagalan adalah ketakutan paling besar dari manusia saat ini. Ada saatnya dimana dalam kehidupan hal-hal yang telah kita perjuangkan berakhir tidak sesuai dengan yang kita inginkan, itulah yang dinamakan kegagalan. Mereka yang pada akhirnya memutuskan untuk melakukan tindakan bunuh diri biasanya bukan lagi takut akan kegagalan melainkan benar-benar telah mengalami kegagalan. Bahkan tidak jarang kegagalan yang terlihat sepele dapat mendorong mereka untuk melakukan tindakan menyedihkan tersebut.

Contoh-contoh sederhana dari kegagalan yang pernah berakhir dengan tindakan bunuh diri adalah kegagalan dalam ujian, gagal dalam berbisnis, gagal investasi, dan banyak lainnya. Umumnya dorongan untuk melakukan bunuh diri hanya terjadi pada saat ia mengetahui kegagalan itu, dan begitu orang tersebut sadar bahwa ia telah melakukan percobaan bunuh diri tidak jarang orang-orang ini malu akan aksi mereka tersebut.


4. Patah Hati

Tidak semua kisah cinta dapat berakhir dengan kebahagiaan, tidaklah jarang perpisahan terjadi sebelum seseorang dapat bertemu dengan pasangan sejatinya. Sayangnya tidak semua orang dapat melewati masa patah hati itu. Beberapa ada yang ingin mendapatkan perhatian mantan pasangannya dengan mencoba bunuh diri, beberapa ingin membuat mantan pasangannya menyesal dengan bunuh diri, dan beberapa tidak dapat menahan rasa patah hatinya.

Semua yang merasakan hal-hal seperti inilah yang pada akhirnya membuat seseorang mencoba untuk bunuh diri. Mereka lupa bahwa mereka telah mendapatkan kasih sayang tidak terkira dari kedua orang tua mereka, saudara mereka, teman mereka, dan hanya untuk "orang yang tidak dikenal," mereka ingin meninggalkan dunia ini.

4 hal utama tersebut di atas jika terjadi pada orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, maka alasan paling masuk akal adalah karena PENGHARAPAN DALAM TUHAN YESUS sudah tidak di kampanye kan tidak Khotbah kan secara intensif lagi.

B. PANDANGAN ALKITAB TENTANG BUNUH DIRI



Bunuh diri bukanlah masalah baru. Tetapi justru sudah muncul sejak bertahun-tahun silam, bahkan di zaman Alkitab sendiri.

Berikut 7 tokoh Alkitab yang memilih mengakhiri hidup dengan caranya sendiri:


Raja Saul – Karena kekalahan besar terhadap musuh dan ketakutan menghadapi penyiksaan, Raja Saul memilih untuk mengakhiri hidupnya. Ketika pengawalnya menolak membunuh Saul atas permintaannya, ia lalu mengakhiri hidup dengan menjatuhkan dirinya tepat di ujung pedangnya (1 Samuel 31: 3-5).
Pengawal Saul – Setelah menyaksikan kematian Saul, pengawalnya lalu meliputi keputusasaan dan teror. Tanpa pikir panjang dia lalu mengakhiri hidupnya juga (1 Samuel 31: 5).


Simson – Untuk mencapai tujuannya membalas dendam, Simson rela mati bersama orang-orang Filistin dalam kuil yang dirobohkannya. Dia memilih menggunakan kekuatan terakhirnya untuk memusnahkan para musuhnya dan mengorbankan hidupnya sendiri (Hakim 16: 25-30).


Abimelekh – Raja Israel ini adalah sosok raja yang sangat kejam. Kejahatannya tidak mengenal batas karena telah membunuh banyak orang dan bahkan tega merenggut nyawa puluhan saudaranya. Namun Tuhan mengijinkan seorang wanita menghentikan kekejaman itu. Dia memilih mati karena terluka atas harga dirinya sendiri dengan mengikatkan kepalanya ke batu kilangan (Hakim-hakim 9: 50-55).


Ahitofel – Sebagai seorang pendamping paling dekat dengan Daud, dan kakek dari Batsyeba, Ahitofel ambil bagian atas perlawanan Absalom terhadapnya. Kekalahan final yang menimpa pasukan Daud akhirnya membuatnya merasa takut, penuh penolakan, dan keputusasaan. Ia lalu memilih pulang, mengurung diri di rumahnya lalu mengantung diri (2 Samuel 17: 23).


Zimri – Sebagai raja Israel yang begitu jahat, suatu ketika Zimri ditaklukkan dan menghadapi kekalahan. Di tengah keterpurukan itu, Zimri memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Dia merencanakan insiden kebakaran di istana sebagai jalan mengakhiri hidup (1 Raja-Raja 16: 15-20).

Yudas – Dalam keputusasaan besar dan rasa bersalah setelah menghianati Yesus, Yudas akhirnya memilih untuk bunuh diri.


Kisah ini menjadi kisah bunuh diri yang paling terkenal dalam Alkitab karena ia adalah salah satu murid Yesus yang nyatanya telah berhianat dan menyerahkan Yesus ke tangan para kaum farisi (Matius 27: 3-4).


Satu kebenaran yang disampaikan lewat masing-masing kisah tokoh Alkitab di atas adalah, bahwa mereka tidak seharusnya mengakhiri hidup dengan cara yang mereka lakukan. Mereka bisa memilih cara berbeda yang Allah ingatkan dalam firman-Nya bahwa Dia tidak pernah abai akan rasa sakit dan perjuangan yang kita lalui dalam hidup. Dia sanggup mengubah penderitaan sekalipun menjadi kebaikan.



Alkitab memandang kasus bunuh diri sama bobotnya dengan pembunuhan, karena itulah kenyataannya - pembunuhan diri.

Allah hanyalah satu-satunya yang boleh memutuskan waktu dan dengan cara apa seseorang akan meninggal. Seperti diungkapkan dalam Mazmur 31:15, "Masa hidupku ada dalam tangan-Mu."

Allah adalah pemberi kehidupan. Ia memberi, dan Ia mengambilnya kembali (Ayub 1:21). Bunuh diri, bentuk pembunuhan kepada diri sendiri, menjadi tindakan durhaka, karena hal itu menjadi bentuk penolakan manusia atas karunia kehidupan dari Allah.

Tidak satu pun, pria ataupun wanita, diperbolehkan mengambil alih otoritas Allah dan mengakhiri kehidupan pribadi mereka.



Raja Salomo berkata umumutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang" (Pengkhotbah 12:13). Elia dihibur oleh malaikat, diperbolehkan beristirahat, dan diberi sebuah amanat baru. Yunus dikoreksi dan diberi pelajaran dari Allah. Paulus belajar bahwa, walaupun beban yang ia hadapi melampaui kemampuan dirinya menanggungnya, Allah dapat membantu menanggung segala hal: "Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati" (2 Korintus 1:9).

Jadi, menurut Alkitab, bunuh diri adalah dosa.



Sebagai orang percaya, mari menyadari tentang kebenaran ini. Saat kita sudah mengetahuinya, adalah baik jika kita bisa membantu orang-orang yang sedang berjuang dalam keputusasaan dan kecenderungan ingin bunuh diri dengan menyampaikan 7 kebenaran ini:


– Mengakui bahwa kita punya musuh yang begitu nyata dan memiliki misi untuk mencuri, membunuh, dan menghancurkan orang percaya. Tetapi Kristus datang untuk memberikan hidup berkelimpahan dan sukacita (baca Yohanes 10: 10).


– Memilih untuk tidak diselubungi oleh rasa takut. Jangan takut untuk menjangkau dan membantu seseorang yang sedang berjuang, atau untuk menolong jika Anda menemukan diri Anda pernah menghadapi hal serupa. Pengalaman Anda sebelumnya mungkin bisa menjadi dukungan dan nasihat bagi orang lain yang membutuhkannya. Tuhan tidak akan pernah membiarkan Anda pergi. Dan Dia memberi Anda orang lain untuk membantu memikul masalah tersebut (Yesaya 41: 10).


– Ketahuilah bahwa Anda tidak pernah sendiri. Tuhan menawarkan harapan dan kemerdekaan. (Mazmur 34: 18-19).


– Ketahuilah bahwa Tuhan mengasihi Anda dan akan selalu ada untuk Anda. Dia akan menopang kita melalui beban terbesar hidup kita (Mazmur 55: 22).


– Ketahuilah bahwa Tuhan tidak mengutuk kita atau menuduh kita. Dia menawarkan kebebasan dan perdamaian (Roma 8: 1-2).


– Yakinlah bahwa Tuhan lebih besar dari apapun yang kita hadapi di kehidupan ini dan menyediakan kita pertolongan dan kekuatan-Nya (1 Yohanes 4: 4).


– Ingatlah bahwa Dia punya rencana untuk kebaikan kita dan apapun yang kita hadapi saat ini, tak peduli seberapa kelamnya itu, tidak akan sama lagi. Sebab harapan masih ada (Yeremia 29: 11 & Yesaya 55: 11).
Bunuh diri tentunya berdampak buruk bagi mereka yang ditinggalkan. Bekas luka batin yang disebabkan seseorang yang bunuh diri biasa lama sekali pulihnya.

Ingat bahwa hidup yang kita jalani hari ini adalah investasi dari semua orang yang menyangimu. Hidup kamu diinginkan dan di doakan orang lain.


Jadi, jika Anda saat ini sedang membaca artikel ini dan sebelumnya menghadapi persoalan hidup yang berat menekan dan Anda sudah berkali-kali berpikir untuk bunuh diri. Ingatlah satu hal bahwa tindakan bunuh diri adalah dosa besar di hadapan Tuhan; sebuah dosa yang tak terampuni. Datanglah kepada Yesus dan terimalah kebebasan dan sukacita di dalam Dia.



Semoga Allah memberi karunia kepada setiap orang yang sedang menghadapi percobaan itu (Mazmur 67:1). Dan kiranya setiap kita berharap dalam janji, "Barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan" (Roma 10:13). Amin

Tuhan memberkati ..... Semoga bermanfaat



Comments